Mengatur keuangan mungkin tampak mudah bagi Anda yang berkecimpung di bidang finansial. Namun, tidak berarti para akuntan, misalnya, selalu bisa mengatur anggaran pribadi dengan baik. Juga bukan berarti mereka yang tidak mengenal ilmu akunting tidak bisa mengatur keuangannya dengan baik.

Pengaturan keuangan merupakan salah satu tantangan besar, baik bagi para singles maupun pasangan menikah, dan terlebih, single parents (orang tua tunggal). Jika Anda seorang single mom, yang hanya mengandalkan penghasilan satu orang untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ini jelas bukan hal mudah. Apalagi, jika uang yang mau diatur sedikit jumlahnya.

Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan dengan anggaran terbatas bagi para single parents

1. First Thing First – Dahulukan Kebutuhan Pokok

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. – 1 Timotius 6:8 

Selalu alokasikan dana untuk hal terpenting, yaitu kebutuhan hidup pokok keluarga kecil Anda. Tak perlu mengejar tren pakaian kekinian atau berburu kudapan yang sedang viral di medsos hanya karena takut dicap ketinggalan jaman. Singkirkan ide memanjakan diri di spa, manikur-pedikur, atau pijat refleksi rutin. Sembako, air, listrik, dan kebutuhan hidup sehari-hari keluarga lebih penting daripada semua itu.

Namun, bukan berarti Anda serta-merta mengabaikan penampilan—keluar rumah dengan pakaian tidur, rambut acak-acakan, wajah kusam berminyak, atau jarang mandi. Meski hidup apa adanya, Anda harus tetap tampil segar, bersih, dan terawat. Dengan demikian, anak-anak Anda dan orang lain di sekeliling Anda tidak ikut terbawa stres, tetapi justru, terinspirasi dengan keadaan Anda.

2. Sesuaikan Pengeluaran dengan Bujet Keuangan

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? – Lukas 14:28 

Kebutuhan sekunder Anda jelas tak kalah banyak. Mungkin Anda ingin punya asuransi kesehatan, membayar  biaya kuliah anak, tabungan masa depan, menyicil kendaraan, dan lain-lain. Anda berharap anak bisa mengikuti kegiatan di luar sekolah, seperti les musik, bahasa Inggris, matematika, dan semacamnya. Sayang, maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. 

Tunda dulu pengeluaran-pengeluaran yang sekiranya belum mampu Anda biayai. Sebagai orang tua, Anda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk putra-putri Anda. Namun, mengingat keadaan yang belum memungkinkan, Anda harus berbesar hati melepas keinginan-keinginan tersebut saat ini.

Sesuaikan standar pengeluaran dengan bujet Anda. Meskipun Anda tidak bisa memberikan hal-hal dengan standar terbaik untuk anak, tak perlu cemas. Di era digital ini, putra-putri Anda punya banyak cara belajar. Mereka bisa membaca buku/ebook, menonton video tutorial di internet, serta mendengarkan podcast atau radio online secara gratis. Kedua anak saya menyukai musik, dan mereka belajar memainkan alat musik melalui video-video YouTube. 

Selain itu, Anda juga bisa minta bantuan teman atau kenalan untuk memberikan bimbingan pelajaran atau minat non-akademis bagi anak Anda. Menjelang ujian akhir, seorang saudari di komunitas biasanya membantu anak saya belajar dengan biaya yang terjangkau bagi anggaran kami. 

Situasi minim bujet tak lantas mesti menjadikan Anda pahit atau putus asa. Selalu ada peluang dan jalan keluar jika kita jeli, mau berusaha, dan tak lupa, meminta pertolongan Tuhan lewat doa.

3. Jangan Boros

Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya. – Amsal 21:20

Alkitab menyebut orang boros itu bebal. Sewaktu muda, saya tidak pandai berhemat maupun menabung, juga terkenal boros. Menjadi orang tua tunggal memaksa saya belajar melakukannya. Walau kadang-kadang saya masih gagal berhemat, kini saya sudah terbiasa menabung dan punya anggaran rumah tangga yang sehat. 

Saya tetapkan bahwa dana pendidikan anak tidak boleh diganggu gugat. Saya ingin mereka bisa belajar dengan tenang lantaran tahu biayanya selalu tersedia, dan tidak sampai harus putus sekolah.

Agar pengeluaran Anda tertib, masukkan bujet mingguan Anda ke sebuah amplop. Jika Anda punya dompet elektronik (e-wallet), batasi juga saldonya setiap minggu. Lalu, cukupkan pengeluaran Anda sesuai dana yang tersedia di setiap amplop / pos belanja. Pastikan Anda menabung secara teratur setiap bulan, meskipun nominalnya tidak besar. Ingat, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

4. Kerja Keras

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! – Mazmur 128:2

Amsal berkata kerja keras Anda akan membuat Anda bahagia dan memperbaiki keadaan Anda. Ketika anak saya masih duduk di Taman Kanak-Kanak, saya menawarkan pakaian kepada ibu-ibu yang menunggui anak mereka di sekolah. Alhasil, saya mendapatkan penghasilan yang cukup memadai untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Saya juga mengenal seorang single mom yang tidak memiliki penghasilan tetap. Selama lima tahun, ia jatuh-bangun memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan online dan berdagang sembako dengan dana pas-pasan. Setelah usahanya tutup karena kehabisan modal, ia tak putus asa. Kembali ia kumpulkan dana dan membuka usaha katering, yang akhirnya membuahkan hasil. Lima tahun jerih-payahnya tidak sia-sia!

Jadi, jangan malu, apalagi gengsi mengerjakan hal-hal baru. Apa pun yang bisa Anda lakukan, lakukan saja, selama pekerjaan tersebut halal. 

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. – 1 Petrus 5:7

Selain bekerja keras, jangan lupa menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Jangan biarkan kekhawatiran mendominasi hidup Anda. Ketika khawatir melanda, letakkan itu di bawah kaki-Nya, dan biarkan Dia yang memelihara hidup Anda. Do your best and let God do the rest.

Yang terakhir, ingatlah untuk mengembalikan apa yang Anda peroleh kepada Allah melAkualui perpuluhan. Besaran jumlahnya bukan masalah. Yang terpenting, itu adalah wujud rasa syukur Anda. Memberi kembali kepada Tuhan juga mencegah kita agar tidak serakah dan mementingkan diri sendiri.

Selamat mencoba, dan Tuhan memberkati!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

iman
Khawatir: Benalu yang Menggerogoti Iman
Ekonomi Pribadi Anda Terimbas Pandemi? Terapkan 6 Tips Ini! (Bagian 1)

Video inspirasi: