gkdi lagu

Tentunya tidak ada orang yang ingin mengalami patah hati. Namun, terkadang patah hati itu tidak terhindarkan, entah karena putus setelah berpacaran, atau karena cinta yang bertepuk sebelah tangan saat proses pendekatan (PDKT)

Suatu kali, saya mengobrol dengan seorang teman yang ingin punya pacar, tetapi takut membangun persahabatan dengan lawan jenis. Ketika saya tanya apa alasannya, ia menjawab, “Aku takut patah hati. Takut orang itu tidak punya perasaan yang sama, takut di-PHP-in (diberi harapan palsu).” Dari percakapan tersebut, saya menyimpulkan bahwa kita bisa takut patah hati, bahkan sebelum hubungan itu dimulai.

Kalau begitu, bisakah kita mengantisipasi patah hati? Tentu saja. Yuk, simak beberapa tipsnya: 

1. Serahkan Hubungan Anda kepada Tuhan

Ketika Anda ingin memulai sebuah persahabatan dengan lawan jenis, apakah Anda membawa hubungan tersebut kepada Tuhan dengan cara mendoakannya? Apakah lantas dengan menyertakan Tuhan di dalam hubungan Anda, Anda tidak akan patah hati? 

Tidak juga. 

Saya pernah cukup dekat dengan seseorang. Karena kedekatan ini, saya cukup optimis dengan hubungan kami. Meskipun demikian, saya tetap membawa hubungan kami ke dalam doa-doa saya. Hingga, suatu hari, ia menelepon saya dan bilang, “Saya sudah punya pacar.”

Ucapannya membuat saya amat sedih dan terus memikirkan hal tersebut seharian. Lalu, saya teringat, bahwa selama ini saya sudah berjuang dan sudah mendoakan hubungan itu. Bahkan, hari ketika kabar buruk itu disampaikan adalah hari ketika saya berpuasa. Dengan cepat saya menyadari: Tuhan mengontrol segalanya, dan Tuhan tahu yang terbaik buat saya.

Tak perlu waktu lama untuk membenahi hati saya yang patah. Bisa dibilang, saya cuma butuh waktu satu hari untuk pulih. Dua hari kemudian, saya sudah bisa bercerita dengan biasa (tanpa menangis) dan beraktivitas normal seperti sediakala. 

Sampai hari ini, saya tidak pernah menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Sewaktu saya berdoa dan berpuasa, saya menikmati momen-momen itu bersama Tuhan. Dan, Tuhan pun sering menjawab doa-doa saya. Momen inilah yang menjadi kekuatan saya, terutama di masa-masa ketika iman saya melemah dan saya mulai meragukan kuasa doa

Ya, pengalaman ini membuat saya bertumbuh dan belajar: It’s not about I fell in love with him, but about falling in love with Him—ini bukan tentang jatuh cinta dengan si dia, tetapi jatuh cinta dengan Dia.

Rasa Aman Ada di dalam Tuhan

Patah hati sangat mungkin terjadi dalam proses membangun sebuah hubungan. Namun, saat Anda membawanya kepada Tuhan, bahkan jika hal buruk terjadi sekalipun, Anda akan merasa aman. Anda tidak akan terus menyalahkan diri sendiri dengan pemikiran, “Kenapa, ya, jadinya begini? Mestinya saya lebih begini, lebih begitu…”

Dengan menyerahkan hubungan Anda kepada Tuhan, Anda akan lebih santai menghadapi patah hati. Anda tahu ada Seseorang yang mengontrol hidup Anda, dan jika Dia membiarkan hal ini terjadi, itu artinya Dia mengasihi Anda. Trust God’s plan, and trust God’s timing for you. Dialah Allah yang menciptakan Anda, dan Dia tahu persis apa dan siapa yang terbaik buat Anda. 

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” – Yakobus 4:13-15 

Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. – Mazmur 37:24

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. – Amsal 24:16

2. Bangun Persahabatan dengan Orang yang Tepat

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” – Matius 7:6

Untuk terhindar dari patah hati, Anda perlu memberikan hati Anda kepada orang yang tepat. Cinta itu tidak buta. Jangan memberikan hati Anda yang berharga kepada orang yang tidak dapat menghargainya. Selidiki lebih dalam karakternya. Jika Anda serahkan hati kepada orang yang suka berbohong, tidak setia, pemabuk, apalagi tidak takut akan Tuhan, jangan heran jika kelak Anda patah hati dibuatnya.

Anda perlu bijak, bahkan saat mulai bersahabat dengan lawan jenis. Tentunya Anda berharap hubungan yang Anda bangun ini akan berlanjut ke tahap berikutnya. Oleh karena itu, bersikaplah selektif sejak awal. Ini bukan hanya akan menghindarkan Anda dari patah hati, melainkan juga dari masalah-masalah yang akan terjadi di masa depan.

3. Miliki Ekspektasi yang Sehat

Karena dalam pandangan umum dan kultur tertentu, pria dianggap sebagai pihak yang bertindak proaktif untuk meminta wanita jadi pasangannya, kita akan membahas di poin ini dari sisi perempuan. 

Saya pernah mendengar sebuah nasihat yang berbunyi, “Sebelum kamu berpacaran, jangan berikan hati kamu 100%. Bertemanlah dengan banyak orang, dan jangan berharap terlalu banyak kepada seseorang.”

Dalam bersahabat, ketika seorang pria mulai sering chat atau menelepon kita, ada kemungkinan kita akan menaruh ekspektasi lebih tinggi. Kita mulai membayangkan bahwa dia serius dengan kita, dan pasti akan memilih kita sebagai pacarnya. 

Saat ini terjadi, ingatlah, jika wanita bisa selektif terhadap siapa yang akan menjadi pasangannya, pria pun demikian. Ketika seorang pria mulai memberikan perhatian lebih kepada Anda, itu tidak berarti bahwa ia pasti akan menjadikan Anda pacarnya. Untuk bisa mengenal Anda, ia perlu membangun hubungan pertemanan lebih dahulu. Kalau tidak, bagaimana caranya ia bisa mengetahui tentang diri Anda lebih dalam?

Pada periode ini, Anda perlu menjaga agar perasaan Anda seimbang dengan logika. Anda boleh berharap, boleh lebih mengasihi si dia ketimbang orang lain. Namun, Anda juga perlu memiliki harapan atau ekspektasi yang sehat. Ketika imajinasi Anda berkembang secara berlebihan, dan Anda mulai membayangkan kehidupan pacaran atau pernikahan, berarti Anda sudah terlalu terbawa perasaan

Di fase PDKT, fokuskan diri untuk mengenal si dia dengan lebih baik. Tentunya Anda tidak mau jatuh cinta, apalagi nanti hidup bersama dengan orang yang salah. Jangan sampai Anda menyesal karena tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menggali lebih dalam tentang calon pasangan Anda.

Saat masih single, Anda punya banyak pilihan. Namun, ketika sudah menikah, Anda tidak bisa mundur lagi, karena Tuhan tidak menghendaki perceraian. Alih-alih berkhayal atau terlalu banyak berandai-andai, gunakan periode PDKT untuk lebih mengenal si calon pacar. Hal ini akan menjaga hati dan pikiran Anda agar tetap sehat. 

Berharaplah hanya kepada Tuhan, karena Dia tidak akan mengecewakan Anda. 

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. – Mazmur 62:5

4. Hope for the Best, Prepare for the Worst

Di dunia ini, tidak ada hal yang tidak ada risikonya. Bahkan, ketika Anda tidak berbuat apa-apa pun, risiko tetap ada. Saat Anda bersahabat dengan lawan jenis, akan ada risiko patah hati, mendapat harapan palsu, terkatung-katung tanpa kejelasan, dan sebagainya. Namun, saat Anda tidak berbuat apa-apa, risikonya juga ada, yaitu Anda tidak akan melangkah kemana-mana. Waktu terus berjalan dan Anda tetap berada di tempat yang sama. 

Pepatah mengatakan, berani bermain api, berarti harus siap terbakar. Saat Anda siap jatuh cinta, Anda pun harus siap putus cinta. Saat Anda siap memulai hubungan, Anda pun harus siap mengakhiri sebuah hubungan. Ini tidak berarti kita berharap hal buruk terjadi. Kita perlu mengharapkan yang terbaik, tetapi kita juga perlu siap untuk hal-hal terburuk. 

Bagaimana caranya? Bawalah hubungan Anda di dalam doa kepada Tuhan (poin 1), dan percayalah bahwa Tuhan punya rancangan terbaik bagi hidup Anda.

Do your best, prepare for the worst—then trust God to bring victory. – Proverbs 21:31 MSG (Amsal 21:31)

Patah hati saat PDKT itu biasa. Namun, jika bisa dihindari, mengapa tidak? Serahkan hubungan Anda kepada Tuhan. Bangun persahabatan dengan orang yang tepat. Jaga agar ekspektasi Anda sehat, serta bersiaplah untuk hal terbaik dan terburuk. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari patah hati yang tidak perlu. Jangan biarkan rasa takut akan putus cinta membuat Anda menutup diri dari persahabatan dengan lawan jenis. 

Selamat memulai persahabatan!

Gereja GKDI memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di 35 kota. Jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: