Devotionals
3 Cara Menjadi Teman Baik Ayah
Alangkah indahnya jika anak dapat menjadi teman baik bagi ayahnya. Sebagai sosok orang tua selain ibu, hubungan yang dekat antara ayah dan anak adalah niscaya.
Sedihnya, kenyataan tidak selalu seindah itu. Tidak semua ayah mendidik dengan kasih. Banyak anak sulit memiliki hubungan dengan sang ayah, malah bisa jadi anak bisa sangat takut dan menyimpan sakit hati terhadap ayahnya. Boleh jadi, Anda turut mengalami hal tersebut.
Namun, seperti apapun ayah Anda, ia tetaplah ayah Anda. Bahkan ketika ia sudah menua dan lanjut usia, hubungan itu tidak akan terputus. Mengasihi ayah selaku orang tua, bahkan teman dekat, adalah sesuatu yang baik untuk diusahakan.
Hubungan Saya dengan Ayah
Saya memahami hal tersebut karena itulah yang saya usahakan dengan ayah saya sendiri.
Saya tak pernah ragu bahwa ayah saya adalah ayah yang sangat baik bagi anak-anaknya. Beliau adalah figur seorang pekerja keras dan melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai contoh, ayah saya rela bangun pagi-pagi sekali untuk berjualan kue basah di pasar tradisional. Saat keuntungan kue tidak mencukupi, beliau rela bekerja sebagai penjual daging potong keliling. Apa saja asal benar, akan dilakukan ayah saya untuk menghidupi keluarganya.
Karena sifat ayah yang dominan, saya menjadi takut mendekat padanya. Ada perasaan tak aman untuk mendekat padanya. Pikir saya, “Jangan-jangan, nanti saya dimarahi habis-habisan.” Pernah saya merasa sakit hati dengan perkataannya. Kadang, omelannya bagai pedasnya cabai merah mengenai kelopak mata. Syukur, saya bisa mengampuni kesalahan ayah saya.
Dia kini berusia 80 tahun, tidak bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Saat saya mengunjunginya, dia akan sangat senang dan semangat bercerita kepada saya. Meski sedang lelah, saya akan menanggapinya dengan antusias.
Di waktu senggang, kami akan berekreasi bersama. Bahkan, di salah satu kesempatan, saya mengajak ayah berdoa bersama. Jujur, ada rasa canggung, tapi itu adalah harga yang harus dibayar untuk menjadi teman baik baginya.
Cara Menjadi Teman Baik bagi Ayah
Saat ayah kita sudah tua, mereka cenderung merasa kesepian. Anak-anak sudah mandiri dan fokus akan keluarga masing-masing. Kesepiannya akan makin bertambah jika sang istri sudah berpulang terlebih dahulu.
Ayah Anda memerlukan kehadiran seorang teman baik dalam hidupnya. Teman untuk berbagi, berkomunikasi, dan memberi semangat dalam masa tua.
Untuk mewujudkan hal itu, berikut adalah 3 hal yang bisa dicoba.
1. Tetap Hormati Ayah Anda
Meski ayah telah menua dan tak sekuat dulu, rasa hormat Anda haruslah tetap sama. Dia tetaplah ayah Anda. Dia adalah sosok yang dipercayakan Allah menjadi orang tua Anda.
Menghormati orang tua bukan hanya karena Anda ingin membalas segala kebaikannya. Anda perlu menghormatinya karena itu adalah kehendak Tuhan bagi Anda, selaku anaknya.
Seperti tertulis di Efesus 6 : 2-3, “Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini. Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di dunia ini.”
Apa yang dapat Anda lakukan sebagai sikap hormat kepada ayah Anda? Anda bisa menyapa dengan hangat setiap mengunjungi atau bertemu. Bisa juga inisiatif menanyakan kabar dan berbincang-bincang dengannya. Tak lupa, berbicaralah dengan bahasa dan nada yang sopan. Mungkin dia sudah menua dan seolah tak bisa melakukan banyak hal, tetapi dia tetap sosok yang perlu dihormati.
2. Mengampuni Seperti Tuhan Telah Mengampuni Kita
Matius 18:21-22 “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.”
Tidak ada batasan dalam mengampuni. Itu adalah hal yang diajarkan Tuhan kita, Yesus Kristus. Berapa kali orang menyakiti hati, kita harus tetap mengampuninya. Begitu pula sikap kita terhadap ayah.
Sebagai manusia tidak sempurna, ayah Anda tak lepas dari kesalahan. Mungkin tak ada maksud sengaja menyakiti perasaan Anda, dia hanya ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya.
Sungguh menyedihkan jika melihat ada anak yang tak mau bertegur sapa dengan ayahnya sendiri. Oleh karena sakit hati, ada anak yang berjanji tak akan mengunjungi ayahnya. Kalau pun bertemu, dia akan diam seribu bahasa. Tidakkah hal ini sangat menyedihkan?
Menyimpan sakit hati dan tidak mau mengampuni adalah penghalang terbesar untuk menjadi teman baik bagi ayah. Kita yang orang berdosa dan banyak kesalahan, tetapi Tuhan memilih untuk mengampuni. Demikianlah Tuhan juga berharap Anda lakukan kepada ayah Anda.
Mengampuni adalah langkah awal bagi kita untuk membangun hubungan baik dengannya.
Apakah mengampuni saja sudah cukup untuk menjadi teman baik bagi ayah? Hal itu baik, tetapi akan lebih jauh lebih baik jika Anda mulai melangkah melakukan perbuatan untuk mengasihi dia.
3. Bangun Hubungan dengan Ayah Kita Selayaknya Teman Baik
Kasih dan pengampunan Anda akan semakin efektif jika ditunjukkan melalui perbuatan.
Seperti tertulis di Yakobus 2:18, “Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku iman itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
Membangun hubungan dengan ayah memerlukan usaha dan pengorbanan. Bagaimana caranya?
Pertama adalah turut serta dalam hobi atau kesenangan ayah Anda. Jika beliau suka memelihara ikan atau hewan peliharaan lainnya, kita dapat turut menunjukkan ketertarikan yang sama. Misalnya: membantu membersihkan akuarium, membelikan makanan hewan, atau memberitahu info-info terkini tentang hobinya tersebut.
Kedua, Anda bisa menyediakan waktu untuk menemaninya berelaksasi. Maksudnya adalah kita bisa mengajaknya berwisata yang aman sesuai kondisinya sebagai lanjut usia.
Ketiga adalah Anda dapat mengajaknya berdoa dan bercerita dari hati ke hati. Dengan doa bersama, tiap pihak dapat mencurahkan perasaannya kepada Tuhan, sekaligus kepada satu sama lain. Percayalah! Ini adalah cara efektif dan ajaib untuk membangun hubungan dengannya. Singkirkan rasa malu dan canggung! Ganti dengan keyakinan bahwa berdoa bersama ayah akan menyenangkan hati Bapa di surga.
Seusai berdoa, Anda dapat saling berbagi sukacita dan perasaan masing-masing.
Kasihi Ayah Anda Sebelum Terlambat
Mengapa kita perlu menjadi teman baik bagi ayah kita? Waktu masih anak-anak, ayah telah berjuang memenuhi kebutuhan hidup kita. Dia telah melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kita. Saat dia sudah menua dan lanjut usia, saatnya kitalah yang membahagiakan dirinya.
Menjadi teman dan mengasihi ayah bukan hanya karena kita ingin membalas jasa-jasanya, tetapi inilah yang diinginkan Tuhan untuk kita lakukan. Hal itu akan menyenangkan hati Bapa kita di surga.
Tak selamanya ayah akan ada bersama kita. Usia di dunia ada batasnya. Sebelum terlambat, mari kita lakukan bagian terbaik untuk menjadi teman baik baginya.
Beranikah hari ini kita menemui ayah dan mengatakan: “Saya mengasihi ayah” ? - Related Articles:
-ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya