Devotionals
Seberapa SMART kah Goal Atau Tujuan Anda?
Membuat suatu Goal atau Tujuan adalah hal yang semua profesional sukses lakukan. Sabagai seorang Kristen, kita mempunyai sebuah goal yang dunia tidak dapat mengerti. Yesus mempunyai tujuan untuk kita:
lukas 13:32 Yesus menjawab mereka, "Pergilah dan katakan kepada rubah itu, 'Hari ini dan besok, Aku akan mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang, dan pada hari ketiga, Aku akan menyelesaikan pekerjaan-Ku.'Memiliki target untuk mencapai tujuan adalah suatu hal yang bermanfaat dan efektif. Ini membuat kita jelas akan hasil yang kita ingin capai. Membagi-bagi persoalan yang besar menjadi poin-poin yang lebih kecil dan lebih mudah untuk dicapai membuat tujuan kita semakin dapat direalisasikan. Masalah-masalah yang besar akan lebih dapat diselesaikan apabila kita membaginya menjadi beberapa goal yang kecil.
Walaupun demikian, membuat goal-goal kecil namun tidak dapat mencapainya akan membuat kita menjadi kecewa. Pernahkah anda berpikir mengapa anda gagal mencapainya? Itu karena goal yang kita buat tidak smart (cerdas)! Saya tidak berbicara tentang kemampuan intelegen kita, namun pemikiran sederhana tentang kegiatan kita mendesain goal tersebut. Pemikiran ini disebut dengan S.M.A.R.T., dan kata ini memiliki arti sebagai berikut:
Specific
(spesifik) Measurable
(bisa diukur) Achievable
(bisa tercapai) Relevant
(relevan) Time Oriented
(Berorientasi pada waktu)
Kita harus membuat goal atau tujuan kita sesuai dengan standar ini. Kita harus terlebih dulu bertanya seberapa spesifik, seberapa bisa diukur, seberapa bisa tercapai, relevan atau tidak, dan apakah berorientasi pada waktu. Jika goal kita tidak memenuhi kriteria ini, anda harus mengubahnya. Setiap elemen yang hilang dari S.M.A.R.T. ini akan menambah resiko tidak tercapainya goal kita.
Berikut adalah contoh suatu goal yang tidak S.M.A.R.T.- “Saya akan bekerja lembur paling tidak tiga kali seminggu.”
Dapatkan anda melihat kesalahan dalam goal ini? tidak spesifik. Anda tidak mengatakan berapa jam anda akan lembur, atau berapa hari dalam seminggu. Anda juga tidak mengatakan kapan anda akan memulainya dan berapa lama hal ini akan anda katakan. Karena kata-kata “bekerja lembur” tidak spesifik, tidak ada cara untuk mengatakan apakah goal ini dapat tercapai atau tidak.
Sebuah goal yang S.M.A.R.T. akan terlihat seperti ini:“Saya akan bekerja 2 jam lebih lama pada hari Senin, Rabu, dan Jumat dimulai dari minggu depan, selama 3 bulan, untuk menambah target penjualan saya di kuartal ini.”
Goal ini sangat spesifik, mudah untuk diukur, dapat tercapai, relevan, dan memiliki orientasi waktu. Dengan menggunakan sistem seperti ini, kita akan lebih mudah untuk mencapai tujuan kita.
Sistem ini dapat anda terapkan di berbagai hal yang anda ingin capai. Ketika anda ingin meningkatkan target penjualan, negosiasi gaji, membangun departemen, memperluas operasi, atau sekedar memperbaiki kinerja anda.
Kuasailah proses ini, dan ini akan membantu anda melihat pekerjaan dan hasil kerja anda dengan sudut pandang yang berbeda. Ini akan membantu membuat anda fokus untuk akan goal anda.
Diterjemahkan dari artikel “How S.M.A.R.T. is Your goal ” oleh Shawn Sommerkamp di www.mydtconnect.org
*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official: WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official
Artikel terkait: Saya Benci Pekerjaan Saya!
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya