Kembali ke Blog

Devotionals

Pilihan Hidup Anda, Sudah Tepatkah?

Oleh ayu single · 10 Mei 2022 · 5 menit baca
Pilihan Hidup Anda, Sudah Tepatkah?

Setiap hari, Anda berhadapan dengan banyak pilihan. Saat terbangun di pagi hari, Anda sudah harus membuat pilihan. Mau segera bangun, atau tidur kembali. Ketika Anda bangun pun, kembali Anda harus memilih apa yang Anda akan lakukan. Bersaat teduh, membersihkan rumah, pergi ke dapur, atau bersiap untuk memulai rutinitas pagi.

Jadi, benarlah jika dikatakan bahwa hidup adalah pilihan. Itulah mengapa memilih dengan benar sangat penting. Pilihan yang tepat akan membawa kita menuju hidup yang sejati. Sebaliknya, pilihan yang keliru akan membawa kita menuju kematian. Pertanyaannya, sudah tepatkah pilihan Anda dalam hidup ini? 

 

Setiap Pilihan Ada Konsekuensinya

Faktanya, Alkitab sendiri mengajarkan bahwa Anda bebas untuk memilih. 

Ulangan 30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini; kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”

Akan tetapi, ingatlah bahwa setiap pilihan ada akibatnya.

Ayat ini mengisahkan Musa yang sedang memberi pilihan kepada bangsa Israel, untuk mematuhi hukum Tuhan atau menolaknya. Mereka tidak dipaksa; mereka boleh memilih. Memilih kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk.

Demikian juga Anda hari ini. Anda pun bebas menentukan pilihan hidup Anda. Namun, jangan lupa, selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan Anda.

Mungkin Anda akan mengatakan, “Ya tentu saja saya ingin mendapatkan kehidupan dan berkat! Mana mungkin saya memilih kematian dan kutuk?”

Kenyataannya, setiap hari Anda selalu dihadapkan pada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Sulitnya lagi, pilihan menuju kematian selalu terasa lebih manis dan indah dibandingkan kepada kehidupan.

Seperti apakah pilihan yang menuju kematian, dan pilihan yang menuju kehidupan?

Pilihan Manis, tetapi Berujung Kematian

Sungai Bolton Strid yang Mematikan

Di Inggris ada sebuah sungai bernama Bolton Strid, yang menawarkan pemandangan yang menawan. 

Bolton Strid memiliki air jernih dan tenang, dengan lebar 1,8 meter. Siapapun yang datang pasti tergoda untuk berfoto atau menceburkan diri ke dalamnya. Akan tetapi, siapa sangka, sungai ini sudah menelan banyak korban.

Mengapa sungai ini sangat berbahaya? Ternyata, di balik ketenangannya, di bawah Bolton Strid mengalir arus yang kuat dengan banyak goa dan terowongan. Siapapun yang masuk ke sungai tersebut akan tersedot, terbawa arus yang kuat.

Seperti sungai Bolton Strid ini, ada pilihan yang nampaknya indah dan manis, tapi ujungnya mencelakai. Mari kita lihat sama-sama.

Terobsesi dengan Ambisi dan Impian Dunia

Amsal 15:21 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Dunia ini menawarkan berbagai kesempatan dan impian. Kelihatannya baik-baik saja, dan tidak ada salahnya. Namun, seperti kata ayat di atas, bisa jadi pilihan itu berujung pada maut.

Banyak sekali pilihan dari dunia: punya lebih banyak uang, lebih terkenal, cepat sukses, dan lainnya. Kelihatannya baik-baik saja, kan? Masalahnya, jika kita tidak hati-hati, kita bisa terkecoh.

Mungkin Anda berpikir, pilihan hidup saya itu logis kok. Saya cuma ingin sukses, membahagiakan keluarga, banyak uang sehingga tidak hidup susah. Salahnya di mana?

Yang salah adalah ketika Anda terobsesi untuk mencapai itu semua, sampai menghalalkan segala cara. Anda meninggalkan hubungan dengan Tuhan, lupa beribadah, bahkan kompromi dengan dosa. Anda pun tidak lagi dapat mengasihi Tuhan sepenuh hati. Tanpa sadar, rohani Anda pelan-pelan melemah, bahkan mati.

Jadi, pikirkanlah matang-matang apa yang hendak Anda kejar. Pilihlah sematang mungkin, agar Anda tak hanyut dalam arus dunia.

Menikmati Kesenangan yang Sia-Sia

Pengkhotbah 3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik daripada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.

Ada orang yang berpikir bahwa hidup hanya sekali. Oleh karena itu, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersenang-senang. Ia pun memilih untuk mencari kesenangan, kalau perlu tanpa bersusah payah atau bekerja. Yang ia pikirkan adalah bagaimana ia bisa happy. Bahkan, demi hidup enak ia rela menyusahkan orang lain seperti keluarga, pasangan hidup bahkan anak sendiri.

1 Yohanes 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Seperti dikatakan ayat di atas, semua kesenangan dan kenikmatan dunia itu semu. Cara hidup seperti ini pada akhirnya tidak memberi apa-apa pada Anda. Apalagi, bagaimana Anda kelak bertanggung jawab kepada Allah tentang hidup Anda?

Kabar baiknya, Anda masih punya pilihan dalam hidup ini. Keluarlah dan hindari semua nafsu dan keinginan yang sia-sia. Selagi masih ada waktu, tinggalkan semuanya itu. Ingat, pilihan ada di tangan Anda. Anda bisa memilih hidup seperti apa yang ingin Anda jalani.

Pilihan untuk Menyenangkan Hati Tuhan

Sekarang kita beralih pada pilihan yang membawa kepada hidup.

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!

Pada ayat di atas Yosua mengumumkan kepada bangsa Israel bahwa mereka boleh memilih untuk menyembah Allah atau allah lain. Namun, Yosua menegaskan bahwa ia dan seisi rumahnya akan beribadah hanya kepada Tuhan. 

Ini tentu bukan pilihan yang mudah. Yosua bisa saja memilih menyembah dewa-dewa bangsa sekitar mereka. Ia bisa saja berbuat begitu agar bisa diterima. Namun, Yosua tetap memilih untuk menyembah Tuhan. Yosua memilih untuk tetap menyenangkan hati Tuhan, karena dari Dialah Yosua mendapat hidup yang sejati.

Apa itu hidup yang sejati? Yakni ketika semua rencana Allah tergenapi dalam hidup kita. Hidup kita sesuai dengan firman Tuhan, dan kita menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita. Yosua Untuk bisa mendapatkannya, seperti Yosua, menyenangkan Tuhan adalah syarat mutlak.

Hari ini, Anda pun memiliki pilihan mengenai hidup Anda. Apakah Anda memilih mengejar ambisi atau kenikmatan duniawi? Atau menyenangkan hati Tuhan? Jika Anda rindu melihat janji-janji Tuhan terpenuhi dalam hidup Anda, pilihlah hidup yang menyenangkan Tuhan.

Pada akhirnya, Andalah yang harus menentukan pilihan. Sudah tepatkah pilihan hidup Anda? Jangan salah pilih, pilihlah kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan!

Referensi: https://travel.okezone.com/amp/2020/06/11/406/2228521/bolton-strid-jeram-indah-paling-berbahaya-di-dunia?page=2 Related Articles:

-