gkdi lagu

Bagi banyak orang, bekerja di tempat yang tepat menjadi sebuah kebutuhan penting. Di sana, mereka tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga mempersiapkan masa depan. Menariknya, kita biasanya menemukan dua jenis pekerja, yaitu orang yang menyukai pekerjaannya dan yang tidak menyukainya. 

Faktor kesukaan umumnya memengaruhi kinerja seseorang di tempat kerja. Orang yang mencintai pekerjaannya akan melakukan tugasnya dengan maksimal. Sebaliknya, mereka yang tidak mencintai pekerjaannya hanya akan berbuat “sebisanya.” Hal ini tentunya bukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan, yang menginginkan kita bekerja sebaik mungkin.

Entah Anda tidak suka dengan kolega, atasan, atau lingkungan kerja Anda, bagaimana caranya memaksimalkan kinerja saat tempat kerja terasa tidak ideal? Tiga poin ini akan membantu Anda melakukannya.

1. Bersyukurlah, Anda Punya Tempat Kerja

Tuhan ingin anak-anak-Nya melakukan pekerjaan dengan rasa syukur, termasuk yang kita lakukan untuk tempat kerja kita saat ini. Alkitab membahas perihal bersyukur sebagai berikut:

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. – Kolose 3:17

Di bulan pertama saya bekerja di sebuah perusahaan, batin saya dipenuhi rasa kurang bersyukur. Saya berpikir seharusnya saya bisa mendapatkan perusahaan yang lebih baik. Saya bertanya dalam hati apakah saya salah memilih tempat kerja. Sebulan lamanya saya biarkan pikiran-pikiran itu menguasai saya, dan akibatnya, saya bekerja tanpa sukacita.

Akhirnya, saya disadarkan oleh nasihat seorang sahabat yang mengingatkan saya untuk bersyukur. Bersyukurlah, kita masih punya tempat untuk bekerja saat banyak orang masih mencari pekerjaan. Bersyukurlah, karena Tuhan punya rencana baik untuk kita di tempat tersebut, dan bukannya asal-asalan menempatkan kita. Ya, mengingat kebaikan Tuhan lewat pekerjaan yang kita miliki saat ini dapat membantu kita untuk bersyukur.

Kekuatan rasa syukur ternyata berdampak besar pada kinerja saya. Saya lebih semangat pergi bekerja, dan tidak lagi menghitung sisa jam kerja hari itu. Rasa syukur yang saya latih itu memberikan imbas yang baik bagi produktivitas saya di tempat kerja.

Jika Anda sedang kecewa dengan tempat kerja Anda, doakanlah hati Anda sendiri agar dimampukan untuk bersyukur. Dengan bersyukur, Anda bisa bekerja dengan hati yang rela memberikan yang terbaik, bukan seadanya saja. 

2. Jadi Pribadi yang Proaktif

Proaktif berarti bertindak lebih aktif. Ada orang yang enggan bersikap proaktif karena merasa tidak ada gunanya. Namun, apa kata Alkitab mengenai hal ini? 

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. – Matius 5:41

Ketika saya mencoba bertindak proaktif di tempat kerja, saya menemukan bahwa saya berangsur-angsur mulai menyukai pekerjaan saya. Semakin saya menyukai pekerjaan saya, semakin saya ingin menunjukkan kinerja yang lebih maksimal. Bahkan ketika tidak ada instruksi dari atasan, saya tetap mengerjakan apa yang saya bisa agar selalu produktif. 

Bersikap proaktif di tempat kerja adalah karakter yang baik. Selain membuat Anda lebih menikmati pekerjaan Anda, ini tentunya juga menyenangkan hati atasan Anda. Rekan-rekan kerja Anda pun bisa terinspirasi dari cara Anda bekerja

Sering kali ada rasa malas untuk memberi lebih kepada perusahaan tempat kita bekerja, apalagi kalau usahanya tidak sebanding dengan pendapatan kita. Namun, ingatlah bahwa Tuhan melihat kerja keras Anda. Sekalipun di tempat kerja tidak ada yang mengapresiasi, Tuhan melihat usaha Anda untuk bertindak proaktif. Renungkanlah hal ini, dan mulailah terapkan sikap proaktif di tempat kerja. 

3. Tetapkan Target

Target adalah faktor penting dalam menyusun strategi kerja yang efektif. Tanpa target, kita akan santai dan tidak punya arah. Kitab Amsal membahasnya sebagai berikut:

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. – Amsal 21:5

Ketika Anda punya target, fokus Anda akan mengarah kepada target tersebut. Seorang pengusaha yang memiliki target keuntungan tertentu setiap bulannya akan lebih produktif ketimbang yang menjalani usaha seadanya. Justru, akan berbahaya bila kita bekerja dengan pikiran “ikuti arus seperti air mengalir,” karena kita tidak akan menghasilkan apa pun.  

Tetapkan target dalam pekerjaan Anda. Apa yang ingin Anda capai setiap bulannya? Apa target Anda dalam kurun satu tahun pertama bekerja? Posisi apa yang ingin Anda raih setelah beberapa tahun bekerja? 

Jika Anda seorang pengusaha, tentukan bagaimana usaha Anda akan berkembang dalam satu bulan, enam bulan, bahkan satu tahun berikutnya. Bagaimana Anda akan mencapainya, strategi apa yang bisa Anda terapkan, siapa yang Anda butuhkan untuk menjadi rekan bisnis, dan lain-lain. 

Usahakan agar target yang Anda buat masuk akal dan tidak mengganggu keseimbangan hidup Anda. Ingat, menetapkan target bukan berarti menjadikan itu sebagai tujuan utama hidup Anda, tetapi menjadikannya alat untuk membantu Anda bekerja lebih maksimal. Dengan tolok ukur yang jelas, Anda dapat mengevaluasi performa kerja secara berkala dan membangun jalur karier yang baik di masa depan.

Bersyukur atas tempat kerja akan mendorong Anda untuk proaktif, dan dibarengi target yang baik, niscaya Anda dapat bekerja lebih maksimal. Dengan demikian, Anda akan menjadi pekerja yang menyenangkan hati Tuhan. Do what you love, and love what you do. Semangat bekerja, semuanya! 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: