Kembali ke Blog

Devotionals

Anak Jadi Terang di Sekolah? Begini Caranya!

Oleh ayu single · 27 Mei 2022 · 5 menit baca
Anak Jadi Terang di Sekolah? Begini Caranya!

Sekolah membentuk hidup anak-anak.  Hampir sebagian besar waktu mereka - 6-8 jam - dihabiskan di tempat itu. Mereka banyak berinteraksi, baik dengan teman-teman maupun dengan guru. Mereka pun mendapat pelajaran akademis dan pengalaman hidup. Di sekolahlah seorang anak akan bertumbuh dan dibentuk menuju masa dewasa.

Pastilah kita akan bangga ketika anak berprestasi, bersikap baik, dan rajin belajar di sekolah. Namun, itu semua ditentukan oleh karakternya di rumah. Itulah mengapa, di sinilah peran penting orang tua untuk mendidik anak.

Tantangan Anak di Sekolah

Sebagai orang percaya, kita percaya kita perlu hidup dalam terang. Yakni menunjukkan karakter dan kasih Kristus kepada sesama. Jika kita hidup seperti itu, tentulah anak-anak kita akan mengikuti, bukan?

Masalahnya, perlu usaha dan komitmen agar anak juga hidup dalam terang. Orang tua dan anak harus bisa bekerja sama. 

Biasanya ada dua tantangan utama yang kerap terjadi. 

Pertama adalah tantangan kedisiplinan. Misalnya dalam hal jam masuk sekolah, mengumpulkan tugas-tugas, serta mematuhi peraturan  yang berlaku. 

Masuk kelas tepat waktu adalah satu disiplin yang penting. Dengan begini, anak akan terbiasa mengatur waktu, sehingga tahu kapan tidur dan bangun. Terbiasa masuk kelas tepat waktu akan mengajar anak untuk juga menghargai waktu.

Mengumpulkan tugas-tugas sekolah juga sangat perlu diperhatikan. Agar anak mengerjakan dan mengumpulkan tugas sebagaimana mestinya, orang tua perlu memotivasi anak untuk melakukannya secara rutin.

Kemudian, ada lagi masalah menaati peraturan. Bagaimana anak bersikap santun dan pantas kepada teman dan kepada guru. Masalah ini biasanya tampak ketika anak menginjak remaja.

Tantangan kedua adalah masalah akademis atau kecerdasan. Perlu disadari, bakat anak berbeda-beda. Ada yang jago dalam matematika, ada yang jago dalam olahraga. Ada yang berbakat dalam seni, ada yang berbakat dalam sains. Mengetahui bakat anak adalah sama dengan mempersiapkan masa depannya.

Selain itu, penting agar anak mengetahui cara belajar yang tepat. Ini agar mereka dapat memahami materi dengan baik, dan mampu membentuk kebiasaan belajar yang efektif. Jika anak mendapat nilai bagus, tentulah ia akan membuat bangga kita selaku orang tua.

Inilah tantangan yang perlu kita hadapi, agar anak menjadi terang di sekolah. Selaku otoritas di dalam keluarga, kita perlu membantu anak agar bisa melewati keduanya.

Langkah-Langkah Membentuk Anak

Ada beberapa cara untuk membangun anak menjadi terang di sekolah. 

Kenali Kecerdasan Anak 

Menurut Howard Gardner, tokoh pendidikan dan psikolog, kecerdasan manusia tidak hanya diukur dari nilai akademis. Manusia memiliki kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan logika (intelligence quotient, IQ), dan kecerdasan emosional (emotional quotient, EQ). Ada lagi sembilan kecerdasan manusia, antara lain kecerdasan linguistik, logika-matematika, kinestetik, spasial, musikal, moral, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal.

Mengapa mengenali kecerdasan anak adalah sangat penting? Karena itu sangat membantu kita mengenali bidang-bidang kelebihan anak. Kita juga dapat memilih sekolah dan jurusan yang tepat bagi anak kita. Jangan berkecil hati jika nilai anak di satu bidang kurang baik. Mereka memiliki bidang lain yang bisa dikembangkan. 

Perlu diingat bahwa Tuhan memberikan kelebihan, talenta dan kecerdasan yang unik pada setiap orang. Seperti yang diberikan-Nya kepada Aholiab, ahli pahat, dan juga kepada para ahli lain, untuk mendukung pembangunan bait Allah.

Keluaran 31 : 6a : Juga aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah kuberikan keahlian.

Setiap anak memiliki kemampuan dan kelebihan yang istimewa. Anda dapat membantu anak untuk menemukan bakatnya itu, dan meningkatkannya.

Menanamkan Pentingnya Sikap Disiplin pada Anak

Amsal 13:24 berkata, Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya. 

Amsal tadi tidak mengajarkan secara frontal agar orang tua menghajar anaknya. Akan tetapi, ayat tersebut mengandung makna bahwa  ajaran disiplin bagi anak sangat penting. 

Agar anak terus menjadi terang, tugas kita untuk menanamkan disiplin kepadanya. Ia perlu tahu kapan tidur dan kapan bangun tidur. Tahu kapan mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Paham kapan waktunya belajar dan kapan bermain. Di sinilah peran orang tua, untuk menerapkan disiplin yang bijak.

Praktisnya, Anda dapat mengatur jam bermain dan belajar anak, kapan anak tidur dan bangun, dan memastikan semua tugas-tugas telah dikerjakan.

Orang Tua Menjadi Teladan di Rumah

Yang juga penting diperhatikan: contoh yang kita beri kepada anak. Anak akan melihat apakah kita sudah menjadi teladan terlebih dahulu bagi mereka. Apabila tidak, mereka akan sulit menerima nasihat.

Anak perlu melihat bahwa orang tuanya pun berjuang menjadi terang. Kualitas hubungan dan pernikahan kita menjadi perhatian mereka. Coba bayangkan, bagaimana anak terinspirasi menjadi terang jika melihat pernikahan kita tidak membangun? 

Efesus 5: 22, 25 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.   Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 

Ketika anak melihat Anda mengasihi pasangan Anda, anak akan merasa aman dan stabil secara mental. Ini akan membantu anak untuk bisa lebih lagi berprestasi di sekolah. 

Selain pernikahan, anak juga melihat integritas Anda dalam memenuhi peran sebagai orang tua. Sebagai kepala keluarga, Anda perlu menunjukkan rajin bekerja dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga. Sebagai ibu, anak perlu melihat sisi melayani, kasih, dan kebijaksanaan sang ibu. 

Ketika Anda menjadi teladan, anak tentu akan lebih mudah mengikuti nasihat Anda.

Terang di Rumah, Terang di Sekolah

Orang tua mana yang tidak bangga, jika anaknya menjadi terang di sekolah? Tidak hanya kepada orang tuanya, tetapi juga kepada anak itu sendiri.

Mereka akan dilatih sedini mungkin tentang tanggung jawab, disiplin, kejujuran, dan etika. Hal inilah yang akan terus mereka bawa sampai dewasa.

Pula, kita sebagai orang tua akan merasa bahagia. Karena hasil didikan kita, anak mulai menapaki masa depan dengan baik. Tidakkah ini menyenangkan hati Bapa juga?

Referensi : 9 macam kecerdasan manusia : https://edukasi.kompas.com>read https://edukasi.kompas.com>read Related Articles:

-