Tetap Bahagia meskipun Sibuk? Bagaimana Caranya?

Gereja gkdi lagu

Bagi orang-orang yang sibuk, waktu 24 jam yang Tuhan berikan, terkadang terasa kurang. Pernahkah Anda merasa, tiba-tiba satu hari berlalu begitu saja, sementara masih banyak hal yang Anda ingin kerjakan?  Atau Anda merasa begitu sibuk, sehingga jadwal Anda pun sangat padat, dan tanpa sadar, ada masa Anda merasa jenuh dan lelah hayati?

Jangan khawatir, saya pun pernah merasa demikian. Jam kerja yang panjang, terkadang membuat saya merasa tidak sempat bernafas ataupun memiliki waktu sendiri.

Meskipun sibuk dengan segudang aktivitas, kita pun masih bisa tetap bahagia, lho. Bagaimana caranya?

Namun sebelumnya, mari kita lihat terlebih dahulu, apa pandangan Alkitab tentang sibuk?

Sibuk = Fokus kepada Diri Sendiri?

sibuk-gereja-gkdi 1

Mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin, mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali – Yudas 1:12b

Saat kita sibuk, kita bisa tenggelam di dalam dunia kita sendiri, dan tanpa sadar, kita menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Melihat kepentingan kita yang paling utama dan kepentingan orang lain menjadi kurang penting. 

Jika kita membaca ayat sebelumnya, maka ayat ini berbicara tentang orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Jadi dikatakan bahwa orang-orang yang hanya sibuk memikirkan diri sendiri diibaratkan seperti awan yang tak berair dan pohon yang tidak berbuah.

Apa maksud dari kedua perumpamaan tersebut? Awan sendiri komposisinya terdiri dari air. Awan menjanjikan datangnya hujan. Namun awan yang tak berair tidak bisa menghasilkan hujan. Demikian juga pohon yang tidak berbuah, yang akan mati sampai ke akar-akarnya. Pohon tersebut tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Jadi, ketika kita hanya sibuk dengan kepentingan sendiri, kita pun akan menjadi awan yang tak berair, hanya seketika berlalu ditiup angin. Kita akan menjadi seperti pohon yang tidak menghasilkan buah pada musimnya, mati sampai ke akar-akarnya.

Jika demikian, bagaimana kita bisa bahagia? Lalu, bagaimana caranya kita bisa menyeimbangkan kesibukan kita sehingga kita bisa punya hidup yang bahagia?

2 Cara agar Tetap Bahagia meskipun Sibuk:

1. Tetap Prioritaskan Tuhan

sibuk-gereja-gkdi 2

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu – Mazmur 17:15 

Hidup yang dipenuhi kesibukan namun tanpa Tuhan di dalamnya akan terasa hampa dan sia-sia. Lama kelamaan Anda akan bosan sendiri dan capek sendiri. Membahagiakan diri kita sendiri tanpa Tuhan, tidak akan pernah berhasil. Karena pada akhirnya, kita juga tidak akan pernah puas. 

Tak satupun hal di dunia ini yang bisa memberi kita kepuasan. Tidak juga harta, pasangan hidup atau karier sukses sekalipun.

Kepuasan hanya didapat ketika kita memprioritaskan Tuhan. Karena Tuhan sendirilah yang menciptakan hati Anda. Seperti puzzle, Ia sengaja menaruh satu kepingan kosong di dalam kehidupan kita. Dan kepingan yang kosong tersebut hanya bisa diisi oleh kehadiran-Nya dalam hidup Anda. Dengan demikian Anda akan merasa utuh dan sempurna di dalamNya.

Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. – Amsal 19:23 

Lalu, bagaimana caranya agar Tuhan hadir di dalam hidup kita?

Sediakan Waktu untuk Tuhan

sibuk-gereja-gkdi 3

Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan – Yohanes 10:10b 

Tentu kita semua tidak ingin hanya hidup, tetapi merasa kosong atau tidak lengkap. Seperti ada sesuatu yang kurang. Yesus berkata bahwa Dia bukan hanya memberikan kehidupan kepada kita, tetapi Dia juga ingin kita hidup dalam segala kelimpahan. Atau bahasa kekiniannya, “live life to the fullest.”

Bagaimana dengan Anda? Tidakkah Anda ingin hidup dalam segala kelimpahan yang Tuhan janjikan? Saya yakin, ini adalah impian semua orang, termasuk saya sendiri. 

Untuk itu, mari kita bersama-sama berjuang untuk membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari. Sisihkan waktu, bukan sisakan waktu. Karena, jika disisakan, mungkin tidak akan pernah tersisa.

Mulailah membuat goal untuk memiliki hubungan dengan Tuhan setiap hari. Meskipun Anda sibuk, tetap prioritaskan Tuhan dalam hidup Anda. Mengapa hal ini penting? Karena Tuhanlah yang telah memberikan kita waktu 24 jam dalam sehari. Karena itu, jangan kita pelit untuk memberikan sebagian waktu kita juga untuk Tuhan.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  • beri waktu untuk mempelajari firman Tuhan, baik secara personal, maupun bersama komunitas yang dapat membangun kerohanian Anda
  • berdoa setiap hari
  • berada dalam komunitas rohani yang dapat membentuk, menguatkan, dan mengasah satu sama lain

2. Beri Waktu untuk Memperhatikan Orang Lain Juga

sibuk-gereja-gkdi 4

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum – Amsal 11:25a 

Di dalam memberi, ada kebahagiaan dan juga berkat. Di dalam ayat tersebut juga dikatakan, bahwa siapa yang memberkati, akan diberkati juga. Oleh karena itu, di tengah kesibukan Anda, agar tetap bahagia, berikan waktu untuk orang lain juga.

Ada banyak cara untuk memberi. Anda tidak harus memberi berkat berupa materi. Anda bisa memberi waktu, kasih, perhatian, kata-kata penyemangat, dan lain-lain. Dan juga, memberi bukan tentang seberapa banyak yang sudah Anda berikan. Yang penting dilakukan dengan tulus, kasih, sukarela, dan juga sukacita. 

Berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan:

  • menyapa orang-orang di tempat kerja Anda dengan senyuman yang tulus
  • menolong orang lain yang tengah mendapat musibah. Misalnya ikut menyumbang barang-barang kebutuhan pokok atau makanan untuk korban banjir
  • menelepon teman yang sedang menghadapi masalah untuk menghiburnya
  • menulis kartu penyemangat untuk saudara/saudari yang telah membimbing kita, atau orang yang sedang down, sedih, atau berbeban berat
  • mengirimkan kado ulang tahun untuk orang yang berulang tahun
  • memberi bingkisan natal untuk orang-orang di komunitas kita atau orang lain yang membutuhkan
  • dan lain-lain.

Amsal katakan siapa yang banyak memberi, akan diberi kelimpahan. Memberi dengan wajar dan sesuai kemampuan tidak akan merugikan kita. Melakukannya tidak akan membuat kita miskin, berkekurangan, atau jenjang karir menjadi terhalang. Justru hal itu baik untuk hati kita, karena Tuhan mau kita, sebagai sesama manusia, saling memberi. 

Oleh karena itu, di tengah kesibukan kita, mari kita luangkan waktu untuk bisa memberi dan menikmati betapa indah dan bahagianya memberi. 

Yang paling berbahaya dari terlalu sibuk adalah, kita menjadi orang yang egois dan tidak lagi memikirkan orang lain. Apa yang kita pikirkan hanyalah tentang saya dan saya. Dan hal ini bisa mencuri rasa bahagia kita. Sibuk tetapi tetap bahagia bukanlah hal yang mustahil jika kita mampu menyeimbangkannya dengan memberikan waktu untuk Tuhan dan sesama. Kedua hal ini akan dapat sangat membantu. 

Mari kita menjadi orang yang bukan hanya sibuk, tetapi produktif, bijak dengan waktu, dan juga bahagia. Semangat, kita pasti bisa!

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok