Ketika panik melanda pikiran Anda, saran-saran semacam, “Santai saja,” atau, “Tenang sedikit, dong,” rasanya sulit sekali dilakukan. Anda butuh solusi secepatnya, dan staying calm sepertinya hanya akan memperlambat gerak Anda.

Jadi, bagaimana kita dapat menjadi orang yang tetap tenang dalam kondisi yang tampaknya tak mendukung sekalipun?

Tukang Kayu yang Kehilangan Arloji

tenang - gkdi 1

Ada seorang tukang kayu yang selalu mengenakan arloji kesayangannya saat bekerja. Suatu kali, arlojinya terlepas dan jatuh terbenam di tumpukan serbuk kayu yang amat tinggi.

Sambil mengeluh dan menyalahkan keteledoran sendiri, si tukang kayu membongkar tumpukan serbuk itu untuk mencari arlojinya. Rekan-rekan pekerja lain pun turut membantu. Namun, sia-sia saja; arloji kesayangannya tetap tidak ketemu.

Makan siang tiba, dan si tukang kayu dengan lesu meninggalkan bengkel bersama rekan-rekannya. Saat itulah, seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia berjongkok, lalu mulai menggali serbuk. Selang sebentar, ia berhasil menemukan arloji si tukang kayu.

Tentu, si tukang kayu amat gembira, sekaligus heran. Bagaimana mungkin seorang anak kecil bisa menemukan arloji yang tidak sanggup ditemukan beramai-ramai oleh orang dewasa?

“Bagaimana caramu mencari arloji ini?” tanyanya.

“Saya hanya duduk tenang di lantai,” jawab anak itu. “Dalam keheningan, saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu, saya tahu di mana arloji itu berada.”

Tenangkan Diri dengan 3 Cara Ini

Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. – Pengkhotbah 4:6 

Terkadang, dalam menyelesaikan masalah hidup, yang kita butuhkan adalah segenggam ketenangan, bukan kepanikan. Panik tidak akan menyelesaikan apa-apa.

Lakukan tiga hal ini agar Anda stay calm and cool dalam berbagai situasi:

1. Ingat Kita Punya Allah yang Luar Biasa

tenang - gkdi 2

Sering kali kepanikan itu muncul karena kita lupa bahwa kita punya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Kita mengira harus berjuang sendirian di dunia, dan semua yang terjadi bergantung pada apa yang kita lakukan. Padahal, hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Kita hanya perlu lakukan bagian kita dan biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. – Matius 8:25-26

Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya kurang percaya. Itulah yang membuat mereka panik ketika keadaan tak sesuai harapan. Jika kita percaya bahwa kita tidak sendiri, dan bahwa Tuhan takkan meninggalkan orang-orang yang mengasihi-Nya, kita akan memiliki ketenangan sejati.

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” – Ibrani 13:6  

2. Kuasai Diri dan Berdoalah

tenang - gkdi 3

Akan lebih sulit mengerjakan sesuatu dengan maksimal kalau kita tegang atau kalang kabut. Maka, selain menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai, kita juga harus belajar menguasai diri. Menjadi tenang adalah sebuah pilihan. Dengan kata lain, kita dapat tenang jika kita memutuskan untuk tenang.

Saya pernah tidak tenang karena punya masalah dengan seseorang. Kalau bertemu, rasanya saya berharap punya kemampuan menghilang dari pandangan. Saya tahu masalah kami harus dibereskan, tapi saya takut.

Saat itulah, saya teringat kisah Yakub yang mau berdamai dengan Esau, kakak yang pernah bersumpah akan membunuhnya karena pernah ia tipu (Kejadian 27:41). Dalam ketakutannya sebelum bertemu Esau, yang dikatakan hendak mendatanginya bersama 400 orang (Kejadian 32:6), Yakub berdoa:

Kemudian berkatalah Yakub: “Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu—sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.

Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya. 

Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung.” 

– Kejadian 32:9-12

Terinspirasi tindakan Yakub, saya pun berdoa meminta supaya Tuhan memberikan keberanian untuk menemui orang ini dan melancarkan pertemuan kami. Setelah itu, kami membuat janji temu, dan saya terus berdoa sebelum hari itu tiba. Berdoa membuat saya jauh lebih tenang, dan hasilnya, hubungan kami sekarang jauh lebih baik. Kuasa doa itu sungguh mengagumkan.

Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. – 1 Petrus 4:7b

3. Susun Strategi

tenang - gkdi 4

Ada banyak hal yang membuat hidup tidak tenang, yang semuanya dapat diringkas dalam satu kata: masalah.

Meskipun sudah menerapkan poin 1 dan 2, Anda tidak akan dapat sepenuhnya tenang sebelum melaksanakan poin yang ketiga. Masalah harus diselesaikan, bukan dihindari, apalagi dianggap tidak ada.

Strategi yang tepat akan memberikan hasil yang luar biasa. Mintalah hikmat kepada Tuhan jika Anda bingung bagaimana harus menyusun strategi.

Melanjutkan kisah Yakub di atas, setelah berdoa, ia tidak hanya berdiam diri. Dengan membaca Kejadian 32:13-21, Anda akan melihat bagaimana Yakub mengatur strategi pengiriman hadiah untuk Esau sebelum rombongan mereka berpapasan. Tujuannya adalah untuk melunakkan hati Esau agar Yakub terluput dari kemarahannya.

Berdoa memang perlu, tapi Anda juga harus melangkah dengan iman. Yakub berdoa dan juga membuat rencana untuk menyelesaikan masalahnya. So, do your part, and let God do the rest!

Tanpa ketenangan, Anda akan sulit berpikir jernih dan bertindak secara maksimal. Jadi, percayalah bahwa Anda punya Allah yang luar biasa. Kuasai diri dan berdoalah, lalu susun strategi untuk menyelesaikan masalah Anda.

“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” – Yesaya 30:15

Tuhan menyertai Anda senantiasa!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Tetap Setia Meski Tak Populer

Video inspirasi: