Doa merupakan bagian integral dalam kehidupan orang Kristen yang kita pelajari dari teladan Yesus. Saat berdoa, kita berbicara kepada Tuhan, memuji apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita, meminta berkat, mendoakan seseorang, memohon hikmat, dan banyak lagi. 

Setiap orang punya gaya sendiri dalam berdoa. Ada yang suka doa di pagi hari setelah bangun tidur. Ada yang lebih suka berdoa di taman, di kamar, atau memuji Tuhan terlebih dulu sebelum berdoa. Apa pun gaya doa kita dan berapa lama kita berdoa, itu semua baik. 

Yesus sendiri suka dan rutin berdoa. Sepadat apa pun kegiatan-Nya, Dia selalu menyempatkan diri untuk bicara dengan Bapa-Nya. Berikut tiga teladan Yesus dalam berdoa yang bisa kita terapkan:

1. Tuhan, Prioritas Pertama di Awal Hari

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. – Markus 1:35

Bangun pukul empat atau lima pagi bukanlah perkara mudah bagi setiap orang. Apalagi, setelah kita capai bekerja di hari sebelumnya. Yesus punya kebiasaan bangun pagi-pagi sekali untuk berdoa di luar rumah, dan lihatlah bagaimana kegiatan-Nya sehari-hari:

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. – Markus 1:32-34

Sebagai manusia, Yesus tahu bagaimana rasanya lelah setelah seharian bekerja (Markus 1:29-39). Setelah menyembuhkan ibu mertua Petrus, Dia melayani orang-orang sakit. Namun, Yesus memberi teladan kepada kita: Dia tetap bangun pagi-pagi dan berdoa, lalu baru melakukan kegiatan lainnya.

Prioritas utama Yesus adalah Bapa-Nya. Setiap orang mendapatkan waktu yang sama: satu hari, 24 jam. Jadi, belajarlah mengatur waktu dengan bijak dan pahami prioritas. Ikutilah teladan Yesus, yaitu mengawali hari dengan doa. Selain menjadikan jadwal kita lebih teratur, hati dan pikiran kita juga disiapkan untuk menghadapi kesibukan seharian. Kalau ngantuk, kita bisa mandi, cuci muka, atau senam ringan dahulu, baru berdoa.

2. Dahulukan Kehendak Tuhan

Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

– Lukas 22:40-44

Berdoa dengan sungguh-sungguh adalah tindakan Yesus untuk mengatasi rasa takut. Ketika hampir tiba waktu-Nya untuk menjalani salib, Dia memohon agar Bapa-Nya mengambil kembali cawan derita-Nya, lantaran tahu betap berat penderitaan yang harus dihadapi-Nya. Dia juga mengajak para murid-Nya untuk berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. 

Meski berat, Yesus mendahulukan kehendak Bapa-Nya di atas kehendak-Nya sendiri. Setelah itu, sesosok malaikat datang untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Setelah berdoa, Yesus siap menghadapi semuanya: dikhianati, disangkal, dan ditinggalkan murid-murid-Nya, difitnah, dipukul, diludahi, dipaksa memikul salib, dan dipaku di atas kayunya hingga menemui ajal. Semua Dia tanggung karena Yesus sangat mengasihi kita.

Ikutilah teladan Yesus untuk berdoa agar kehendak Allah yang terjadi, bukan kehendak kita. Biarkan rencana-Nya terlaksana karena Dia tahu yang terbaik bagi kita. Lalu, mohonlah kekuatan dari Tuhan agar kita dimampukan menyelesaikan setiap ujian hidup yang harus kita lalui.

3. Berdoa untuk Kebaikan Orang Lain

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. – Yohanes 17:14-16

Ketika seseorang mendoakan kita saat kita menghadapi pergumulan, kita pasti jadi lebih semangat. Alangkah baiknya kita melakukan hal yang sama kepada orang lain yang sedang berbeban berat. Mungkin kita tidak bisa membantu secara langsung, tapi kita bisa mendoakan mereka.

Mudah bagi kita mendoakan seseorang kalau kita sedang senang dan semua baik-baik saja. Lalu, bagaimana kalau kita sedang tidak dalam kondisi baik? Bisakah kita tetap mendoakan orang lain? 

Meskipun sedang bergumul dan ketakutan karena harus menghadapi kematian di kayu salib, Yesus tetap mendoakan murid-murid-Nya. Hebatnya lagi, doa Yesus untuk orang lain sangatlah detail. Tahu bahwa para murid harus menghadapi berbagai tantangan berat selepas kepergian-Nya, Dia berdoa agar Allah Bapa melindungi mereka dari hal-hal jahat.

Mari, jangan hanya pikirkan diri sendiri, tapi pikirkan juga sesama kita. Jika kita menunggu sampai hidup kita aman dan nyaman, baru mendoakan orang lain, mungkin seumur hidup kita tidak akan sempat mendoakan siapa-siapa.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. – Yakobus 5:16

Jangan pernah meremehkan kuasa doa, dan jadikan Yesus teladan kita dalam berdoa. Tempatkan Tuhan sebagai prioritas nomor satu kita setiap hari, dahulukan kehendak-Nya di atas kehendak sendiri, dan berdoalah untuk kebaikan orang lain. Selamat berdoa dan saling mendoakan!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: