Tetap Setia Meski Tak Populer

Suatu kali, di sebuah warung nasi, saya bertemu dengan petugas pengangkut sampah di kampung tempat saya tinggal. Sebutlah namanya Pak Bejo. Sambil bersantap, beliau menceritakan suka-duka pekerjaannya.

Selama lima belas tahun, setiap hari, Pak Bejo mengangkut sampah dari rumah ke rumah, dan semua warga kampung diam saja. Namun, ketika beliau sakit, atau motor gerobak sampahnya rusak, sehingga sampah kami tak terangkut beberapa hari, mulailah warga mengeluh. Ketika tahu beliau sakit, hanya satu-dua orang yang berempati. Untungnya, Pak Bejo tetap setia melakukan pekerjaannya.

Saat kita konsisten melakukan sesuatu yang berguna atau mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, belum tentu kita diperhatikan. Kita mungkin tak pernah mendapat ucapan terima kasih, apalagi dikenal. Malahan yang terjadi adalah, sedikit saja bikin salah, orang-orang langsung komplain pada kita.

Mungkin saat ini Anda kecewa, marah, atau ingin berhenti melakukan perbuatan kasih karena merasa tidak dihargai. Anda merasa semua tindakan Anda sia-sia. Lalu, apa yang harus dilakukan saat ini terjadi?

Mereka yang Setia dan Tak Mengharap Hormat Manusia

Tiga tokoh Alkitab berikut ini memang kurang terkenal. Kisah hidup mereka dicatat ringkas, nama mereka pun hanya disebut satu atau dua kali dalam Alkitab. Namun, Tuhan menghargai dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan. Mari kita belajar dari hati mereka yang tidak mengharapkan hormat dan pujian dari manusia.

1. Obaja – Menyembunyikan Seratus Nabi Tuhan (1 Raja-Raja 18:1-15)

setia - gkdi 1

“Tidakkah diberitahukan kepada tuanku apa yang telah kulakukan pada waktu Izebel membunuh nabi-nabi TUHAN, bagaimana aku menyembunyikan seratus orang nabi-nabi TUHAN dalam gua, lima puluh lima puluh sekelompok dan mengurus makanan dan minuman mereka?” – 1 Raja-raja 18:13

Sejak kecil, Obaja takut akan Tuhan, dan nabi Elia sekalipun tidak membantah pernyataan Obaja soal itu. Lalu, mengapa Obaja yang takut akan Allah bisa bekerja sebagai kepala istana raja Ahab yang tidak takut akan Allah?

Ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari rencana Tuhan. Berkat posisinya di dalam istana itulah, Obaja mengendus niat jahat Izebel melenyapkan para nabi Tuhan.

Entah dengan cara apa, Obaja bisa menyelamatkan seratus nabi dan menyembunyikan mereka di dalam gua. Ia juga mengatur agar kebutuhan pangan para nabi tercukupi, barangkali dengan menggunakan wewenangnya sebagai kepala istana untuk menyelundupkan makanan.

Apakah untungnya bagi Obaja melakukan itu semua?

Tidak ada. Kalau sampai Ahab atau Izebel tahu perbuatannya, ia pasti dihukum mati. Namun, meski tahu risikonya, Obaja tetap mau menolong para nabi itu. Tidak ada yang memuji tindakan Obaja, tetapi Tuhan tahu. Dan, Dia melindungi serta memampukan Obaja untuk menghidupi para nabi-Nya.

2. Yusuf dan Matias – Senantiasa Berkumpul Bersama Para Rasul (Kisah Para Rasul 1:15-26)

setia - gkdi 2

“Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.” – Kisah Para Rasul 1:21-23

Setelah Yesus terangkat ke surga, sebelas rasul berkumpul bersama sekitar seratus dua puluh pengikut Yesus lainnya. Mereka hendak mencari pengganti Yudas Iskariot yang sudah mati. Yusuf dan Matias pun diajukan sebagai kandidat karena mereka memenuhi syarat-syarat yang diberikan para rasul, dan kemudian, Matias-lah yang terpilih.

Hanya itu yang kita ketahui tentang Yusuf dan Matias. Nama mereka tidak pernah muncul pada masa Yesus dan kedua belas murid-Nya melakukan penginjilan ke berbagai tempat. Namun, keduanya tetap setia mengikuti Yesus meski orang tidak mengenal mereka. Mereka melakukannya bukan demi ketenaran atau jabatan, tetapi karena setia pada iman mereka.

3. Onesiforus – Setia Menguatkan dan Menjumpai Paulus (2 Timotius 1:3-18)

setia - gkdi 3

“Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.” – 2 Timotius 1:16-18

Onesiforus dan keluarganya adalah pengikut Yesus (2 Timotius 4:19). Sewaktu Onesiforus tahu Paulus mengalami kesusahan, yaitu dipenjara, ia setia menjenguknya. Di lain kota dan kesempatan, Onesiforus berusaha mencari dan bertemu dengan Paulus. Tak hanya itu, ia juga mengerjakan banyak pelayanan di Efesus.

Tindakan Onesiforus menemui Paulus secara terang-terangan di penjara tentu sangat berisiko. Banyak orang yang membenci Paulus saat itu. Namun, Onesiforus dan keluarganya tetap mengasihi Paulus dan melayani jemaat, karena tahu bahwa perbuatan kasih mereka tidak akan berakhir sia-sia.

Kalau banyak orang memuji atau berterima kasih atas tindakan kasih Anda, pujilah Tuhan. Itu berarti Anda menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mengasihi banyak orang. Namun, jika yang Anda dapatkan justru kritikan atau ejekan, jangan berhenti. Tetaplah setia dan lakukan yang terbaik. Tuhan melihat hati Anda, dan Dia akan memberkati Anda sesuai waktu-Nya. Amin.

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok