Devotionals
Lakukan 2 Hal ini Dalam Membangun Hubungan dengan Pasangan!
Pernahkan Anda merasa lelah dengan hubungan asmara yang sedang Anda jalani, meskipun banyak hal yang sudah Anda lakukan? Sepertinya semua usaha yang Anda lakukan untuk memiliki hubungan seperti yang Anda inginkan belum juga kelihatan hasilnya. Malah, mungkin Anda sedang merasa ingin menyerah dan berpikir untuk menyudahi hubungan tersebut.
Tapi tunggu sebentar. Jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan. Hubungan yang baik tidak tercipta hanya dalam satu malam.
Berpisah dengan pasangan Anda mungkin bukanlah solusi. Kita bisa berpisah dan menjalin hubungan yang baru dengan orang yang baru. Tetapi jika cara kita dalam membangun hubungan bukanlah cara yang benar, maka bisa jadi kita akan terus menerus mengalami masalah yang sama.
Boleh jadi ada cara pandang kita yang keliru tentang hubungan dan pasangan sehingga membuat kita tidak membangun hubungan dengan prinsip yang benar berdasarkan Alkitab. Prinsip apakah itu?
Pasangan adalah Partner Bukan Lawan
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang - 1 Petrus 3:7
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? - 2 Korintus 6:14
Tuhan memberikan kita pasangan untuk menjadi teman atau partner dalam kehidupan kita. Terutama dalam hal kerohanian, karenanya kita perlu mencari dan memiliki pasangan yang seiman dan seimbang. Sehingga kita dapat bertumbuh bersama-sama ke arah Tuhan.
Namun terkadang bukannya sebagai partner kita bisa memandang pasangan kita sebagai musuh. Misalnya pasangan kita masih terus menerus melakukan kesalahan yang sama yang mungkin kita sudah berulang kali membahasnya. Mungkin kita cenderung menghukum dia, memarahi dan menyalahkan. Kita bisa menyakiti pasangan kita dengan kata-kata kasar dan tidak membangun hanya untuk memuaskan emosi sesaat kita.
Atau kita melihat pasangan kita lebih baik dalam beberapa hal, seperti pekerjaan atau karakter. Sehingga membuat kita menjadi minder dan mencari pembuktian diri. Kita menjadi berkompetisi melawan pasangan kita, dan ingin menjadi lebih baik dari dia.
Kedua pandangan di atas tentu harus ditinggalkan jika Anda menginginkan hubungan yang bertumbuh. Pernahkah Anda berpikir, setiap hal yang terjadi dalam hubungan Anda bersama pasangan sebenarnya adalah cara Tuhan mendidik dan menyehatkan kita? Mungkin Tuhan sedang mendidik kita dalam hal kesabaran, atau pengendalian diri. Tuhan juga mau kita mengerti hati dan cara Tuhan untuk memiliki kasih yang tulus dan juga murni. Serta bukan hubungan yang berfokus kepada ego masing-masing.
Cara melihat Pasangan sebagai Partner
Bagaimana caranya supaya kita dapat melihat pasangan kita sesuai dengan rancangan Allah yaitu sebagai partner kita bertumbuh? Mari kita belajar lakukan 2 hal berikut ini.
1. Hilangkan Keegoisan, Si Musuh Utama Hubungan
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. - Roma 12:10
Hubungan yang berfokus kepada diri sendiri lama kelamaan akan membuat kita menjadi tidak happy, lelah, capek, frustasi, dan menuntut pasangan menjadi seperti yang kita mau. Kita tidak tahu atau tidak mau melayani pasangan kita. Tidak belajar mengerti pasangan dan hanya mau diprioritaskan.
Tapi ayat di atas jelas mengatakan kita perlu saling mengasihi dan menghormati satu sama lain, tanpa syarat. Serta secara aktif kita memulai duluan. Mungkin mudah bagi kita menghormati pasangan disaat-saat tertentu saja. Misalnya, ketika hubungan sedang bagus, mood yang stabil atau pasangan kita sedang bersikap baik.
Maukah kita belajar keluar dari keegoisan kita, merendahkan hati dan memiliki kasih yang tanpa syarat? Mari kita terus berdoa agar Tuhan membantu kita keluar dari sifat egois. Juga, sangat baik apabila kita meminta bantuan kepada orang-orang yang dapat membantu, termasuk pasangan jika perlu.
2. Lakukan dengan Kerendahan Hati
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu - Efesus 4:2
Pernahkah Anda melihat hubungan yang sehat tanpa adanya kerendahan hati?
Kerendahan hati bukan hanya tentang siapa yang datang duluan saat sedang terjadi konflik. Tetapi juga kerendahan hati dalam menerima kelemahan pasangan. Terkadang kita bisa menjadi orang yang curang. Kita lebih mudah menerima kekuatan pasangan kita, tetapi kita kurang berusaha untuk menerima kelemahannya. Kita perlu belajar menerima pasangan kita satu paket, yaitu kekuatan dan kelemahannya.
Jika bukan kita yang menerima kelemahan pasangan, maka siapa lagi? Tidak mungkin orang lain kan? Jika saat ini kita masih kesulitan untuk menerima kelemahan pasangan, kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh. Supaya Tuhan memberikan hati yang lembut dan bisa menerima kelemahan pasangan, sebagaimana Tuhan pun telah terlebih dahulu menerima sepenuhnya diri kita, baik itu kelemahan dan kekuatan kita.
Berjalan Bersama, Tumbuh Bersama
It’s not about me or you, it’s about us. Hubungan yang baik tercipta ketika Anda dan pasangan mau bekerja sama. Itulah mengapa kerendahan hati, bukan keegoisan, menjadi hal yang utama.
Mari terus melihat pasangan sebagai partner bertumbuh kearah Tuhan. Dengan terus belajar menghilangkan keegoisan kita dan senantiasa memiliki kerendahan hati untuk menerima kekuatan dan kelemahan masing-masing. Kiranya Tuhan memberkati hubungan Anda dengan pasangan. Semangat!! - Related Articles:
-ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya