Devotionals
Tekun, Pilihan yang Berbuah Manis
Anda mungkin pernah mendengar kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera dengan tekun sebelum bumi dilanda air bah (Kejadian 6:9-22).
Tidak ditulis bersama siapa Nuh membangun bahtera, apakah ia mempekerjakan kerabatnya atau para tetangganya. Namun, berdasarkan deskripsi kebobrokan manusia di Kejadian 6:5,11-12, kita boleh menduga orang-orang di sekitar Nuh mungkin menertawakan, mengejek, bahkan menganggapnya gila. Dan, ia mendengar olok-olokan tersebut selama puluhan tahun pembangunan bahtera.
Kendati demikian, tak sekali pun Nuh berpaling dari Tuhan. Perintah Tuhan kelihatannya tidak masuk akal, tetapi Nuh bukan hanya taat, melainkan juga tekun mengerjakannya sampai akhir. Hingga bahtera itu siap untuk menampung ia dan keluarganya, serta kawanan binatang ketika air bah meliputi bumi. Ketekunan Nuh yang luar biasa membuahkan hasil yang manis.
Bagaimana dengan kita saat ini—yang mungkin hampir putus asa menghadapi masalah pekerjaan, jodoh, finansial, pernikahan, atau pergulatan melawan dosa? Apakah Anda sedang berpikir untuk berhenti berjuang? Apa yang perlu kita ingat tentang ketekunan, dan bagaimana cara memilikinya?
Tekun, Keberanian yang Tak Tergoyahkan
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil... – Kolose 1:23a
Ketekunan adalah ketika Anda tetap bertahan, teguh, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Anda terus mencoba dan tidak goyah oleh keadaan, sampai Anda menemukan jalan keluar atau mengatasi tantangan.
Mungkin Anda tak selamanya sukses atau selalu berhasil. Ada masanya Anda gagal, baik secara fisik maupun spiritual. Namun, jangan menyerah. Tetaplah berjuang meski untuk jangka waktu yang lama.
Dalam bertekun, Anda memerlukan iman, keberanian, serta daya tahan. Ketika Anda merasa tidak sanggup melewatinya sendirian, jangan segan meminta dukungan doa atau bantuan dari saudara-saudari seiman atau orang yang dapat Anda percaya.
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun. – Yakobus 5:11a
Tekun Membuat Anda Kuat
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. – Roma 5:3-4
Daya tahan Anda akan terlatih ketika Anda mengalami masalah, tantangan, cobaan, kesulitan hidup, dan penderitaan. Saat ini terjadi, ada dua pilihan: Anda tekun, atau Anda menyerah. Kalau Anda menyerah, Anda akan frustrasi, kecewa, terpuruk, bahkan kehilangan harapan dan iman. Dengan kata lain, Anda menjadi bulan-bulanan keadaan.
Pilihlah untuk tetap tekun. Namun, jangan hanya karena mengharapkan buah atau hasilnya secara instan. Yang terpenting di sini adalah kemauan Anda untuk menjalani semuanya dengan rela dan gigih. Karena artinya, Anda telah berada di jalur yang benar.
Tentu, ada kalanya Anda perlu bijak, mengevaluasi apakah kesulitan Anda disebabkan karena cara yang tidak tepat. Mungkin motivasi Anda salah, atau minat Anda tidak sejati. Barangkali Anda mengerjakan terlalu banyak hal, atau perlu menyusun gol yang lebih realistis.
Apa pun kendala Anda saat ini, ketekunan berarti Anda tidak menyerah hanya karena satu-dua halangan. Cepat atau lambat, dengan cara yang mungkin tak terpikirkan oleh Anda, buah-buah ketekunan itu akan menghasilkan daging yang manis.
Kunci Keberhasilan
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. – Yakobus 1:4
Menurut Ramana Maharshi, seorang tokoh bijak India, tak seorang pun bisa sukses tanpa usaha dan kerja keras. Mereka yang sukses sesungguhnya berutang kepada ketekunan mereka sendiri.
Orang yang tekun akan bertahan dalam situasi apa pun, meski ia jatuh-bangun. Seumpama menanam bibit pohon, kita tidak mengharapkannya tumbuh besar dalam semalam, bukan? Kita merawatnya dengan saksama, memberinya pupuk, pengairan yang cukup, hingga bibit itu bertunas, tumbuh menjadi pohon, dan menghasilkan buah yang bisa kita nikmati.
Michael Jordan berkata, “Saya gagal lagi dan lagi dan lagi dalam hidup, dan itulah sebabnya saya sukses.” Baginya, para juara tidak menjadi juara karena mereka memenangkan perlombaan, tetapi karena sekian banyak jam, minggu, bulan, dan tahun yang mereka habiskan untuk berlatih.
Bertahanlah sampai akhir, karena ketekunan akan menuai keberhasilan!
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. – Galatia 6:9
Membawa Keselamatan
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. – Matius 24:13
Kita juga membutuhkan ketekunan dalam menjalani kehidupan spiritual. Tuhan ingin Anda dan saya bertahan. Tekun. Sampai kepada kesudahannya. Iblis tidak akan tinggal diam. Dia akan melakukan apa saja agar kita menyerah dan kehilangan keselamatan di dalam Tuhan.
Apa yang membuat Anda ingin menyerah? Kesulitan dalam pekerjaan / bisnis? Pencarian pasangan hidup? Keuangan yang buruk? Cita-cita yang tampak mustahil? Pernikahan yang di ambang kehancuran? Depresi berkepanjangan? Masalah keluarga? Atau, pergumulan melawan dosa?
Teruslah bertekun menjaga fokus Anda kepada Tuhan, meskipun ada banyak pengorbanan yang harus Anda berikan. Teruslah mengandalkan-Nya, dan ingatlah pada kebahagiaan yang akan Anda dapatkan di dalam kasih-Nya.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. – Matius 25:21
Bayangkan suatu hari kelak, Anda bertemu Yesus, dan Dia berkata, “Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia!” Ya, Yesus tengah menunggu kita untuk masuk dalam kebahagiaan bersama-Nya di surga! Mari kita terus bertekun!
-
Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.
Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa
Video Musik:
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya