Kita dan Tuhan: Memahami Hubungan Tuan dan Hamba

Di Alkitab, banyak tercatat perumpamaan tentang hubungan tuan dan hamba, antara lain dalam Matius 24:45-51, Matius 25:14-30, Kolose 4:1, dan Lukas 12:35-48. Seperti apakah hubungan yang dimaksud dan apa saja makna tersirat di dalamnya yang penting untuk kita ketahui?

Kita Adalah Hamba yang Tidak Berguna

hamba - gkdi 1

“Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

– Lukas 17:7-10

Kewajiban seorang hamba adalah melayani tuannya. Sang tuan tidak memiliki kewajiban untuk berterima kasih atas apa yang telah dikerjakan hambanya. Dan, seorang hamba baru akan makan setelah tuannya selesai makan.

Anda mungkin telah mengerjakan banyak hal untuk Tuhan—melayani  di gereja, membimbing jiwa-jiwa yang hilang, memberi perpuluhan dan persembahan, pergi dalam mission team, meninggalkan kenyamanan dan kesenangan duniawi. Lalu, semua hal itu membuat Anda berhak mendapatkan karier bagus, pasangan hidup, keuangan dan masa depan cemerlang, serta semua hal yang baik.

Dengan angkuhnya, Anda merasa Tuhan wajib memperhitungkan kebaikan dan kerja keras Anda dengan menjawab doa atau mengabulkan keinginan Anda.

Namun, sadarkah Anda bahwa Tuhan tidak berhutang apa-apa kepada kita? Lewat perumpamaan di atas, Yesus ingin kita tahu kita hanyalah para hamba tak berguna, yang mengerjakan apa yang semestinya kita kerjakan bagi Allah.

Seorang Hamba Tidak Lebih daripada Tuannya 

hamba - gkdi 2

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. – Matius 10:24-25a

Dalam bacaan sebelumnya, yang berjudul Penganiayaan yang akan datang dan pengakuan akan Yesus (Matius 10:16-23), Yesus berbicara pada kedua belas rasul mengenai penderitaan-Nya kelak. Jadi, jika Yesus yang adalah tuan kita saja dianiaya, dibenci, bahkan dibunuh, jangan heran jika Anda mengalami hal serupa.

Hubungan erat Anda dengan Tuhan mengandung risiko penolakan. Mungkin Anda dibenci karena ingin berlaku jujur dan tidak mau hidup dalam kebohongan. Barangkali Anda dijauhi atau tidak diakui oleh teman-teman Anda karena tidak lagi merokok dan minum-minum bersama mereka. Atau, Anda dianiaya karena keyakinan Anda yang dalam terhadap firman Tuhan dan keseriusan Anda untuk bertobat.

Kalau ini yang Anda alami, jangan takut—Anda tidak sendirian. Tuhan sudah memperingatkan bahwa hidup kita sebagai hamba tidak akan jauh dari tuan kita, yaitu Yesus Kristus. Jangan berharap dengan ikut Tuhan, maka segalanya akan baik-baik saja atau lancar-lancar saja.

Di sisi lain, bukan berarti dengan mengikut Tuhan kita akan hidup dalam penderitaan tanpa akhir.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. – Mazmur 126:5

Pada akhirnya, orang-orang yang menderita aniaya karena nama Yesus akan mendapat kemenangan dan sukacita! Jadi, tetaplah berteguh dalam iman Anda.

Seorang Hamba Tidak Bisa Mengabdi kepada Dua Tuan

hamba - gkdi 3

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” – Lukas 16:13

Setiap orang pasti ingin menjadi satu-satunya yang paling dicintai oleh pasangan masing-masing. Tentunya, Anda tak rela jika pasangan Anda berbagi kasih dengan orang lain. Andaikata ini terjadi, hanya ada dua kemungkinan: pasangan Anda lebih mengasihi Anda, atau sebaliknya, lebih mengasihi pihak lain.

Demikian pula dalam hubungan tuan dan hamba, seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Tuan yang satu maunya begini, tuan yang lain beda lagi keinginannya. Si hamba akan bingung harus mendahulukan yang mana. Dengan kata lain, Anda tidak mungkin mengasihi Tuhan, sekaligus tetap mempertahankan gaya hidup lama yang Anda sukai.

Tuhan dan dunia menghendaki hal yang berbeda. Dunia membuat Anda senang, lupa diri, dan membiarkan Anda mereguk sebanyak mungkin kenikmatan hidup. Jalannya memiliki pintu gerbang yang gemerlapan dan indah, tetapi berujung pada kebinasaaan. Jalan Tuhan mungkin berbatu-batu, bergunung-gunung, dengan lautan yang harus diseberangi dan lembah terjal yang harus didaki. Namun, di ujungnya, Anda akan menemukan rumah yang kekal.

Putuskan untuk hanya mengabdi kepada Tuhan! Jadikan hubungan Anda dengan Allah sebagai yang utama, melebihi segalanya.

Siapa pun Anda, Anda Berharga bagi-Nya

hamba - gkdi 4

Ingatkah Anda pada kisah orang gila dari Gerasa (Markus 5:1-20)? Orang ini hidup sendirian, diasingkan, dan dibelenggu karena sering kerasukan. Sehari-hari ia berkeliaran di pekuburan sambil berteriak-teriak dan menyakiti diri sendiri. Tak seorang pun berani mendekatinya, apalagi menjinakkannya. Ia dianggap sampah masyarakat, lebih rendah daripada hamba sekalipun. Keberadaannya tidak penting; mati pun tak ada pengaruhnya bagi mereka.

Namun, Yesus mau menyembuhkan orang gila ini karena ia berharga bagi-Nya (Matius 10:1). Demi satu orang ini, Yesus mau repot-repot menyeberangi danau, mengorbankan 2000 babi ternak penduduk Gerasa, sampai-sampai Dia diusir dari daerah itu.

Janganlah berkecil hati jika saat ini Anda diremehkan atau tidak dianggap. Mungkin Anda dibuang, diasingkan, dikucilkan, dilupakan, dan dianggap sampah masyarakat. Ingatlah selalu: tuan Anda, Yesus Kristus, begitu mengasihi Anda hingga rela mengorbankan nyawa untuk Anda (Markus 10:45). Anda sungguh berharga bagi-Nya. Dia memandang penting hubungan Anda dengan-Nya, dan akan melakukan apa saja untuk membawa Anda kembali pada-Nya.

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok