Menurut penilaian istri, saya adalah suami yang tidak romantis. Hal ini sudah ia utarakan sejak kami pacaran, juga di tahun pertama menikah. Jangankan memberinya kejutan manis ala drama percintaan, seumur-umur hanya dua kali saya menghadiahkan bunga untuk istri: sewaktu saya memintanya jadi kekasih, dan ketika kami bertunangan. 

Bagi Anda yang merasa kurang romantis atau sama sekali tidak romantis kepada istri, saya paham betul rasanya. Tidak semua pria itu romantis. Namun, itu bukanlah pembenaran bagi kita untuk tidak belajar bersikap romantis. 

Seperti saya dulu, Anda mungkin heran kenapa para suami perlu bersikap romantis. Memangnya apa dampak keromantisan untuk pernikahan kita? Dan, bagaimana cara menjadi lebih romantis?

Belajar Romantis, Perlukah?

romantis - gkdi 1

Mengapa para suami perlu belajar bersikap romantis? Karena, itulah salah satu ungkapan kasih Anda kepada istri yang akan membuatnya bahagia.

Barangkali Anda berpikir, kalau tanpa keromantisan saja istri sudah mencintai Anda, buat apa repot-repot melakukannya? Namun, coba pikirkan begini: “Kalau saya tidak romantis saja, istri sudah cinta dan mau menikahi saya, apalagi kalau saya romantis?”

Lantas, kalau istri tidak menuntut, meminta secara langsung, atau memberi “kode” agar Anda lebih romantis, apakah berarti ia tidak membutuhkannya?

Sadarilah, setanggung-tangguhnya istri Anda, ia tetaplah seorang wanita yang ingin diperlakukan secara santun dan lembut. Terlebih, istri adalah orang yang harus Anda perlakukan paling spesial. Ia wanita yang Anda pilih sebagai pendamping seumur hidup, salah satu hal terbaik yang Tuhan rencanakan dan berikan bagi hidup Anda.

Dua langkah praktis ini bisa kita lakukan untuk menjadi suami yang romantis:

1. Ubah Pola Pikir tentang Keromantisan

romantis - gkdi 2

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. – Filipi 4:8

Ketika Anda mengubah cara pikir, tindakan Anda akan berubah, dan hasilnya pun berubah. Kalau Anda selalu berpikir aku tidak bisa romantis, sampai kapan pun Anda tidak dapat melakukannya. Tuhan ingin kita memikirkan hal-hal yang manis, sedap didengar, baik, dan terpuji. Jadi, mengapa tidak mencoba mewujudkan semua itu lewat sikap Anda terhadap istri?

Tuhan suka melihat kemauan kita dalam belajar mengasihi wanita yang Dia tempatkan untuk mendampingi kita, dan Dia akan memampukan kita. Tidak mudah bagi saya memuji istri sambil memegang tangannya dan menatap matanya, tapi saya mau belajar. Tidak mudah merencanakan malam minggu di tempat istimewa dan memberinya hadiah kejutan, tapi saya berusaha melakukannya. 

Hasilnya? Sewaktu berkumpul di rumah seorang saudara, saya dan istri sempat membuat iri beberapa orang. Kami berpegangan tangan sewaktu berdoa, dan saya melayani istri saat makan bersama. Bagi kami, itu hal biasa. Namun, bagi orang lain itu istimewa karena mereka tidak mendapatkannya dari pasangan mereka. 

Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. – Efesus 5:28

Ada suami yang malu bersikap romantis karena merasa sudah berumur. “Malu sama yang muda. Sudah tua, kok, mesra-mesraan.” No, jangan salah. Sikap romantis itu tidak mengenal usia.

Suatu kali, tatkala saya dan istri makan malam di restoran, datanglah sepasang suami-istri lanjut usia. Sang kakek membukakan pintu untuk sang nenek, menarikkan kursi untuknya, baru duduk di kursinya sendiri. Karena meja kami bersebelahan, mau tak mau kami melihat interaksi mereka. Usai bersantap, kakek ini memberikan kado kecil dan sepucuk kartu untuk istrinya. Malam itu, saya mendapat pelajaran berharga bahwa tindakan romantis kepada istri tidak dibatasi oleh umur.

2. Tanyakan Istri, Apa Tindakan yang Menurutnya Romantis

romantis - gkdi 3

Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. – Efesus 5:25-27

Terkadang, istri tidak mengutarakan dengan jelas sikap romantis apa yang ia inginkan dari suami. Ia berharap Anda bisa membaca keinginannya. Jika ini terjadi, jelaskan saja bahwa Anda ingin mendengar langsung darinya supaya bisa mengakomodasikan keinginannya dengan baik.

Ketika saya bertanya tindakan romantis seperti apa yang diinginkan istri, ia tak langsung menjawab, malah menyuruh saya cari tahu sendiri. Saya jawab, kalau tidak tanya langsung bagaimana saya bisa tahu. Akhirnya, istri menuliskan keinginannya di kertas. Memberikan kartu, mengajaknya nonton film romantis, dan memeluknya adalah beberapa tindakan yang menurutnya romantis. 

Kita harus belajar dan meneladani Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri-Nya untuk menguduskan jemaat-Nya. Menjadi suami yang romantis bagi istri itu ringan jika dibandingkan dengan pengorbanan Kristus. Jadi, egois namanya kalau Anda dan saya bersikukuh tidak bisa romantis, atau hanya berusaha romantis menurut versi diri sendiri. 

Dengan mengubah pola pikir dan kemauan mendengar keinginan istri, Anda akan membuat ia merasa sebagai wanita paling spesial di dunia. Mari belajar menjadi suami yang romantis untuk istri tercinta. Selamat mencoba!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Berempati kepada Istri: Kunci Kehidupan Maju dan Bahagia

Video inspirasi: