Teladan Sempurna Yesus: Berbuat Baik Lewat Hal-Hal Kecil

Sembari menunggu novel biografi karya saya terbit, saya mempromosikannya kepada teman-teman. Respon yang saya terima pun beranekaragam. Mulai dari yang antusias dan langsung memesan, menolak membeli, hingga yang mengabaikan pesan saya.

Namun, ada satu respon dari seorang kawan yang paling berkesan. Selain mengucapkan selamat dan memesan satu eksemplar, kawan ini menawarkan diri mempromosikannya.  Dan, ia tidak asal bicara. Sebulan kemudian, saya mengirimkan enam eksemplar buku kepadanya.

Merasa bersyukur, saya menceritakan kebaikannya kepada teman-teman. Betapa terkejutnya saya mendengar kesaksian mereka. ”Oh, kakak itu memang baik banget,” kata seorang teman. “Enggak diragukan lagi, dia memang ramah dan  suka menolong,” tambah yang lain.

Testimony mereka atas kawan ini membuat saya terpesona, sekaligus tergelitik. Saya pun terdorong melakukan refleksi diri: seperti apa kesaksian orang lain tentang diri saya sebagai murid Yesus?

Murid Yesus harus Bercahaya

Yesus - gkdi 1

Yesus berharap murid-murid-Nya menyinari kegelapan dengan perbuatan baik.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” – Matius 5:16

Di tengah kesibukan sehari-hari, sering kali kita tak punya waktu untuk saling menyapa. Di bus, misalnya, para penumpang asyik dengan ponsel masing-masing dan enggan berinteraksi satu sama lain. Tentu, ini ada wajarnya karena mereka tidak saling kenal.

Namun, mengapa pemandangan semacam ini juga terlihat di gereja, bahkan di meja makan? Bukannya bersantap sambil mengobrol dan berbagi cerita, para anggota keluarga malah sibuk memainkan gadget masing-masing.

Itulah mengapa orang yang mau peduli, menyapa, bahkan menawarkan bantuan tanpa diminta menjadi sosok yang langka. Sebagai murid Yesus, sudah seharusnya kita menjadi bagian dari yang langka ini.

Ada Upah untuk Setiap Perbuatan Baik

Yesus - gkdi 2

Berbuat baik memang seharusnya tidak dilakukan demi pujian. Namun, perbuatan baik biasanya akan diingat orang.

Ketika jemaat mula-mula memilih tujuh orang untuk melayani orang miskin, kriteria yang ditetapkan adalah orang yang terkenal baik. Tolok ukur ini relevan, karena pelayanan orang miskin membutuhkan kadar kebaikan hati yang di atas rata-rata.

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu. – Kisah Para Rasul 6:3

Nama pertama yang diajukan adalah Stefanus. Mengacu pada Matius 5:16 di atas, berarti Stefanus telah menjadi terang yang bercahaya sehingga orang-orang di sekelilingnya bisa melihat perbuatan baiknya. Terbukti, ia melakukan pelayanan dan mempertahankan imannya sampai akhir. Kebaikan hati Stefanus membuat Tuhan Yesus sendiri datang menyambutnya (Kisah Para Rasul 7:56). Surga kekal adalah upah terbesar bagi Stefanus.

Selain Stefanus, masih banyak tokoh lain dalam Alkitab yang rajin berbuat baik. Contohnya, Tabita di Kisah Para Rasul 9:36-42 dan Kornelius di Kisah Para Rasul 10. Tuhan pun memberikan upah bagi keduanya: bangkit dari kematian untuk Tabita dan kesempatan menjadi murid Yesus bagi Kornelius, sebagai bukti bahwa karunia keselamatan diberikan kepada semua bangsa.

Bukan hanya perbuatan-perbuatan besar yang akan diganjar oleh Allah. Jangankan untuk mereka yang rajin bersedekah dan menolong orang lain, bagi mereka yang memberi secangkir air kepada sesamanya pun, Tuhan tak lupa menyediakan upah (Markus 9:41).

Yesus Adalah Role Model

Alkitab mencatat banyak perbuatan baik yang Yesus lakukan. Menyembuhkan orang sakit, memberi makan mereka yang lapar, memulihkan yang cacat, mengampuni yang bersalah, dan menguatkan yang lemah. Yesus tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan; sebaliknya, Dia mengampuni dan tetap memberkati orang yang berbuat jahat kepada-Nya.

Mungkin kita tidak dapat mengadakan mujizat besar seperti Yesus, tidak mampu bagi-bagi uang atau menyumbang sebesar para dermawan yang berada. Namun, semua orang bisa berbuat baik dengan bermodalkan hati yang peduli.

Berikut beberapa perbuatan baik kecil yang bisa kita lakukan:

1. Tersenyum

Yesus - gkdi 3

Memberi senyum kepada teman itu biasa. Tersenyum kepada orang yang menyebalkan, itu baru luar biasa. Seulas senyum bisa menghapus kesedihan. Senyuman tulus dapat menguatkan hati yang lemah usai menjalani hari yang berat. Ato, tinggalkan sejenak layar ponsel itu, dan  tersenyumlah!

2. Menyapa

Yesus - gkdi 4

Bersikap ramah tak hanya membuat teman kita bertambah, tetapi bisa juga “menyelamatkan” teman tersebut. Sapaan hangat ampuh untuk membuka obrolan, sekaligus membuka pikiran yang buntu. Hari yang menyebalkan menjadi lebih berwarna, hati yang kosong pun terisi. Jangan buang muka apalagi pura-pura tak melihat teman kita. Sapalah mereka, dan lihat hasil manisnya!

3. Beri Semangat

Yesus - gkdi 5

Dalam obrolan sehari-hari, hindari keinginan menggurui, melecehkan, apalagi menghakimi teman bicara kita. Terima perasaan orang lain tanpa mendebatkannya. Akui kelebihan dan pujilah mereka yang layak mendapatkannya. Jangan ragu memberi ucapan selamat atas keberhasilan pihak lain. Kata-kata yang membangun itu indah, jadi ucapkanlah!

4. Bermurah Hati

Yesus - gkdi 6

Memberi dari kekurangan, itulah yang disebut murah hati. Dengarkan keluh-kesah teman saat kita juga punya beban. Kunjungi dan doakan orang lain saat kita sendiri banyak pergumulan. Daripada menawar barang semurah mungkin, berkatilah pedagang dengan membayar harga normal. Berikan tip kepada pengemudi ojek, loper koran, atau tukang parkir saat kantong sedang tipis.

Perhatian itu mungkin terkesan kecil, dan nominal yang kita sisihkan mungkin tak seberapa, tapi sangat berarti bagi orang lain. Niscaya senyum lega di wajah mereka akan membuat kita lebih bahagia!

Kebaikan hati  yang kita tunjukkan, sekecil apa pun itu, akan meringankan beban dan mencerahkan hidup orang lain. Seperti halnya tawaran seorang kawan untuk membantu promosi buku menjadi sumber semangat yang luar biasa di tengah banyaknya tanggapan negatif yang saya terima.

Yesus adalah teladan yang sempurna dalam berbuat baik. Mungkin kita tidak bisa sesempurna itu, tapi marilah terus berlatih. Semoga kita bersinar dan dikenal sebagai murid Yesus yang rajin berbuat baik. Amin.

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok