Written by Gery 10:53 am Devotionals, Biblical Talk, Character, Lifestyle, Self Development, Spiritual Life

Suka Menunda Pekerjaan? Atasi dengan 4 Tips Ini!

pekerjaan - gereja - gkdi cover

gkdi laguMenunda pekerjaan adalah kebiasaan yang tak boleh diremehkan. “Nanti saja, lima menit lagi; toh deadline masih lama. Masih dua minggu lagi, jadi bisa ditunda.” Tak terasa waktu berjalan, dan tenggat dua minggu menjadi dua hari. Ketika batas waktu tinggal hitungan jam, menunda pekerjaan menjadi sumber penyesalan. Kenapa menunda kalau bisa menyelesaikan lebih awal?

Anda mungkin pernah atau sering mengalami hal ini. Menunda-nunda pekerjaan terasa lebih menyenangkan daripada melakukan pekerjaan itu sendiri. Anda menonton video, buka medsos, main game, baca berita, berbelanja online, sementara kewajiban dan tugas Anda terbengkalai. Alhasil Anda dimarahi atasan, tidak disukai rekan kerja, atau punya tugas yang kian menumpuk.

Lantas, bagaimana cara mengatasi hal ini?

Stop Kebiasaan Menunda

pekerjaan - gereja - gkdi 1Menunda pekerjaan (procrastinating) merupakan gangguan yang umum ditemui di kalangan orang dewasa. Menurut sebuah penelitian tahun 2013, 15-20% dari 22.053 responden tercatat suka menunda pekerjaan. Bahkan, dua puluh lima persennya mengatakan bahwa menunda pekerjaan adalah karakter yang menonjol pada diri mereka.

Jadi, Anda tidak sendiri. Banyak orang di luar sana yang, saya yakin, berjuang melawan kebiasaan menunda-nunda. Jika Anda sudah mencoba banyak cara tanpa hasil, empat tips berikut mungkin bisa membantu Anda:

1. Susun Rencana dan Prioritas yang Jelas

pekerjaan - gereja - gkdi 2Hal pertama dan paling penting Anda lakukan sebelum bekerja adalah membuat rencana dan prioritas agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu. 

Buat daftar tentang hal-hal yang perlu Anda selesaikan sekurangnya satu hari sebelum Anda bekerja. Rencanakan dengan tegas: mana yang betul-betul penting dan mana yang kurang penting. Ingat, tidak semua tugas itu penting.

Amsal 21:5 berbunyi, “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” Versi bahasa Inggrisnya (NLT) memberi pandangan yang lebih praktikal. “Good planning [perencanaan yang baik] and hard work lead to prosperity, but hasty shortcuts lead to poverty.”

Jadi, perencanaan yang matang adalah salah satu kunci untuk berhenti menunda pekerjaan. Anda tentu tidak mau, ‘kan, sering tergesa-gesa demi mengejar deadline yang sempit? Itulah mengapa Anda perlu memandang penting rencana dan prioritas kerja.

2. Bagi Pekerjaan dalam Langkah-Langkah Mudah

pekerjaan - gereja - gkdi 3Bayangkan Anda dihadiahi sebuah kue tar dan Anda boleh menghabiskannya saat itu juga. Apakah Anda akan menyantapnya utuh-utuh, atau mengambil pisau dan membaginya dalam potongan kecil-kecil? Sudah pasti jauh lebih mudah jika Anda memotongnya menjadi beberapa bagian.

Begitu pula dengan pekerjaan. Tugas Anda akan terlihat lebih mudah jika dibagi-bagi dalam porsi-porsi kecil. Anda pun lebih termotivasi untuk menyelesaikannya. Ini karena pikiran kita akan menganggap porsi atau bagian kecil lebih mudah ditangani dibandingkan porsi yang besar. 

Contohnya, Anda punya tugas yang harus diselesaikan dalam tiga hari. Buatlah strategi dengan memecahnya menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian harus diselesaikan dalam waktu satu hari. Ini akan memfokuskan pikiran Anda pada rentang waktu persatu hari, alih-alih melihat bahwa tugas tersebut butuh tiga hari untuk dikerjakan.

Tuhan sendiri telah memberikan teladan dalam hal ini. Dia menciptakan dunia dan isinya dalam waktu tujuh hari, tidak sekaligus (Kejadian 1:1 – 2:7). Jadi, alangkah lebih baik mengerjakan sesuatu secara bertahap, langkah demi langkah, ketimbang semuanya sekaligus.

3. Minimalisir Gangguan

pekerjaan - gereja - gkdi 4Setelah membuat rencana dan membagi porsi kerja, tibalah kita di bagian yang sulit: mengatasi gangguan (distraction). Fokus adalah salah satu kunci penting agar kita dapat merampungkan pekerjaan secara efisien. Dan, agar bisa fokus, kita perlu menyingkirkan gangguan. 

Dulu saya lebih suka membuka tab mesin pencari dan membaca sesuatu di internet ketimbang lekas menyelesaikan pekerjaan. Setelah sadar lamanya waktu yang saya habiskan untuk itu, saya menyesal. Mengapa saya tidak bekerja penuh saja dari tadi?

Akhirnya saya mengambil langkah drastis untuk menghilangkan kebiasaan ini. Saya berdisiplin untuk tidak membuka situs apa pun sebelum semua tugas saya selesai. Notifikasi di ponsel juga saya matikan. Bila perlu, saya menjauhi ponsel untuk memastikan tidak ada yang dapat mencuri perhatian saya. Hasilnya, fokus saya membaik, dan pekerjaan pun selesai tepat waktu. Bye-bye, distraction!

Memang, dengan banyaknya aplikasi ponsel, ditambah dengan notifikasinya, sulit bagi kita berkata tidak kepada gangguan. Namun, kendali ada di tangan kita. Anda bisa memilih untuk fokus, supaya hasil kerja Anda dapat lebih maksimal. 

Amsal 4:25-27 menegaskan hal ini: Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. anganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

4. Pegang Komitmen dan Lakukan!

pekerjaan - gereja - gkdi 5Rencana sudah dibuat dengan baik, tugas sudah dibagi-bagi dalam bagian kecil, dan gangguan sudah disingkirkan. Namun, sebaik apa pun rencana yang kita buat, kita perlu komitmen untuk melakukannya. Percuma saja terus membuat rencana tanpa pernah menjalankannya.

Jika Anda sudah berencana: “Saya harus olahraga setiap hari pukul 07.00-07.30,” pegang komitmen itu dan lakukan. Tanpa komitmen, tanpa dilakukan, rencana tinggallah rencana.

Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” – maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. – Amsal 6:9-11 

Firman Tuhan menentang keras penundaan. Suatu hari, kita akan membayar harga penundaan-penundaan ini dan menyesalinya. Karena itu, marilah kita berkomitmen pada jadwal dan rencana kita dengan melaksanakannya. Plan your work, work your plan!

Gunakan Waktu Anda dengan Bijak

pekerjaan - gereja - gkdi 5Waktu yang kita miliki di dunia sangatlah berharga. Setiap detik yang terbuang sia-sia tidak akan terulang lagi. Oleh karena itu itu, hiduplah dengan bijak seperti yang tertulis dalam Efesus 5:15-16: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Jika Anda sering menunda pekerjaan dan ingin bisa berubah, praktikkan empat tips di atas. Buat rencana dan prioritas yang jelas, bagi dalam langkah-langkah mudah, minimalkan gangguan, serta komitmen dan lakukan. Dengan demikian, Anda dapat menjadi pribadi yang dikatakan dalam Amsal 22:9: Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 177 times, 1 visits today)

Last modified: Oct 28

Close