Lukas 4:33-37

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” – Lukas 4:33-34

Di dalam film, orang yang kerasukan setan biasanya memiliki rambut yang kusut, kulit yang pucat, mata merah, dan berjalan sempoyongan dengan postur setengah membungkuk, seperti Gollum dalam film the Lord of The Ring. Namun, dapatkah mereka juga tampil dalam pakaian yang rapi dan bahkan terlihat ramah? Dapatkah mereka terlihat normal seperti Anda dan saya?

Tidak Ada Bedanya dengan Iblis

setan - gkdi 1

Ada seorang yang kerasukan setan di sinagoge (rumah ibadah orang Yahudi). Dan menurut buku Lukas dan Markus (Markus 1:21-28), tidak ada yang membawanya ke dalam sinagoge tersebut. Markus mencatat bahwa Yesus sedang mengajar Firman secara dalam ketika orang yang kerasukan setan tersebut berteriak dengan suara lantang.

Jadi, orang yang kerasukan setan itu telah berpakaian dengan rapi dan bersikap dengan normal dan pergi ke sinagoge, sama seperti kebanyakan orang. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa dia berbeda. Tetapi, di saat Yesus sedang mengajar, ada hal yang Yesus katakan yang memicunya, sehingga iblis yang diam di dalamnya menyatakan diri. Dia mengenal Yesus sebagai “Yang Kudus dari Allah”. Ia mengakui keilahian dan identitas Yesus.

Kita pergi ke gereja setiap minggu. Mudah-mudahan tidak ada yang memaksa Anda pergi ke gereja. Meskipun saya harus mengakui bahwa terkadang saya pun harus memaksa diri saya untuk pergi ke gereja. Kita bersikap normal, bernyanyi di dalam ibadah, mengambil komuni, dan mendengarkan khotbah. Kita mengenal Yesus dan bahkan sudah mengenal Yesus sejak kita kecil. Familiar dengan ayat-ayat Alkitab dan mengakui bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah”. Sama seperti yang dilakukan oleh orang yang kerasukan setan itu.

Yakobus, saudara Yesus membahas tentang hal ini secara keras ketika ia menulis, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.“ – Yakobus 2:19

Lalu pertanyaannya, seberapa berbedanya-kah kita dengan iblis?

Tidak Lebih Baik dari Iblis

setan - gkdi 2

Di dalam terjemahan bahasa Inggrisnya, orang yang kerasukan setan itu berteriak kepada Yesus, “Go away!” atau “Pergi!”. Apakah kita pernah mengatakan hal yang sama kepada Yesus? Mungkin dengan suara yang pelan di dalam hati kita? Saya sudah tidak pernah menghitung lagi, entah berapa banyak Roh Kudus sudah mengingatkan saya tentang Yesus ketika saya sedang berada di dalam pencobaan. Dan bagaimana saya memilih untuk tetap mengabaikan pengorbanannya dan jatuh ke dalam dosa. Saya pernah, melalui perbuatan saya, berkata kepada Yesus untuk “Pergi!”

Orang yang kerasukan setan itu bertanya kepada Yesus, “Apa yang Engkau inginkan dari kami, Yesus dari Nazaret? Apakah Engkau datang untuk menghancurkan kami?” Sebelumnya, saya pernah bertanya kepada Tuhan pertanyaan tersebut berulang kali. Pada saat itu, segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik dan saya merasa dikecewakan oleh Tuhan.

Apakah Anda juga pernah bertanya seperti ini?

“Apa yang Engkau inginkan dari saya?”

“Mengapa banyak hal buruk terjadi kepada saya?”

“Mengapa Engkau tidak berpihak kepada saya? Seakan-akan Engkau memusuhi saya.”

“Berapa lama lagi Engkau akan membiarkan saya jatuh?”

Mungkin, Anda pernah mempunyai keraguan yang sama seperti yang saya rasakan terhadap Tuhan.

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. – Lukas 4:35

Tuhan tidak menghancurkan orang tersebut. Dia hanya mengusir setan dari orang itu dan bahkan dia tidak terluka sama sekali.

Ini jugalah yang Tuhan ingin lakukan terhadap kita. Dia tidak ingin untuk menghancurkan kita. Tuhan hanya mau melepaskan kita dari belenggu iblis dan melepaskan kita dari perbudakan dosa. Dia hadir untuk kita dan berada di sisi kita, bukan untuk melawan kita.

Iman yang Disertai Perbuatan

setan - gkdi 3

Yakobus menekankan, “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman” (Yakobus 2:24). Apa yang keraguan dan perbuatan kita refleksikan tentang iman kita? Kita tidak mungkin tidak berdosa, tetapi kita harus secara konsisten berjuang untuk terus lebih baik.

Iblis percaya bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Jika kita hanya berhenti sampai di situ, pertanyaannya adalah, “Adakah kita lebih baik daripada iblis?” Manusia dibenarkan karena iman yang disertai perbuatan. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong dan mati (Yakobus 2:20,26). Inilah yang membedakan kita dengan iblis, yaitu iman yang disertai dengan perbuatan, bukan sekedar percaya saja.

Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu. – Lukas 4:36-37

Yesus memiliki otoritas dan kemampuan untuk menolong kita. Mari kita mempelajari Firman-Nya dengan sungguh-sungguh dan biarkan Ia menyegarkan kita dengan kuasa-Nya yang mampu mengubah hidup kita.

Sumber: Disadur dari “No Better Than The Demons” pada website www.jesus365.church.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Tinggi Hati Awal Kehancuran

Video inspirasi: