What You Value is What You’ll Have [Compassion & Forgiveness] – Part 6

Pernahkah Anda membuat daftar kebaikan-kebaikan pasangan Anda? Apa yang Anda rasakan ketika membuat daftar yang penuh kebaikan tersebut? Mungkin hal-hal itulah yang akan membuat Anda kembali jatuh cinta setelah sekian lama. Tetapi, di sisi lain…sadarkah bahwa orang yang sama – yang memiliki semua kelebihan itu – juga merupakan seorang pendosa? Orang yang menjadi bagian terdekat dari diri Anda – salah satu hal yang paling Anda kasihi – juga merupakan makhluk yang tidak sempurna dan dapat menyakiti Anda dengan cara yang mungkin tidak Anda bayangkan sebelumnya.

Seperti yang Alkitab katakan, “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa.” (Pengkhotbah 7:20). Jadi, Anda bisa pastikan bahwa pasangan Anda pasti akan melakukan kegagalan. Oleh karena itu, dibutuhkan nilai yang dapat menjadi perekat dalam hubungan pernikahan, yaitu belas kasih dan pengampunan.

Lantas pertanyaan berikutnya adalah apa yang harus Anda perbuat jika pasangan Anda gagal atau tidak menjadi yang seperti Anda harapkan? Bagaimana dengan ketidakmampuannya melakukan peran yang dibutuhkan? Bagaimana dengan luka-luka emosional masa kecil yang akhirnya terbawa ke dalam pernikahan?

Hanya ada sedikit jawaban untuk berbagai pertanyaan-pertanyaan tersebut:

  1. Anda dapat menghukum pasangan Anda atas ketidaksempurnaannya
  2. Anda memutuskan untuk mengasihi dia terlepas apapun keadaannya

Alkitab berkata bahwa, “…sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1 Petrus 4:8). Tak ada hal apapun dalam pernikahan yang dapat menghancurkan secara permanen, bila pengampunan bisa hadir disana. Tak ada kegagalan yang terlalu besar bagi kasih karunia. Tak ada luka yang tak dapat disembuhkan oleh kasih. Namun, agar semua keajaiban ini bisa terjadi dibutuhkan belas kasih dan kelembutan hati.

Apa artinya belas kasih dan kelembutan hati disini?

Pertama, ini berarti Anda bersedia memaafkan jika ada hal-hal yang salah atau tidak sesuai ekspektasi akan standar yang ideal. Anda merendahkan hati untuk bisa teridentifikasi dengan pasangan Anda, dimana saat itu mungkin sedang tidak bisa menjadi seseorang seperti yang Anda harapkan.

Kedua, jika pasangan Anda gagal, ini bukan berarti secara moral Anda lebih superior. Justru hal ini berarti Anda berada di posisi yang lebih kuat untuk menolong dia. Tuhan tidak pernah menggunakan kedudukan yang lebih kuat untuk menghancurkan, melainkan untuk menolong.

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

(Kolose 3:12-14)

Wow! Betapa indahnya Alkitab menggambarkan hal ini – kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Bagaimana kira-kira hidup pernikahan Anda jika setiap kali pasangan Anda gagal dan hal-hal inilah yang Anda kenakan? Pastilah banyak sekali pernikahan yang bisa tersembuhkan.

Tapi, sayangnya ini bukanlah cara alami manusia bereaksi. Reaksi alami manusia adalah mengeraskan hati jika diserang atau tersakiti. Mengeraskan hati merupakan pembunuh hubungan yang sejati (true relationship killer). Kegagalan/ketidakmampuan pasangan bukanlah penyebab perceraian, namun mengeraskan hatilah yang menjadi akarnya. Inilah mengapa Alkitab sangat menghargai yang namanya kelembutan hati.

Kelembutan hati dapat mencakup beberapa aspek:

  1. Kelembutan hati mampu mengidentifikasi dosa serta kegagalan.

Pastikanlah Anda memiliki kerendahan hati terhadap kegagalan pasangan Anda. Jika Anda berpikir bahwa Anda yang paling benar, maka Anda berada dalam masalah besar! Anda sendiri memiliki dosa, dengan mengingat hal ini maka Anda akan lebih murah hati dalam mengampuni kegagalan pasangan.

2. Kelembutan hati mampu mengidentifikasi kelemahan.

Ketidakmampuan untuk bersikap rapuh (vulnerable) adalah akar utama mengapa seseorang mengeraskan hati. Jika Anda sendiri menjauh dari rasa sakit dan sikap vulnerable, maka otomatis Anda pun tak akan mampu teridentifikasi dengan rasa sakit yang pasangan Anda alami. Belajarlah untuk bertanggungjawab dengan rasa sakit Anda, sehingga Anda akan lebih memiliki empati terhadap pasangan.

Jika Anda menjadi marah terhadap kelemahan pasangan, ini berarti menggunakan posisi yang lebih kuat untuk menghancurkan. Belajarlah untuk teridentifikasi dengan kelemahan pasangan Anda. Jadilah partner dalam perjalanan yang menyembuhkan, bukan menjadi hakim.

3. Kelembutan hati mampu membuka kesempatan untuk vulnerable sekali lagi.

Seringkali, orang-orang membangun tembok dari luka-luka masa kecil yang berbunyi, “Aku takkan membiarkan siapapun menyakitiku lagi.” Strategi ini mungkin berhasil pada fase lajang. Namun, dalam hidup pernikahan hal ini justru menciptakan tembok yang sulit ditembus. Kedekatan yang nyata akan sulit tercipta. Saat Anda disakiti dan pasangan Anda bertobat dari kegagalannya, berikan diri Anda kesempatan untuk vulnerable sekali lagi. Hal inilah yang juga Tuhan lakukan terhadap kita.

4. Kelembutan hati membuka kesempatan untuk bertobat.

Pengampunan dan kelembutan hati berasal dari pihak yang disakiti. Tapi, agar hal ini bisa bekerja secara seimbang, maka pihak yang menyakiti pun harus sadar dan bertanggungjawab atas kegagalan yang ia lakukan serta menunjukkan perubahan yang berasal dari hati. Tanpa kerjasama seperti ini, percuma saja bila pihak yang disakiti membuka kesempatan…karena pada hakikatnya, kita membuka diri kepada orang yang dapat dipercaya. Ini bukan berarti orang tersebut lantas harus melakukan perubahan yang sempurna, namun setidaknya orang tersebut akan sungguh-sungguh mencoba.

Belas kasih, kelembutan hati, dan pengampunan memastikan manusia-manusia yang tidak sempurna bisa mengalami perjalanan tentang kasih serta hubungan sejati untuk waktu yang lama. Kenakanlah hal-hal ini dalam pernikahan Anda.

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official