3 Alasan Mengapa Anda Tidak Mau Memiliki Pikiran Jahat

Sebelum berkata-kata yang jahat, semua orang pun mendahuluinya dengan pikiran yang jahat. Begitu juga sebelum berbuat jahat, seseorang selalu memulainya dengan berpikir jahat. Banyak orang yang tak mau melepaskan diri dari pikiran jahat mereka, meski mereka biasanya mengatakannya. Bukan karena mereka tidak mau, melainkan karena mereka tidak bisa.

Matius 9:3-4 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah”. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal- hal yang jahat di dalam hatimu?

Satu hal yang kita harus pahami adalah bahwa Tuhan mengetahui semua pikiran kita. Tak ada yang tersembunyi dihadapanNya, semua telanjang dan terbuka (Ibrani 4:12,13).

Tidak ada orang yang ditakdirkan untuk berpikir jahat. Semua itu adalah pilihan dan hasil dari latihan, sehingga untuk membalikkan keadaan itu kita harus mau untuk berlatih. Berikut adalah 3 hal dasar yang dapat membantu kita mengerti untuk tidak berpikir jahat lagi:

 

1. Pikiran kita pasti akan meluber keluar

Orang sering berpikir bahwa pikiran jahat itu adalah sesuatu tersembunyi. Orang lain mungkin tidak tahu apa yang ada di pikiran kita tapi ingatlah bahwa Tuhan tahu segalanya. Kebanyakan orang, penjahat sekalipun, tidak suka dianggap jahat. Mereka menilai dan mengharap dinilai sebagai seorang jagoan atau seseorang orang hebat. Demikian juga orang yang suka dan terbiasa berpikiran jahat, mereka tidak akan mengakui dirinya sebagai orang jahat. Meski sejatinya mereka adalah jahat. Mereka tidak sadar bahwa pikiran jahat dapat berlanjut menjadi perkataan jahat dan bahkan perbuatan jahat apabila tidak diperhatikan.

Pikiran kita itu ibarat bejana yang apabila diisi terus maka akan meluber ke luar. Dari dalam ke luar melalui perkataan atau perbuatan. Oleh karena itu sangat penting untuk memerhatikan apa yang kita isi di pikiran kita. Jika kita mengisinya dengan hal-hal yang baik dan benar, maka kebaikan dan kebenaran akan meluber dari diri kita. Demikian juga sebaliknya, jika kita mengisinya dengan hal buruk dan jahat maka semua kejahatan dan keburukan akan mengalir keluar.

Maka seleksilah apa yang kita masukkan ke dalam pikiran kita dengan bijaksana.

 

2. Pikiran jahat menghalangi kita untuk belajar

Para ahli Taurat ini tak punya kuasa atau kemampuan sebesar Tuhan Yesus, tetapi seharusnya mereka bisa mendapat bagian di dalamnya. Jika saja hatinya mau belajar. Pikiran jahat mereka tidak mengijinkan mereka untuk belajar. Sebab pikiran jahat itu ibarat kanker yang teramat ganas menyerang dan memenuhi semua sudut diri kita. Sehingga tak ada ruang lagi yang bisa diisi oleh kebenaran.

Kita benar-benar perlu membersihkan pikiran jahat hingga ke akar-akarnya agar tidak menyebar lagi. Tuntaskan dan pastikan dibereskan dari pikiran kita dengan cara membicarakan, meminta ampun dan berdamai dengan yang bersangkutan. Pasanglah palang untuk setiap pikiran jahat dan jangan ijinkan masuk ke dalam pikiran kita.

 

3. Pikiran jahat menghilangkan kebahagiaan kita

Sementara orang lain bersukacita karena melihat pekerjaan Tuhan yang besar, malah orang-orang terdidik ini tak bisa berbahagia. Sebab tempat kebahagiaan di dalam diri mereka dipenuhi dengan pikiran jahat. Orang lain akan tersenyum puas tetapi orang wajah orang yang berpikiran jahat datar tanpa ekspresi, hatinya pun tawar tanpa semangat. Orang lain dapat memuji Tuhan dengan tulus dan berapi-api. Namun, orang yang berpikir jahat ini sibuk menilai dan menganggap mereka itu munafik.

Jangan biarkan kebahagiaan kita dirampas oleh pikiran jahat. Dalam keadaan seperti apapun kita ini sekarang, Tuhan mau kita tetap berbahagia. Dan sungguh kita memang dapat berbahagia dalam semua keadaan itu.
Pendeta Togar beserta istrinya, Frieda Agustina Sinambela melayani sebagai Pemimpin Jemaat GKDI Manado sejak 2006. Dan memiliki dua buah hati, Faithlene Jouito Sianturi (9) dan Theodoric Garrison Sianturi (2). Gereja Manado sudah memulai gereja di Bitung dan Palu. Turut pula mengirimkan anggota misi ke Balikpapan, Makassar, dan Manokwari.Diambil dari artikel blog Pendeta Togar Sianturi.

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok