Devotionals
Ciptakan Perbedaan Besar bagi Dunia Lewat Hal-Hal Kecil Ini
Ketika Anda membaca kumpulan kisah orang-orang besar, dan bagaimana mereka melakukan hal-hal luar biasa, mungkin Anda berkecil hati. Anda merasa tak mungkin bisa sehebat mereka, mengukir sejarah atau menjadi pelopor. Anda juga tidak bisa atau tidak pernah bermimpi untuk mengubah dunia, misalnya dengan menjadi seorang pejabat, pengusaha, ahli, atau pelopor teknologi baru.
Akan tetapi, bukan berarti hal-hal kecil yang kita lakukan tidak ada faedahnya sama sekali bagi sesama. Kadang-kadang, apa yang kita anggap kecil atau sepele ternyata mampu membuat perbedaan besar buat orang-orang di sekitar kita. Apa saja itu?
Tuhan Bisa Menggunakan Hal Kecil untuk Menggenapi Perkara Besar
TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” – Keluaran 4:2
Anda mungkin tidak asing dengan kisah tongkat Musa yang berubah menjadi ular dan memicu tulah (Keluaran 4:1-4, 7:20, 8:5, 8:16), atau tongkat Harun yang berbunga (Bilangan 17:8). Sebatang tongkat sekalipun, benda sederhana untuk menghalau ternak dan alat bantu berjalan, bisa Tuhan gunakan untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
Di masa-masa awal saya mengenal kebenaran firman Tuhan, saya tinggal di Surabaya, sementara kakak perempuan saya di Jakarta. Saya mengirimkan berlembar-lembar surat kepadanya untuk menceritakan bagaimana akhirnya saya menemukan tujuan hidup. Bahwa saya telah diubahkan dan mengerti rancangan Tuhan untuk hidup saya. Berkat surat-surat tersebut, kakak saya pun mulai mempelajari firman Tuhan dan memutuskan untuk hidup seturut jalan-Nya.
“Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” – Matius 17:20
Hal-hal kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi orang-orang di sekitar Anda:
- memberikan pesan atau kartu ucapan untuk menyemangati orang lain
- mengantarkan / mengirimkan makan siang untuk teman yang dirumahkan akibat dampak ekonomi pandemi COVID-19
- membelikan kue ulang tahun buat seorang saudari yang tulus melayani di ministry
- menyumbangkan baju bekas layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan
- mengumpulkan sumbangan untuk saudara-saudari yang sedang kesusahan, dan lain-lain
Tuhan Yesus juga memberikan teladan-Nya dalam hal ini, yang dapat Anda baca selengkapnya di sini.
Tuhan Menghargai Hal Kecil yang Kita Lakukan untuk Sesama
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. – Matius 25:40
Dalam ayat di atas, Tuhan tidak bicara tentang kegiatan spesifik atau kepada siapa kita melakukannya. “Segala sesuatu,” baik hal kecil maupun besar, tetap Dia hargai. “Orang yang hina” adalah mereka yang bukan siapa-siapa, bukan orang hebat, yang mungkin dipandang rendah atau tidak dianggap oleh masyarakat. Tuhan menghargai apa yang kita lakukan untuk sesama, terlepas dari skala pemberiannya.
Bulan Desember 2015, saya berbelanja di sebuah swalayan kecil yang menawarkan paket bingkisan Natal. Saya tertarik membeli, tetapi tidak tahu kepada siapa saya akan memberikan paket tersebut. Lalu, saya teringat salah satu saudari, seorang single mom muda dengan putranya yang masih kecil, yang tidak menonjol dan sering luput dari perhatian.
Saya beli paket tersebut bersama selembar kartu ucapan. Dan, malam itu juga, saya antarkan bingkisan itu ke rumah saudari ini, yang tidak terlalu jauh dari kediaman saya. Saudari ini merasa tersanjung dan terharu menerimanya.
Setelah itu, saya pulang dengan hati yang penuh sukacita. Sebuah bingkisan kecil dengan kartu sederhana itu telah membuat seseorang merasa gembira. Sepanjang perjalanan, saya pun merenung. Betapa indahnya dunia, jika setiap orang mau melakukan sebuah hal kecil untuk orang lain di sekitarnya. Betapa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik!
Tuhan menghargai hal-hal kecil yang Anda lakukan, seperti:
- mengunjungi saudara / saudari yang sedang sakit, memberikan semangat dan mendoakan mereka
- membagikan iman Anda kepada seseorang yang tidak mengenal Tuhan
- meluangkan waktu untuk mengenal saudara-saudari seiman
- menghibur teman yang sedang kesusahan
- menolong saudara-saudari yang sedang lemah imannya
- mendengarkan teman yang sedang membutuhkan sahabat, dan lain-lain
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” – Kisah Para Rasul 20:35
Berikan Apa Yang Ada Padamu
Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” – 1 Raja-raja 17:12
Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi ke Sarfat, yang sungainya mengering akibat hujan yang lama tidak turun. Di sana, Elia bertemu dengan seorang janda. Ia meminta darinya sedikit air untuk minum, dan juga sepotong roti. Janda itu hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak, tetapi ia tetap memberikan apa yang ia miliki untuk Elia.
Mungkin Anda berpikir, bagaimana saya bisa memberi untuk sesama, sedangkan untuk diri sendiri saja tidak mencukupi?
Sesungguhnya memberi itu cukup dari apa yang ada pada Anda, bukan dari apa yang tidak ada. Ingatkah Anda akan kisah janda miskin yang memasukkan dua peser uang yang ia miliki ke dalam peti persembahan (Markus 12:41-44)? Yesus memuji pemberian wanita ini, karena ia memberi dari kekurangannya, yaitu semua yang ada padanya (Markus 12:44).
Jadi, membuat perbedaan besar bagi dunia bisa dilakukan dengan melakukan hal-hal kecil. Apa yang Anda lakukan mungkin bukan sesuatu yang wow, tetapi dengan itu, Anda telah menciptakan perbedaan besar dalam hidup orang lain.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. – Galatia 6:9
Selamat mencoba!
-
Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.
Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa
Video Musik:
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya