Apakah saat ini teman-teman Anda satu persatu meninggalkan Tuhan? Entah karena masalah atau doa yang tidak terjawab, mereka akhirnya melepaskan iman mereka.

Tak ada manusia yang luput dari masalah. Namun, terkadang, karena kewalahan oleh banyaknya masalah, kita cenderung berfokus pada masalah itu sendiri ketimbang janji Tuhan yang luar biasa. Itulah yang membuat seseorang kehilangan visi dan memutuskan untuk meninggalkan Tuhan.

Ketika hal ini terjadi pada teman Anda, tentunya Anda ingin membantu, ingin menguatkan imannya. Masalahnya, dari mana Anda harus memulai?

Untuk menguatkan iman orang lain, terlebih dahulu Anda harus:

1. Penuh dengan Tuhan

teman - gkdi 1

Agar dapat menolong teman yang imannya goyah, Anda sendiri harus penuh di dalam Allah.

Saya pernah bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya capek? Kenapa semua yang saya lakukan terasa seperti rutinitas belaka?” Ketika orang lain tergugah oleh khotbah yang inspiratif, saya tidak merasakan apa-apa. Saat mereka menangis dan tersentuh, saya bingung mengapa mereka bisa menangis.

Jawabannya datang lewat petikan sebuah khotbah yang saya dengar: “Anda ingin memberi impact dalam hidup orang lain, sibuk melakukan ini-itu, tapi mengapa tak satu pun tindakan Anda berdampak pada mereka? Itu karena Anda sendiri tidak ter-impact oleh firman Tuhan. Anda kosong. Anda ibarat mobil yang melaju tanpa bahan bakar, dan jika ini terus berlanjut, Anda akan burnt out—kelelahan!”

Kata-kata itu begitu mengena di hati saya. Rupanya selama ini saya ingin mengasihi orang lain, tetapi tangki kasih saya kosong. Saya ingin menginspirasi orang lain, tapi jiwa saya sendiri kering. Jika demikian, bagaimana mungkin saya dapat membantu sesama?

Lalu, siapa yang dapat mengisi kekosongan jiwa kita dan mengisi tangki kasih kita? Tak lain hanya Tuhan.

Lalu, apa saja kriteria penuh di dalam Tuhan?

Apakah jadwal saat teduh dan doa yang tidak pernah bolong itu pertanda Anda penuh akan Tuhan? Belum tentu! Bisa jadi hal itu hanya to-do-list semata. Bukan berarti saat teduh dan doa tidak penting, tetapi Anda perlu sesuatu yang lebih daripada itu.

Full of God = Experiencing God’s Love

Penuh dengan Tuhan berarti Anda betul-betul penuh di dalam kasih-Nya. Anda melihat Tuhan bekerja dalam hidup Anda dan mengalami sendiri hasil kerja-Nya (experiencing God). Anda merasakan Tuhan begitu mengasihi Anda, dan Anda juga begitu mengasihi-Nya. Sebutlah, Anda sedang kasmaran dengan Tuhan. Anda jatuh cinta begitu dalam kepada-Nya.

Hal itu hanya bisa Anda dapatkan jika Anda punya hubungan dekat dengan Tuhan. It’s not about the quantity, but the quality. 

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. – Efesus 3:18-19

Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan hari ini? Seperti apa kehidupan doa Anda? Apakah Anda meluangkan waktu untuk bicara dengan Tuhan dari hati ke hati, layaknya orang yang sedang jatuh cinta?

Jika diri Anda kosong, Anda tidak dapat membantu orang lain. Namun, jika Anda penuh di dalam Tuhan, Anda menjadi mata air yang terus memberi inspirasi bagi orang-orang di sekitar Anda.

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” – Yohanes 4:13-14

2. Menjadi Teman yang Baik

teman - gkdi 2

Setelah selesai dengan poin pertama, barulah Anda mulai memikirkan strategi untuk membantu teman Anda menemukan kembali imannya.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. – Amsal 17:17

Biasanya orang akan lebih mendengarkan arahan teman yang dekat dengannya, seseorang yang ia percayai. Dengan kata lain, lebih sulit membantu seseorang untuk tetap setia kepada Tuhan kalau kita tidak terlalu dekat dengannya.

Supaya dapat menjadi teman yang baik, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, seperti:

Bersikap Terbuka

Jika Anda berharap orang lain terbuka kepada Anda, Anda sendiri harus mau membuka diri. Dengan bersikap terbuka, kita memberi ruang dan peluang bagi mereka untuk bercerita kepada kita. Dengan terbuka, kita membuat orang lain merasa nyaman, serta membangun kepercayaan mereka terhadap diri kita.

Jangan Menghakimi

Untuk membantu orang lain dalam iman, kita perlu menjadi teman bagi mereka, bukan guru, mentor, apalagi hakim mereka. Terlalu sering kita bersikap seakan-akan kita adalah pihak yang kuat dan sedang membantu orang yang lemah. Kita lupa bahwa teman bukanlah orang yang berjalan di depan atau di belakang kita, tetapi bersama dengan kita.

Bagaimana mungkin teman bisa merasa nyaman dengan kita, kalau sebentar-sebentar kita datang untuk menghakimi kesalahannya? Yang terjadi malahan ia semakin menjauh dari kita. Ingat, penghakiman adalah hak Tuhan. Tugas kita adalah terus berbuat baik.

Dengarkan dan Tanya Pertanyaan yang Tepat

Terkadang, kita cenderung terburu-buru memberikan solusi ketimbang mendengarkan teman kita. Padahal, belum tentu mereka datang kepada kita untuk mencari solusi. Bisa jadi, mereka sebenarnya sudah tahu apa yang harus dilakukan dan hanya butuh tempat untuk bercerita.

Contoh pertanyaan yang tepat, antara lain:

“Mengapa hal itu bisa terjadi?”

“Menurut kamu, apa akar permasalahannya?”

“Kira-kira, bagaimana solusinya?”

“Jika kamu lakukan ini, apakah akan efektif?”

“Jadi, apa rencanamu untuk selesaikan masalah ini?”

“Apa yang saya bisa bantu?”

Mengapa kita harus menanyakan pertanyaan yang tepat? Karena, orang akan lebih mengingat ucapan mereka sendiri ketimbang nasihat Anda. Anda hanya membantu mereka menemukan solusi yang terpendam.

Hargai Kemajuan

Di zaman yang serba cepat ini, kita bisa terpengaruh untuk hanya melihat hasil secara instan dan melupakan proses. Ini membuat kita kurang menghargai kemajuan yang susah payah diperjuangkan teman kita.

Mungkin teman Anda berhasil sedikit berubah, kemudian jatuh lagi, dan ia mengatakan betapa kecewanya ia pada diri sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah, hargai setiap hal yang sudah ia kerjakan. Pujilah kemajuan yang ia capai. Saat teman Anda terpuruk karena melakukan kesalahan lagi, ajarkan dia untuk memaafkan dirinya sendiri. Berikan ia kepercayaan dan semangat untuk terus berjuang.

Bagikan Iman

Setelah kita penuh dengan Tuhan (poin 1), kita akan lebih mudah membagikan iman kepada orang lain. Mungkin apa yang dilalui teman Anda saat ini pernah Anda lewati dulu. Berikan ia tips-tips berdasarkan pengalaman Anda di masa-masa sulit itu.

Jika Anda belum pernah mengalami masalah tersebut, Anda bisa memperkenalkan teman Anda dengan teman lain yang punya pengalaman serupa. Dengan demikian, teman Anda akan terbantu, dan kalian dapat menjadi sahabat yang saling menguatkan satu sama lain.

Adalah tugas kita sebagai anak Allah untuk menjaga satu sama lain agar tetap setia dalam iman. Untuk itu, Anda sendiri harus penuh di dalam Tuhan dan menjadi teman yang baik. Bersikaplah terbuka, jangan menghakimi, dengarkan dan tanya pertanyaan yang tepat, serta hargai setiap kemajuan teman Anda. Tak lupa, bagikan iman Anda agar mereka kembali semangat dan mencintai Tuhan. Amin.

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. – Galatia 6:2 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Teman Kerja Anda Menyebalkan? Ini Solusinya

Video inspirasi: