Kembali ke Blog

Devotionals

Tahu Allah Sumber Kuatku? Ini Dia Arti Liriknya

Oleh owen admin · 21 Desember 2022 · 4 menit baca
Tahu Allah Sumber Kuatku? Ini Dia Arti Liriknya

“Allah sumber kuatku dan bagianku, selamanya, selamanya”. Demikian lirik bait terakhir sebuah lagu rohani kesukaan saya. Biasanya lagu tersebut didendangkan di gereja menjelang Firman Tuhan dikhotbahkan.  

Ya, lagu tersebut berjudul Allah Sumber Kuatku. Dengan irama yang bertempo cukup cepat, dapat memacu adrenalin pendengarnya. Kegalauan pun dapat terurai saat sungguh-sungguh mendengarkan lirik lagu tersebut.  Saya pribadi merasa diingatkan, Tuhan adalah sumber kekuatan saya..

Akan tetapi, yang tak kalah menarik adalah liriknya. Lirik Allah Sumber Kuatku begitu dalam dan punya banyak hal untuk dipelajari. 

Lirik Lagu Allah Sumber Kuatku

Memangnya seperti apa ya lirik lagu “Allah Sumber Kuatku” ini? Mari kita selami lebih dalam!

Meski tidak setiap kita bertalenta menjadi penyanyi, tak ada salahnya mempelajari lirik lagu ini. 

Hanya Kau milikku di surga

Tiada yang kuingini di bumi hanya Kau

Tak kuandalkan kekuatanku

Namun yang pasti, Kau tetap selamanya

Allah sumber kuatku

Allah sumber kuatku 

Allah sumber kuatku dan bagianku

Selamanya

Mudah dan indah, bukan? Mungkin kita sering menyanyikannya di gereja. Sudah sering rasanya kita memuji Tuhan dengan lagu ini.

Meyakini bahwa Allah Sumber Kekuatan Kita

Namun, lebih dari sekadar nyanyian, lagu ini juga memberi inspirasi dan kekuatan. Seakan memberi tahu kita, bahwa Tuhan sungguh berkuasa dan sanggup menolong.

Kali ini kita akan mencoba lebih memahami, mengapa Allah Sumber Kuatku begitu menguatkan dan menginspirasi.

1. Hanya Tuhan Milik Kita

Lagu ini dibuka dengan kalimat, Hanya Kau milikku di surga. Tiada yang kuingini di bumi hanya Kau.”

Kalau saya boleh meresapi lirik awal lagu ini, menggambarkan keadaan seseorang yang sedang mengalami pergumulan dan tantangan. Saat keadaannya begitu terdesak, muncul sebuah keyakinan, “Hanya bersama Tuhanlah keinginan saya. Kehidupan dunia beserta kesulitannya hanya sementara, saya ingin bersama Tuhan suatu hari nanti.”

Apakah hal di atas juga mewakili keadaan kita hari ini?az

Kita diciptakan Tuhan di dunia tanpa sehelai benang pun. Suatu saat, kita akan kembali pada-Nya tanpa membawa apapun juga. Jika tak satupun harta akan kita bawa ke surga, bukankah kita akan menghargai Tuhan sebagai harta terbesar kita?

Andai tidak memiliki apa-apa lagi di dunia, kita masih memiliki harta tak ternilai di bumi ini. Seperti judul poin di atas, Tuhanlah milik kita. Dia akan menyertai setiap langkah kaki kita. 

Mazmur 73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Dengan Tuhan sebagai milik Anda, Anda tentu dapat merasa lebih aman menjalani hidup ini.

2. Tuhan Memberi Kekuatan

Lirik selanjutnya, “Tak kuandalkan kekuatanku. Namun yang pasti, Kau tetap selamanya.”

Pernah bersandar pada kekuatan diri sendiri? Saya sangat pernah melakukannya. Dengan gelar sarjana dari universitas ternama, dan nilai-nilai akademis yang baik, saya percaya akan hidup sukses. Saya percaya akan hidup enak dan nyaman, seperti impian saya. 

Namun, kenyataannya pekerjaan tidak sesuai pengharapan saya. Saya tertekan hingga merasa tidak memiliki apa-apa lagi. Titik terendah itu menyadarkan saya.  Saya tak dapat mengandalkan diri sendiri. Saya memerlukan Tuhan.  Saya perlu kekuatan dari-Nya. 

Mungkin Anda pernah mengalami apa yang saya rasakan. Saat hidup tak sesuai impian, saat berada pada titik terendah, kita akhirnya tersadar. Hanya Tuhanlah sumber kekuatan kita.

Saat tantangan hidup menerjang, gelombang PHK menerpa, resesi ekonomi yang akan terjadi, mudah sekali untuk berputus asa. Namun, haruskah kita menyerah? Tentu tidak! Ada Tuhan yang akan menyertai setiap langkah kita.

Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Ketika Anda merasa tak kuat lagi, itulah saatnya Anda berserah. Tuhan pasti akan memberi kekuatan pada waktu yang tepat.

3. Muliakan Tuhan dalam Hidup Kita

Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku dan bagianku, selamanya.” Demikianlah lirik terakhirnya. Apa yang bisa kita pelajari?

Saat kita bersandar pada Tuhan, kita akan termotivasi memuliakan Dia dalam hidup ini. Orang sekitar bisa melihat dan merasakan adanya perbedaan dalam sikap hidup kita. Semangat dan penyerahan diri kita akan terpancar keluar. Mereka bisa merasakan radiasi suka cita kita akan Tuhan.    

Mazmur 86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; 

Untuk itu, kita perlu memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Caranya? Dengan benar-benar hidup dalam apa yang Ia sudah ajarkan setiap hari. Demikian kata Matius 7:24-25, 

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Nama Tuhan akan dimuliakan jika kita sungguh berpijak pada Tuhan dan hidup dengan cara yang berbeda. Bagaimana cara hidup Anda hari ini?

Tuhan Akan Memberi Kekuatan

Dalam segala keadaan, suka maupun duka, mari kita meyakini “Allah Sumber Kuatku”. Tentu kita harus percaya bahwa diri kita akan mampu menghadapi badai hidup. Namun, bukan berarti mengandalkan diri sendiri. 

Ada suatu kuasa yang tak terbatas. Kuasa yang telah menciptakan seluruh alam semesta. Kuasa yang telah menciptakan dan menempatkan batas-batas kediaman manusia. Dia adalah Tuhan kita yang Maha Kuasa. 

Oleh karena itu, mari bersandar pada kekuatan Tuhan yang luar biasa! Dia akan memberi kekuatan dan pengharapan.

Related Articles:

-