Novel Coronavirus atau Coronavirus Disease (COVID-19) adalah wabah pandemik yang saat ini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Cepatnya penularan virus ini membuat masyarakat global ketakutan. Orang-orang menyetok barang kebutuhan sehari-hari, karena khawatir pergerakan mereka semakin dibatasi. Masker dan produk antiseptik menjadi barang langka lantaran setiap orang ingin melindungi diri masing-masing.

Hal yang paling dibutuhkan dunia saat ini adalah harapan. Jadi, akankah kita yang mengaku anak-anak Allah jatuh dalam keputusasaan? Bukankah iman adalah mempercayai apa yang belum kita lihat? Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai pengikut Kristus?

Di tengah situasi penuh kepanikan dan ketakutan ini, kita perlu senantiasa berdoa, berpegang pada firman Tuhan, dan menjaga kesehatan pribadi serta keluarga. Namun, ketika rasa takut terus mencengkam hidup Anda, kuatkan hati dan pikiran Anda dengan tiga hal ini:

1. Kebenaran Itu akan Memerdekakan Kamu

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – Yohanes 8:32

Sejak wabah virus corona menyebar ke seluruh dunia, kita tidak dapat beraktivitas sebebas biasanya. Sebagian orang bahkan harus tinggal di lokasi karantina dan mengisolasi diri. Beberapa negara dengan penyebaran virus cukup luas sudah melakukan lock down dan membatasi pergerakan penduduk mereka. Di Indonesia, hampir sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem belajar di rumah. Kantor-kantor pun memberlakukan sistem work from home (WFH) sebagai praktik nyata anjuran social distancing dari pemerintah dan WHO (World Health Organization)

Selain pembatasan aktivitas ini, banyak orang juga dikuasai perasaan tidak berdaya. Rasa takut, panik, dan cemas menyelimuti keseharian kita. Setiap detik, informasi mengenai virus corona memenuhi dinding media sosial kita. Dengan semakin banyaknya orang-orang yang terinfeksi, ketakutan kita pun semakin bertambah. Kita seperti kehilangan kemerdekaan, baik secara fisik maupun mental.

Lalu, apa maksud firman Tuhan bahwa “kebenaran itu” akan memerdekakan kita? 

Merdeka dari Apa?

Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” – Matius 8:26a

Ada 365 ayat di Alkitab yang memuat kata “jangan takut.” Ketakutan merupakan pintu menuju dosa, karena itu menunjukkan bahwa iman kita tidak lebih besar daripada masalah kita. Demikian pula dengan kekhawatiran. Ketika rasa cemas dan takut membuat kita lebih bergantung kepada diri sendiri atau hal-hal lain di luar Tuhan, kita akan jatuh ke dalam dosa. 

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” – Yohanes 8:34

Kebenaran yang Seperti Apa?

Firman Tuhan adalah kebenaran. Kebenaran bahwa Tuhan adalah Allah kita, yang mengontrol segala-Nya. Kebenaran bahwa Tuhan yang kita miliki jauh lebih besar daripada apa pun. Kebenaran bahwa Dia, pemilik dan pencipta alam semesta, punya rencana terbaik bagi kita, meskipun mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Kebenaran bahwa Tuhan mengasihi dan melindungi anak-anak-Nya

Alkitab berisi kebenaran bahwa kita tidak perlu takut akan maut, karena yang paling harus kita takuti adalah kematian kekal, bukan kematian secara fisik (Matius 10:28). Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga (Yohanes 14:3). Jika kita memegang teguh semua janji Tuhan, kita akan hidup dengan mental merdeka

Kenyataannya, banyak orang yang terlihat merdeka, tetapi sebenarnya belum merdeka. Mereka menjadi budak dosa. Hidup mereka terlilit ketakutan akan utang, oleh kebohongan demi kebohongan yang mereka buat. Mereka menjadi budak uang (hidup hanya untuk mengejar uang), dan bahkan seperti istilah yang sedang trendi, budak cinta (mengutamakan cinta romantis di atas segalanya dan mau melakukan apa pun demi pasangan). 

Percayalah bahwa kemerdekaan dari Allah sudah memerdekakan kita. Hal ini bukan berarti kita tidak perlu taat pada peraturan pemerintah atau boleh bersikap semaunya. Kita harus tetap menjaga kebersihan dan melakukan social distancing. Namun, kita tak perlu khawatir berlebihan. Marilah hidup selayaknya orang beriman, karena bukankah kekhawatiran tidak akan menambah sehasta pun umur kita di bumi (Matius 6:27)?

2. Tuhan Mengontrol Segalanya

Apakah mewabahnya virus corona merupakan sebuah kebetulan? Jika tidak, apakah ini adalah rencana Tuhan? Kalau memang demikian, mengapa Tuhan merencanakan yang jahat bagi umat manusia? Bukankah Alkitab mencatat bahwa Tuhan mengasihi kita?

Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. – Pengkhotbah 3:11b

Ada banyak hal di dunia yang belum kita ketahui jawabannya, karena pengetahuan kita akan Tuhan terbatas. Namun, kita dapat belajar dari kisah Ayub. Dalam kitab Ayub, diceritakan bagaimana hidup seorang yang sangat saleh sekalipun bisa berubah seratus delapan puluh derajat dalam waktu singkat. Ayub menjadi sangat menderita dan kehilangan segalanya. Dan, apakah ini karena Tuhan jahat? Tidak. 

Ayub 1:8 justru menuliskan betapa bangganya Tuhan terhadap Ayub. Tuhan mengizinkan Ayub dicobai iblis, tapi Dialah yang mengontrol segalanya. Tuhan memberi batasan kepada iblis: apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap Ayub.

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. – Ayub 1:11-12

Kita ingin wabah pandemik ini segera berlalu. Kita ingin segala sesuatu kembali normal. Namun, kita harus percaya, bahwa Tuhan yang Maha Kuasa mengontrol semuanya, dan tidak ada satu hal pun yang terluput dari kuasa tangan-Nya. Kalau burung-burung pipit pun tidak Dia lupakan dan sehelai rambut di kepala kita pun tidak lepas dari pengawasan-Nya (Lukas 12:6-7), kebenaran ini tentu akan menenangkan hati kita

TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. – Mazmur 33:13-14 

3. Tuhan akan Memberi Jalan Keluar

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. – 1 Korintus 10:13

Ayat di atas adalah janji Tuhan untuk kita. Dia tidak akan mencobai manusia di luar batas kekuatan kita. Dan, ketika kita mengalami pencobaan, Dia akan memberikan jalan keluar.

Mungkin kita tidak dapat berbuat banyak di tengah pandemik virus corona. Namun, kita bisa melakukan sesuatu yang kita percayai memiliki kuasa yang sangat besar, yaitu berdoa

Kita dapat berdoa untuk mereka yang terinfeksi agar dapat sembuh. Untuk para petugas medis yang sedang bekerja keras di lini terdepan. Untuk para ilmuwan, agar segera menemukan metode pengobatan yang efektif. Untuk para pejabat pemerintahan, agar diberi kebijaksanaan dalam masa-masa sulit ini. Kita berdoa untuk keamanan semua orang di seluruh dunia. Dan juga, untuk hati kita, supaya tetap fokus kepada Tuhan.

Prayer is not an extra option nor is it a last resort when all other methods have failed. When may works, man works. But when man prays, God works! Doa bukanlah pilihan tambahan ketika semua cara gagal. Manusia mengerjakan apa yang mampu ia kerjakan. Namun, ketika manusia berdoa, Tuhanlah yang bekerja!

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! – Mazmur 33: 18-20

Ketika seluruh dunia sedang menghadapi tantangan berat, mari kita terus percaya bahwa kebenaran yang berasal dari Tuhan telah memerdekakan kita, termasuk dari rasa takut dan khawatir. Percayalah bahwa Tuhan mengontrol segalanya, dan Dia akan memberikan kita jalan keluar. Tuhan tidak pernah gagal menepati janji-Nya. His will will be done. God bless us!

Selain menjaga iman dan bertekun dalam doa, terapkan juga sejumlah langkah praktis untuk mencegah penularan virus corona yang bisa Anda lihat di sini.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: