Gambaran umum yang mungkin kita miliki tentang orang yang tinggi hati adalah seseorang yang enggan bertegur sapa, gemar pamer kekayaan, atau menyombongkan pencapaian hidup. Orang semacam ini meremehkan pihak lain yang tidak “selevel”, hanya bergaul dengan golongan tertentu atau yang memiliki status ekonomi dan sosial yang setara dengannya.

Dalam hati, mungkin Anda bersyukur: ternyata Anda jauh dari yang namanya tinggi hati. Tapi, tahan dulu kegembiraan Anda karena kita akan mengupas lebih jauh tentang tinggi hati menurut firman Tuhan. Apa sajakah yang termasuk dosa tinggi hati? Dan, bagaimana Tuhan memandang kesombongan?

Tinggi Hati: Kekejian bagi Tuhan

tinggi - gkdi 1

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah… – Amsal 6:16-17a

TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh. – Mazmur 138:6

Dari banyak hal yang dibenci Tuhan, urutan pertama adalah mata sombong. Tuhan tahu dan bisa langsung mengenali orang-orang yang tinggi hati. Amsal 8:12-13 mengatakan bahwa salah satu yang bertentangan dengan hikmat ialah kesombongan dan kecongkakan. Musuh utama hikmat adalah tinggi hati (Amsal 11:2). Keangkuhan membuat kita tidak bijak dalam berpikir dan bertindak.

Tinggi hati adalah racun bagi jiwa dan pikiran. Tinggi hati juga membuat kita sulit mengasihi dan mengampuni orang lain. Kita merasa paling benar, paling penting, paling pintar, paling hebat, dan paling utama. Tinggi hati membutakan hati kita terhadap kesalahan sendiri, membuat kita lupa mengakui bahwa Tuhan dan Firman-Nya adalah ya dan amin.

Dahulu, saya mengira bahwa saya orang yang rendah hati—karena saya rendah diri. Jadi, tak mungkin saya tinggi hati, bukan? Namun, ketika memasuki pelajaran Alkitab tentang kesombongan, saya baru menyadari bahwa rendah diri itu termasuk dalam kategori tinggi hati!

Rendah diri saya bersumber dari sebuah ketakutan: saya tak mau kelihatan tidak mampu atau tidak cakap, dan saya tidak ingin diremehkan. Dengan kata lain, saya tidak menjadi diri sendiri apa adanya. Saya selalu ingin kelihatan bagus, menolak dikoreksi dan ditunjukkan kelemahannya.

Apa saja yang termasuk tinggi hati atau kesombongan?
  • Minder
  • Tidak bersikap terbuka
  • Sulit meminta maaf
  • Tidak mau mengampuni
  • Susah mengucapkan terima kasih
  • Menolak dinasihati / dikoreksi
  • Menolak menerima masukan
  • Ingin kelihatan baik / bagus
  • Tidak ingin diremehkan
  • Ingin dihargai / dihormati
  • Merasa paling tahu dan paling benar
  • Suka menghakimi

Apa pun bentuk tinggi hati Anda, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan dari luar, semuanya adalah kekejian bagi Tuhan. Jadi, singkirkanlah segala bentuk tinggi hati agar hidup kita lebih efektif dan dipakai untuk kemuliaan-Nya.

Merasa Layak tapi Lupa Melayakkan Diri

tinggi - gkdi 2

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. – Amsal 16:18

Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. – Amsal 18:12

Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. – Amsal 29:23

Raja Uzia, yang memerintah Yehuda pada kurun 791-739 SM, awalnya merupakan pemimpin yang takut akan Tuhan (2 Tawarikh 26:4-5). Di bawah pemerintahannya, rakyat Yehuda menikmati masa kemakmuran, dengan sektor peternakan, pertanian, dan militer yang kuat (2 Tawarikh 26:1-15). Sayang, setelah namanya besar, Uzia berubah tinggi hati. Ia lancang membakar ukupan (wewangian) di mezbah dalam Bait Allah, suatu prosesi yang hanya boleh dilakukan para imam.

Kekuasaan dan kekuatan membuat Uzia merasa berhak melanggar titah Tuhan. Ketika ditegur oleh Imam Azarya dan kedelapan puluh imam lain, bukannya mengaku salah dan memohon ampun, Uzia justru berbalik murka. Akibatnya ia terkena kusta dan hidup dalam pengasingan hingga akhir hayatnya (2 Tawarikh 2:19-21).

Tak pernah tercatat dalam Alkitab bahwa orang yang tinggi hati berhasil dan bahagia dalam hidupnya. Kesombongan menjadi awal kehancuran hidup mereka—Raja Saul, Raja Salomo, Haman, Raja Nebukadnezar, Raja Herodes—karena Tuhan menentang orang yang tinggi hati.

Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. – Yesaya 2:17

Apakah Anda sering merasa layak dihargai, layak mendapat pujian, layak untuk marah, sakit hati, atau mendendam? Anda merasa berhak atas semua itu karena sudah melakukan banyak hal baik untuk seseorang atau untuk Tuhan? Raja Uzia mengira ia melakukan hal yang baik, yaitu memberikan korban persembahan. Ia lupa bahwa yang penting bagi Allah adalah bagaimana ia melakukan perintah-Nya (1 Samuel 15:22).

Ingatlah, ketimbang hal-hal yang Anda lakukan, Tuhan lebih peduli pada kerendahan hati Anda untuk mendengarkan suara-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Cara Melepaskan Dosa Tinggi Hati

1. Fokus pada Dosa Sendiri, Bukan Dosa Orang Lain

tinggi - gkdi 3

Belajarlah menerima kesalahan, dan beri perhatian pada dosa Anda sendiri ketimbang kesalahan dan dosa orang lain (Mazmur 51:4). Ketika Anda sibuk menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain, Anda tidak dapat melihat kesalahan Anda sendiri. Akibatnya, sulit bagi Anda untuk meminta maaf. Anda akan selalu menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup Anda, alih-alih bertanggung jawab pada diri sendiri.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? – Matius 7:3

2. Tanyakan: “Siapa yang Ingin Saya Senangkan?”

tinggi - gkdi 4

Seorang yang rendah hati akan berfokus pada apa yang menyenangkan hati Tuhan dan teman-teman seimannya. Anda tidak lagi memikirkan kepentingan, kesenangan, dan kebaikan sendiri. Sebaliknya, Anda memikirkan kepentingan orang lain, serta hal-hal yang berkenan kepada Tuhan (Filipi 2:2-4).

… hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. – Filipi 2:3b-4 

3. Tanyakan: “Siapa yang Ingin Saya Layani?”

tinggi - gkdi 5

Dalam hidup, Anda tidak hanya melayani diri sendiri. Anda melayani Tuhan dan sesama, dan dengan demikian, Tuhanlah yang akan menghormati Anda, bukan manusia.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. – Yohanes 12:26

4. Belajar Mengaku Salah dan Minta Maaf

tinggi - gkdi 6

Akui kesalahan dan minta maaflah jika Anda berbuat salah. Meminta maaf tidak akan merendahkan derajat atau melemahkan posisi seseorang, tetapi justru menunjukkan kebesaran dan kerendahan hati yang berkenan bagi Tuhan.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. – 1 Yohanes 1:9

5. Rendah Hati: Hadapi Kenyataan dan Patuhi Firman

tinggi - gkdi 7

Jangan sibuk mencari alasan dan berdebat demi mempertahankan gengsi. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa selain masalah yang makin keruh dan hidup yang tak tenang.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. – 1 Petrus 5:6

Selain kelima hal yang sudah disebutkan di atas, tentu saja masih banyak cara-cara lain untuk mengatasi dosa tinggi hati. Marilah kita buang rasa tinggi hati supaya kita ditinggikan Tuhan dan hidup kita berakhir bahagia sesuai dengan rancangan-Nya. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Sejauh Mana Pikiran Positif dapat Mempengaruhi Kita?

Video inspirasi: