Tips Liburan Seru dan Penuh Makna

Dengan semakin tingginya kecepatan, tekanan, dan tingkat stress dalam pekerjaan, liburan, saat ini, telah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Kita rela menghabiskan waktu, uang, dan tenaga untuk berlibur. Dengan harapan, sekembalinya dari liburan, kita akan merasa lebih segar, senang, dan bersemangat.

Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak hal yang dapat Anda peroleh dari travelling, selain having fun? Kita bisa menjadikan perjalanan wisata kita menyenangkan dan penuh makna, bahkan mengubah hidup kita setelahnya. Bagaimana caranya?

Tips #1: Siapkan Diri Belajar Hal-Hal Baru

tips - gkdi 1

Apakah Anda ingin mempelajari hal-hal baru sembari liburan? Mintalah Tuhan membukakan hati dan pikiran Anda untuk itu. Setiap kali saya pergi berwisata, salah satu bagian doa saya adalah: “Tuhan, bantu saya untuk belajar banyak dari travelling kali ini.” Dan, hal ini ternyata efektif. 

Ketika saya pergi ke Thailand, dari atas pesawat, saya melihat lanskap yang berbentuk kotak-kotak. Sangat rapi. Di satu sisi, ada pusat kota, dan di sisi lain, terbentang lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Lokasi industri dan bisnis ditata berdampingan dengan lokasi agrikultur secara cermat. Ini mengajarkan saya bahwa perencanaan sangatlah penting. Tanpa rencana, segala sesuatu akan berjalan berantakan. 

Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu. – Ayub 12:8-9

Saat travelling, apakah Anda berdoa kepada Tuhan supaya Anda dapat melihat lebih jauh daripada sekadar mengagumi keindahan tempatnya saja? Mintalah, dan Anda akan kembali dengan sejumlah pelajaran penting yang bermakna bagi hidup Anda.

Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian. – Ayub 12:13 

Tips #2: Bangun Lebih Awal dan Luangkan Waktu Bersama Tuhan

tips - gkdi 2

Bagi sebagian orang, travelling adalah saat untuk menikmati tidur lebih lama di tempat yang berbeda, dan bisa bangun siang! Tidak ada yang salah dengan hal itu, dan sangat wajar jika kita ingin melakukannya. 

Namin, Anda akan mendapatkan sebuah pengalaman unik dengan bangun lebih pagi dan menghabiskan waktu bersama Tuhan di tempat baru.

Sewaktu berwisata ke Nusa Penida, Bali, bersama sejumlah teman dari India, saya punya banyak kekhawatiran. Pertama, saya satu-satunya orang Indonesia di tengah rombongan. Kedua, sebelum pergi, kami sudah menghadapi banyak konflik akibat perbedaan pendapat. Saya takut perjalanan ini akan menjadi mimpi buruk alih-alih liburan. Syukurlah, liburan kami akhirnya terlaksana dengan baik.

Ketika tahu hotel kami dekat dengan laut, saya niatkan untuk bangun pagi-pagi, sebelum teman-teman saya bangun, dan pergi ke pantai untuk berdoa. Saya habiskan waktu untuk dating bersama Tuhan, mengucap syukur atas liburan yang berjalan lancar. Saya menangis, bersyukur, bernyanyi, berdoa, dan bersaat teduh. Itu adalah salah satu momen terbaik saya dengan Tuhan yang takkan pernah saya lupakan. 

Saya merekomendasikan Anda untuk menerapkan tips ini, yang sesungguhnya sangat Alkitabiah. Di mana pun Yesus berada, Dia selalu meluangkan waktu untuk bangun pagi agar punya waktu khusus dengan Bapa-Nya. 

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. – Markus 1:35 

Bangun siang saat berlibur memang menyenangkan. Namun, meluangkan waktu khusus dengan Tuhan di tempat yang indah itu jauh lebih menyenangkan. Cobalah lakukan dan lihat hasilnya! 

Tips #3: Try Something New

tips - gkdi 3

Travelling adalah waktu yang tepat untuk mencoba hal baru yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya. Anda bisa mencicipi makanan baru, menjajaki pengalaman atau atraksi baru, dan masih banyak lagi. Namun, pastikan Anda melakukannya dalam batas normal dan selalu mawas diri, ya.

Di Nusa Penida, saya bersama teman-teman menuruni tebing yang mengarah ke Pantai Kelingking Beach. Tak disangka, trek tersebut cukup sulit. Karena ketinggalan sandal gunung, saya terpaksa naik-turun tebing yang curam itu dengan telanjang kaki. Baru mulai saja, saya sudah jatuh dan lecet-lecet. Sekembalinya, saya punya memar di sana-sini, lusuh, dan berkeringat. 

Wisata tersebut menjadi salah satu kenangan saya yang membanggakan. Ternyata kami, yang tidak berpengalaman dalam jelajah alam ini, mampu menyelesaikan trek yang cukup sulit. Saya pun belajar bahwa terkadang pikiran kitalah yang menghalangi kita, bukan situasi atau kondisi di sekeliling. Namun, dengan breaking our limit,  kita akan mampu melakukan lebih daripada yang kita kira bisa. 

Pikirkanlah hal-hal baru apa yang ingin Anda lakukan saat berwisata. Kalau Anda selalu takut dan mencemaskan segala sesuatu, jangankan belajar hal baru, bisa-bisa Anda malah tidak dapat menikmati liburan, bukan?

Tips #4: Take It As A Restart 

tips - gkdi 4

Liburan dapat menjadi kesempatan untuk me-restart hidup kita. Ibarat komputer lambat yang sistem operasionalnya dimutakhirkan agar bekerja optimal, begitu pula kita dapat dibarui dengan liburan. Ketika Anda kembali dari travelling, bukan tak mungkin Anda pulang dengan pola pikir dan kebiasaan baru, ide-ide baru, serta semangat untuk memulai hal-hal baru. 

Contohnya, karena saya melatih diri bangun lebih awal untuk doa dan saat teduh (poin 2), sekembalinya dari liburan, saya jadi lebih mudah bangun pagi. Padahal, dulunya saya susah sekali bangun pagi. Jadi, gunakan liburan Anda sebagai kesempatan menciptakan kebiasaan batu yang baik.

Tips #5: Enjoy and Evaluate!

tips - gkdi 5

Setiap perjalanan memberi kita pengalaman pahit dan manis. Meskipun foto-foto liburan yang terpampang di media sosial itu tampak indah dan menyenangkan, pada kenyataannya, percayalah: tidak ada perjalanan yang sempurna. Di balik setiap foto keren itu mungkin ada ketinggalan pesawat, penundaan keberangkatan, ketinggalan barang, tersesat, sakit, kecopetan, konflik, serta kejadian-kejadian tak terduga lainnya. 

Saat ini terjadi, jangan hanya fokus kepada kekurangan travelling Anda. Jika Anda ingin menikmati liburan, ambillah keputusan untuk menikmati perjalanan Anda sepenuhnya. Catat apa yang kurang atau salah, lalu jadikan bahan evaluasi agar dalam wisata berikutnya Anda tidak mengulangi kesalahan serupa. 

Tetapkan tekad untuk menjadikan perjalanan Anda berikutnya lebih baik dengan belajar dari pengalaman. Mungkin Anda perlu lebih teliti, lebih berhati-hati, lebih menyiapkan waktu untuk berkemas, dan sebagainya. Bersyukurlah untuk hal-hal baik yang terjadi dan jangan terus mengeluhkan atau menyesali kekurangan liburan Anda. Petik pelajaran, dan ketahuilah, tidak ada perjalanan yang sia-sia, karena setelahnya, Anda akan menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi.

Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya. Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya—juga itupun karunia Allah. – Pengkhotbah 5:18-19 

Jadi, siapkah Anda menjalani liburan yang lebih bermakna? Yuk, praktikkan lima tips di atas agar travelling Anda lebih indah dan berarti! Happy holiday!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Atasi Depresi Bersama Tuhan

Video inspirasi: