gkdi lagu

Apakah Anda saat ini sedang menjalani LDR (long-distance relationship)? Entah akibat jarak yang memisahkan atau kondisi (misalnya, pandemi COVID-19), sebagian orang terpaksa menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan mereka.

Hal ini berpotensi menjadi masalah baru bagi sebuah hubungan, tetapi bisa juga menjadi berkat, asalkan kita mampu mengelolanya dengan baik. Keuntungan apa yang bisa didapat dari LDR, dan bagaimana caranya agar sukses membangun hubungan jarak jauh?

Hal yang Bisa Dipelajari dari LDR

1. Menjaga Kemurnian Hubungan

LDR - gkdi 1

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan. – Tesalonika 4:3  

Tuhan menginginkan kita kudus, baik ketika kita sendiri atau jomlo, maupun saat berpacaran. 1 Petrus 1:16 berkata, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Dengan terbatasnya kesempatan bertemu, Anda akan lebih mudah menjaga kemurnian hubungan Anda.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. – Galatia 5:24

2. Punya Ruang untuk Mengembangkan Diri

LDR - gkdi 2

Selama menjalani hubungan eksklusif, fokus Anda pasti bercabang. Anda punya satu orang lagi yang harus Anda kasihi. Dengan semakin banyaknya kesempatan bertemu, tentu semakin banyak waktu dan perhatian Anda yang akan tersita untuk si dia. Bukan tak mungkin, hal ini membuat Anda melalaikan kebutuhan diri sendiri untuk bertumbuh dalam banyak hal.

Selagi muda, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Ada banyak karakter yang bisa kita kembangkan dan latih, serta keahlian dan pengetahuan yang dapat kita tingkatkan. Kita juga punya lebih banyak waktu untuk membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama. Masa muda Anda adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang lagi.

Jadi, bagi Anda yang sedang menjalani LDR, selamat! Anda memiliki ruang yang lebih luas untuk menumbuhkan banyak hal, seperti buah-buah roh dalam ayat berikut:

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. – Galatia 5:22-23

Tips Sukses Jalani LDR

Meskipun dibangun secara jarak jauh, bukan berarti hubungan Anda dan pasangan pasti akan jadi dangkal. Banyak orang sukses menjalani LDR, bahkan hingga ke jenjang pernikahan. Apa rahasianya?

1. Bangun Komunikasi yang Baik

LDR - gkdi 3

Kendati jarang bertemu secara fisik, tidak lantas hubungan Anda takkan berjalan baik. Dengan kecanggihan teknologi, pesan yang ingin kita sampaikan dapat tersampaikan dengan cepat dan efisien, meskipun tanpa bertatap muka.

Bicara soal komunikasi, ada dua hal penting yang perlu Anda terapkan:

Mendengarkan

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. – Yakobus 1:19

Terkadang, walaupun sering bertemu dan dekat secara jarak, suatu hubungan tetap tidak berjalan dengan baik karena kurangnya kemampuan “mendengar.” Kita lupa bahwa pendapat, perasaan, dan pemikiran pasangan itu penting. Jadi, berikan kesempatan bagi pasangan untuk berbicara, sementara Anda mendengarkan dengan penuh perhatian. Dengan demikian, Anda dapat memiliki hubungan jarak jauh yang sehat.

Jika saat berjauhan saja komunikasi Anda sudah baik, tentulah nanti, setelah tidak lagi LDR, Anda berdua akan memiliki hubungan yang lebih luar biasa lagi.

Ungkapkan Ekspektasi

Mendengarkan dan mengungkapkan ekspektasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Baik dalam hubungan jarak dekat maupun jarak jauh, keduanya harus selalu Anda praktikkan. Bukan hanya pada saat berkonflik, tetapi juga ketika dalam keadaan baik dan damai.

Ada orang yang selalu mendengarkan pasangannya, tetapi tidak pernah memberitahukan ekspektasinya. Akibatnya, ia menjadi orang yang tertekan lantaran tidak pernah mengungkapkan isi hati dan pemikirannya.

Ada juga orang yang selalu mengungkapkan ekspektasinya kepada pasangan, tetapi tidak pernah mau mendengarkan. Alhasil, ia menjadi orang yang penuntut, dan pasangannya lama-lama tidak tahan menghadapi dirinya.

Mendengarkan dan mengungkapkan ekspektasi harus dijalani secara seimbang. Berlatihlah untuk menanyakan perasaan dan ekspektasi pasangan Anda. Berlatihlah juga untuk mendengarkan pasangan, dan berikan ia kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan ekspektasinya kepada Anda. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, Anda berdua bukan hanya akan memiliki komunikasi yang baik, melainkan juga fondasi yang kuat untuk membangun hubungan di tahap selanjutnya.

2. Fokus untuk Memberi, Bukan Menerima

LDR - gkdi 4

Coba tanyakan pada diri sendiri, pemikiran apa yang lebih sering muncul di benak Anda saat menjalani sebuah hubungan: “Apa yang bisa saya dapatkan dari dia?” Atau, “Apa yang dapat saya berikan untuk dia?”

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang fokusnya memberi, bukan menerima. Hubungan yang sehat tidak didasari oleh pemikiran bahwa, “Saya menjadi lengkap karena kamu,” tetapi, “Saya sendiri sudah lengkap dan penuh di dalam Tuhan, bahkan tanpa kamu. Bersama kamu, sukacita dan kebahagiaan saya meluap-luap, dan inilah yang akan saya bagikan untuk kamu.”

Karena Anda penuh di dalam Tuhan, kehadiran pasangan membuat Anda semakin ingin berbagi kepenuhan dan sukacita itu. Namun, kalau Anda tidak penuh di dalam Tuhan, Anda akan berharap pasangan Anda datang untuk melengkapi hidup Anda. Akibatnya, Anda menjadi orang yang demanding, yang selalu menuntut pasangan untuk memberi lebih dan lebih.

“Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” – Kisah Para Rasul 20:35b

Apa saja yang dapat Anda berikan untuk pasangan? Menurut Gary Chapman, dalam bukunya The 5 Love Languages, ada lima macam bahasa kasih:

  • Word of affirmation (kata-kata penyemangat)
  • Physical touch (sentuhan fisik)
  • Quality time (waktu yang berkualitas)
  • Act of services (pelayanan)
  • Gifts (hadiah)

Meskipun terpisah jauh, sebagian dari bahasa kasih ini masih bisa Anda berikan. Misalnya, dengan mengirimkan kata-kata penyemangat lewat chat, atau sering-sering mengucapkan “I love you.” Anda juga dapat menyisihkan waktu berkualitas bersama pasangan via telepon, video call, atau mengirimkan hadiah menggunakan jasa kurir.

Perlu diingat bahwa kelima wujud afeksi di atas hanyalah panduan, bukan patokan resmi. Intinya adalah kemauan untuk memahami dan menanggapi bahasa kasih masing-masing pihak, bukan memaksakan bahasa kasih Anda kepada pasangan.

Dengan sama-sama memiliki mindset untuk saling memberi, niscaya Anda berdua akan mampu melewati, bahkan menikmati hubungan yang berjarak jauh sekalipun.

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. – Amsal 11:25

Pacaran jarak jauh atau LDR tidak selalu menyulitkan. Hal ini justru dapat menciptakan peluang baru yang positif, seperti menjaga kemurnian dan adanya ruang untuk mengembangkan diri. Di atas semua itu, Anda perlu membangun komunikasi yang baik dan berfokus untuk memberi, bukan menerima. Selamat menjalani hubungan yang penuh kasih, para pejuang LDR!

Referensi:
www.mindbodygreen.com/articles/the-5-love-languages-explained

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: