Written by Helen Hayasidarta 12:00 am Devotionals, Biblical Talk, Heart & Feeling, Self Development, Spiritual Life

Terbuka: Hal Kecil dengan Segudang Manfaat!

Terbuka-gereja-gkdi cover

Gereja gkdi lagu

Pernahkah Anda mendapat nasihat untuk terbuka? Mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Mengapa kita harus terbuka? Kepada siapa? Sejauh mana saya harus terbuka? Lalu, Apa keuntungannya bagi saya atau mereka, ketika mereka tahu pergumulan saya?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas juga pernah saya pertanyakan. Dulu, saya bukan orang yang mudah terbuka. Jika saya tidak benar-benar percaya, saya tidak akan membiarkan orang lain mengetahui isi hati saya. Semua masalah saya simpan sendiri. Saya merasa mampu menyelesaikan masalah-masalah saya sendiri tanpa campur tangan orang lain

Namun, seiring berjalannya waktu, berkat masukan-masukan dari orang lain, saya belajar untuk terbuka. Hasilnya, saya mendapatkan begitu banyak manfaat dari keterbukaan saya. Saya bisa belajar dari pengalaman orang lain tanpa harus jatuh dulu ke lubang yang sama, saya mendapat kelegaan, arahan, nasihat yang berharga, bahkan kesembuhan

Mungkin Anda sudah tidak sabar untuk menjadi seseorang yang terbuka. Namun, kita perlu bijak juga untuk terbuka. Mari kita perhatikan hal yang berikut. 

Tentang Apa dan Kepada Siapa Kita Perlu Terbuka?

Terbuka-gereja-gkdi 1

Kita bisa terbuka tentang apapun, seperti masa lalu, pergumulan, perasaan, pikiran, isi hati kita, dan lain-lain. Terbuka tidak sama dengan curhat atau gosip. Bahkan terkadang kita perlu terbuka untuk hal-hal tidak enak, seperti dosa, dan pengalaman pahit,  yang kita selama ini simpan sendiri. 

Namun, kita perlu memilih orang yang tepat untuk kita dapat terbuka. Terbuka dengan orang yang tidak tepat dapat menjadi bumerang untuk diri kita sendiri. Orang yang kita perlu terbuka adalah orang yang dewasa secara rohani, dapat kita percaya, serta dapat mendukung kita menjadi lebih baik dan benar, seperti pembimbing rohani kita.

Dari Alkitab, kita dapat belajar dari sosok Hana, ibu dari Samuel. Hana sedih karena ia tidak memiliki anak. Sedangkan, istri lain dari suaminya, Penina, menyakiti hati Hana karena ia mandul. 

Hana menceritakan segala perasaannya kepada Tuhan dalam doa ketika ia pergi ke rumah Tuhan di Silo (1 Samuel 1:9-10). Ini pun satu hal yang perlu kita contoh, yaitu terbuka kepada Tuhan di dalam doa. Ia mengerti setiap hal yang kita alami dan peduli dengan kita (1 Petrus 5:7). 

Selain terbuka kepada Tuhan, Hana juga memberitahukan Imam Eli, seorang hamba Tuhan, tentang apa yang menjadi pergumulan hatinya (1 Samuel 1:15-17). Kita perlu terbuka kepada orang-orang yang dewasa secara rohani, yang dapat membantu kita menjadi lebih baik. 

Jadi, kita perlu terbuka kepada Tuhan dan juga kepada seorang yang dewasa secara iman tentang pikiran, perasaan, pergumulan kita, dan lain lain. Setelah kita tahu kepada siapa dan tentang apa kita bisa terbuka, mari kita lihat manfaat dari terbuka. 

3 Manfaat Menjadi Terbuka:

1. Mengenal Diri Kita Sendiri

Terbuka-gereja-gkdi 2

Sebagai manusia, kita bisa memiliki blind spot, satu titik dimana kita tidak bisa melihat diri kita sendiri dengan jelas. Nah, itulah salah satu alasan mengapa kita perlu terbuka dan membiarkan orang lain melihat diri kita. Siapa kita, apa kekuatan, kelemahan, sinful nature, karakter kita, dan lain sebagainya. Namun, hal ini tidak berarti kita membiarkan orang lain mendefinisikan siapa kita.  Melalui keterbukaan, kita dibantu untuk dapat melihat hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita ketahui tentang diri kita sendiri sendiri.

Seorang teman pernah berkata seperti ini, “Jika kita tidak pernah mau membuka diri kita, maka kita tidak pernah mengetahui diri kita sebenarnya. Seperti misalnya, jika kita terlalu takut untuk membuka luka yang diperban, maka kita tidak tahu, apakah luka tersebut sudah sembuh, masih bernanah, atau semakin parah.” 

Kata-kata tersebut membuat saya berpikir. Terbuka memang tidak enak. Tentu tidak susah terbuka tentang hal-hal yang baik atau pengalaman-pengalaman yang indah. Tapi, menceritakan hal-hal yang pahit, sedih, tidak menyenangkan, memalukan, aib, atau dosa, tentu dibutuhkan keberanian

Saat kita tidak terbuka, kita tidak tahu apa yang ada di dalam diri kita. Apakah hati kita sudah busuk dan dipenuhi belatung? Ataukah hati kita penuh dengan harta karun terpendam, yang sebenarnya banyak orang bisa terinspirasi, ketika kita mau terbuka?

Dengan terbuka, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri. Saat kita berbagai apa yang kita rasakan, mungkin kita akan ditegur, diarahkan, diberi pandangan baru, diampuni, dan lain sebagainya. Percayalah hal itu baik bagi kita. Jangan sampai ketidaktahuan kita, ‘kelurusan’ kita dalam jalan kita sendiri, malah menjerumuskan kita.

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.  – Amsal 12:15

2. Memberikan Kesembuhan

Terbuka-gereja-gkdi 3

Melanjutkan perumpamaan luka di atas. Setelah kita membuka luka yang diperban tersebut, barulah kita tahu, apa yang perlu kita lakukan selanjutnya. Jika sudah sembuh, tidak perlu diobati lagi. Tetapi jika masih belum sembuh, kita perlu mencari cara mengobatinya sesuai dengan tingkat keparahan luka tersebut. 

Terbuka dapat menyembuhkan. Itu adalah kabar baiknya. Hal itu tertulis jelas dalam 

Yakobus 5:16, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Saat kita terbuka dan mengaku dosa, dosa kita diampuni dan kita menjadi sembuh. Lukas 15:11-32 mencatat bahwa anak bungsu yang yang terbuka, mengaku dosa kepada ayahnya menjadi sembuh. Sedangkan, anak sulung, yang tidak pernah mengungkapkan apa yang dia rasakan, justru dialah yang sebenarnya ‘terhilang’. 

Daud, tidak mengakui dosanya ketika ia mengintip Batsyeba mandi. Dosanya berlanjut, hingga ia tidur dengan Batsyeba yang menyebabkan wanita itu hamil. Kemudian ia lanjut berbuat dosa lagi dengan merencanakan pembunuhan Uria, suami Batsyeba, agar dosanya tidak diketahui (2 Samuel 11). Setelah ditegur Nabi Natan, barulah Daud ‘sembuh’ (2 Samuel 12). Jika, Natan tidak membuka dosa-dosanya, mungkin Daud akan terus melakukan dosa untuk menutupi dosa-dosanya. 

Terbukalah, agar dosa-dosa kita diampuni dan kita menjadi sembuh.

3. Memberikan Kita Begitu Banyak Hal Baik

Terbuka-gereja-gkdi 4

Selain kesembuhan, keterbukaan memberikan kita begitu banyak hal yang baik. Dari kisah Hana di atas, kita melihat bahwa pada akhirnya Hana memiliki anak. Hal ini tentunya karena doa-doa yang dipanjatkan Hana sepenuh hati, nazar Hana, serta salah satunya nubuat yang diucapkan Imam Eli untuk Hana. 

Ketika Hana cerita tentang persoalannya, inilah respon imam Eli, “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.” – 1 Samuel 1:17

Dengan terbuka,

  • ketika kita lemah, kita bisa mendapatkan semangat
  • ketika kita takut, kita mendapatkan kekuatan
  • ketika kita sedih, kita mendapatkan penghiburan.
  • ketika kita butuh bimbingan, kita mendapatkan nasihat dan arahan.Ketika kita berdosa, dosa kita diampuni, kita mendapat kesembuhan dan kelegaan, serta mungkin teguran yang bermanfaat.

Melalui keterbukaan, kita mengizinkan orang lain untuk masuk ke dalam hidup kita sehingga kita tidak perlu berjuang sendirian. Kita juga mendapatkan banyak pelajaran berharga. Tidak perlu jatuh dulu kan, untuk dapat belajar? Bukankah lebih baik jika kita dapat belajar dari kesalahan orang lain? Mereka bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang membuat kerja Tuhan menjadi nyata dalam hidup kita. Oleh karena itu, terbukalah!

Terbuka kepada orang yang tepat dapat memberikan segudang manfaat. Kita jadi bisa lebih mengenal diri kita sendiri. Kita mendapatkan kesembuhan serta begitu banyak hal baik lainnya. Mari kita belajar untuk terbuka, untuk kebaikan Anda, saya, dan kita semua!

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 215 times, 1 visits today)

Last modified: Oct 14

Close