Apakah Tuhan Itu Adil?

Gereja gkdi lagu

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan tidak adil dalam hidup ini? Seolah-olah, hidup ini terdiri atas dua bagian: mereka yang bahagia dan mereka yang tidak bahagia. Ada yang memiliki segalanya, ada yang kekurangan. Ada yang tampak mudah hidupnya, dan ada yang harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup.

Sebagian orang diberkati dengan kasih sayang yang melimpah dari orang tua. Namun, ada juga yang terlahir yatim piatu, atau hanya memiliki salah satu orang tua. Sebagian memiliki hidup yang sukses, dapat kuliah di luar negeri, menikah, punya keluarga bahagia. Namun, sebagian lagi mungkin masih sendiri di usia yang sudah dewasa dengan hidup dan masih terus berjuang dalam hal keuangan.

Semua ini bisa mengarahkan kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Mengapa orang lain terasa begitu bahagia, sedangkan hidup kita terasa sulit atau biasa saja? Inikah yang disebut adil? Benarkah Tuhan tidak adil? Mungkin itu yang kerap kali menjadi pertanyaan kita. Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita melihat lebih dalam, dari firman Tuhan. 

Rancangan Tuhan Melebihi Rancangan Kita

adil-gereja-gkdi 1

Ia  membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir – Pengkhotbah 3:11

Pengalaman saya menunjukkan, bahwa kesulitan yang Anda alami boleh jadi adalah bagian dari rencana Tuhan yang baik. Namun, saat itu, mungkin Anda belum dapat melihat indahnya rencana Tuhan itu. 

Bertahun-tahun yang lalu, pernikahan saya sedang di ambang kehancuran. Saya sedang hamil besar pada waktu itu. Saya pun berpikir, mengapa Tuhan memberi saya satu anak lagi pada keadaan seperti ini? Mengapa Ia menambah tanggung jawab saya, sementara Ia tahu pernikahan saya akan berakhir? Saya rasa, Tuhan tidak adil. Sampai anak itu lahir, saya masih tak mengerti rencana Tuhan yang satu ini.

Beberapa tahun kemudian, barulah saya mengerti. Anak tersebut menjadi anak yang sangat menolong, menghibur, memberi sukacita, dan menguatkan saya. Saat itulah saya mengakui, Tuhan bukan tidak adil bagi saya, melainkan Ia memiliki satu rencana yang melebihi pemahaman saya. 

Mungkin saat ini Anda sedang ditimpa berbagai masalah. Mungkin ada hal-hal buruk silih berganti dalam hidup Anda. Namun percayalah, ini bukan akhir dari segalanya. Tuhan belum selesai dengan Anda. Saat ini, Anda mungkin belum mengerti. Namun seiring waktu, Tuhan akan menunjukkan rencana-Nya yang sempurna dalam hidup Anda. Jadi, jangan tergesa-gesa memberi label bahwa Tuhan tidak adil.

Ketidakadilan = Disiplin dari Tuhan?

adil-gereja-gkdi 2

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; Ibrani 12:5 

Terkadang, apa yang sedang Anda alami saat ini bisa saja merupakan bentuk disiplin Tuhan. 

Pada Ibrani 12:7, dikatakan, “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 

Tuhan mendisiplinkan kita seperti ayah jasmani mendisiplinkan anaknya. Ayah di dunia mendidik dalam jangka waktu yang pendek dan hanya menurut apa yang mereka anggap baik, namun Dia menghajar Anda  untuk kebaikan. Namun, untuk apa?

Jawabannya tertulis dalam Ibrani 12:10, “Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Disiplin Tuhan membentuk kita agar kita mendapat bagian dalam kekudusan-Nya. Hebat, bukan?

Berikut adalah 2 jenis disiplin yang mungkin terjadi dalam hidup Anda.

Konsekuensi dari Perbuatan Kita Sendiri

adil-gereja-gkdi 3

Disiplin yang pertama adalah konsekuensi dari perbuatan kita sendiri. Namun, mengapa Tuhan mengizinkannya? Tentu karena Tuhan ingin membersihkan dan mengarahkan hidup kita ke arah yang lebih baik.

Misalnya, kita mengalami sakit karena gaya hidup yang kurang baik. Padahal kita rajin bersaat teduh, berdoa, rajin ke gereja, dan tidak pernah melewatkan pertemuan ibadah. Akan tetapi, gaya hidup kita tidak sehat. Misalnya, kita suka merokok, suka minum minuman keras, jarang berolahraga, tidak memperhatikan pola makan, dan suka begadang. Apakah ini berarti Tuhan tidak adil?

Bukankah sakit itu timbul akibat kita memilih gaya hidup yang tidak sehat? Kadang-kadang hal-hal buruk bisa terjadi karena pilihan kita yang tidak bijak

Atau misalnya, lama Anda tidak mendapat pasangan. Apa sebabnya? Mungkin karena Anda tidak melakukan usaha apa-apa. Atau Anda sangat pemilih. Pasangan Anda harus 100% sesuai dengan kriteria Anda. Tanpa sadar Anda semakin berusia, tetapi masih sendiri. Apakah Tuhan tidak adil?

Bisa jadi Tuhan mendisiplinkan Anda, supaya Anda memiliki cara pandang yang lebih benar mengenai pasangan hidup. Atau, Ia ingin menunjukkan bahwa Anda perlu rendah hati, untuk mau mengenal lawan jenis dan menerima orang lain seperti Tuhan menerima kita.

Apa yang kita terima hari ini, bisa jadi merupakan konsekuensi dari perbuatan kita. Karena, apa yang kita tabur, itu jugalah yang akan kita tuai. Namun, jangan khawatir. Tuhan tidak jahat dan juga tidak sedang menghukum Anda. Disiplin Tuhan mengarahkan kita, agar kita bertobat dan hidup dengan lebih baik. 

Memurnikan Iman dan Panggilan Anda

adil-gereja-gkdi 4

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Ibrani 12:11 

Rasanya tak seorang pun suka menerima disiplin. Tidak enak, bahkan kadang menyakitkan. Apalagi jika Tuhan sendiri yang melakukannya. Meskipun demikian,  kita  tahu bahwa disiplin itu baik buat jiwa kita. Namun ketika disiplin dilakukan oleh Tuhan, dikatakan bahwa disiplin tersebut akan menghasilkan buah kebenaran dan damai sejahtera bagi mereka yang dilatih oleh-Nya.

Tertulis di Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Semua proses yang Tuhan berikan adalah agar Anda menghasilkan lebih banyak. Apa hasilnya? Buah-buah roh seperti yang tertulis dalam Galatia 5:22-23. Buah-buah kebenaran, seperti ketekunan, iman, dan pengharapan.

Tokoh-tokoh Alkitab pun mengalaminya. Lihatlah apa yang terjadi pada orang seperti Abraham, Musa, Ayub, maupun Daud. Mereka tidak lepas dari proses pendisiplinan yang berat. Akan tetapi, mereka menjalani semua itu dengan iman.. 

Pada akhirnya, mereka menjadi contohan iman bagi kita. Oleh karena itu, percayalah bahwa hal-hal yang tidak sesuai harapan Anda adalah cara Tuhan untuk mendewasakan dan menumbuhkan Anda lebih lagi.

Melalui peristiwa demi peristiwa, baik maupun buruk, Anda akan semakin mengenal Tuhan: penyertaan-Nya, jalan-Nya, hikmat-Nya dan rancangan-Nya.  

Jadi, Apakah Tuhan itu Adil?

adil-gereja-gkdi 5

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Roma 3: 23 

Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, TUhan kita. Roma 6:23 

Apa definisi adil bagi Anda? 

Banyak orang berpikir, keadilan adalah ketika seseorang menerima apa yang dia pantas dapatkan. Ada juga yang mendefinisikan adil sebagai, mendapat sesuatu yang sama rata untuk semua orang. Namun, apakah definisi itu cukup adil untuk mendefinisikan adil?

Misalnya, jika Anda mempunyai dua orang anak. Yang satu berusia 12 tahun dan yang satu lagi masih 6 bulan. Apakah adil jika Anda memberikan keduanya makanan yang sama dalam porsi yang sama, misalnya dua potong ayam goreng. 

Adil tidak berarti kita semua mendapat hal yang sama dalam hidup. Secara fisik, tidak ada yang sama. Bahkan kembar pun, tidak ada yang sama persis. Meskipun kita tidak lahir dengan keadaan yang sama dan mendapat sama rata, Tuhan tetap adil. 

Bayangkan kita semua sama usianya, sama pekerjaannya. Jika semua orang pekerja kantoran, siapa yang akan jadi petani? Keadilan Tuhan membuat keseimbangan di bumi.

Namun, dibalik keragaman kita, Tuhan tetap menjaga dan mencukupkan kita. Tuhan memberikan hujan dan matahari bagi orang yang baik dan jahat. Bukankah itu adil?

Keadilan dan Belas Kasihan Tuhan

adil-gereja-gkdi 6

Keadilan Tuhan juga tidak berarti semua orang mendapatkan apa pantas dia dapatkan. Jika baik, dia mendapat hal yang baik. Jika jahat, dia pun pantas mendapatkan hukumannya. 

Jika diukur seperti itu, bukankah seharusnya kita pantas dihukum dan tidak punya kesempatan untuk hidup kekal, sebagai harga dari dosa-dosa kita? Namun Tuhan yang adil, dan juga penuh belas kasihan, mengambil hukuman yang pantas kita terima itu. Ia datang ke dunia, mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Apakah itu adil? 

Tuhan tetap adil. Tuhan adalah Anak Domba Allah yang tidak bercacat dan bercela. Dan dosa masuk karena satu orang, dan dibayar juga oleh satu orang, yaitu Yesus. Dan juga, Tuhan yang adil ini juga penuh dengan belas kasihan. Kematian Yesus adalah momen di mana mercy (belas kasihan) dan keadilan Tuhan bersatu. 

Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. –  Ulangan 32:4

Untuk itu, mari jangan lagi pernah berpikir bahwa Tuhan tidak adil dalam hidup Anda. Tuhan itu adil. Bukankah kadang-kadang kita yang tidak adil kepada-Nya? Dengan segala kebaikan yang kita terima, apa yang sudah kita lakukan untuk-Nya? Apakah kita sudah sepenuh hati mengasihi Dia? 

Melihat Keadilan dari Kacamata Tuhan

adil-gereja-gkdi 7

Mari kita melihat keadilan dari kacamata atau cara pandang Tuhan. Saat kita menelusuri keadilan Tuhan, kita akan menemukan juga kasih-Nya yang begitu besar. Itulah Tuhan. Jika Tuhan saja memilih berbelas kasih daripada menuntut dosa-dosa kita, pantaskah kita berkata, bahwa Tuhan tidak adil?

Akhir kata, seperti dikatakan Charles Stanley, trusting God means looking beyond what we can see to what God sees. Mempercayai Allah adalah melihat lebih jauh dari apa yang bisa kita lihat untuk melihat apa yang dilihat Allah. Mari kita terus percaya kepada Tuhan, bahwa apa yang Dia lakukan dan berikan kepada kita, adalah yang terbaik.

Referensi:
www.azquotes.com/quote/1415969

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok