gkdi lagu

Hidup yang dipenuhi tantangan dan cobaan terkadang membuat jiwa terasa sakit. Pandemi COVID-19 mengakibatkan performa usaha yang Anda rintis bertahun-tahun turun drastis, atau membuat Anda kehilangan pekerjaan. Wanita yang Anda harapkan menjadi pasangan hidup ternyata datang ke gereja bersama pria lain. Keluarga berprasangka buruk, atau menentang pilihan hidup Anda. Rekan kerja memfitnah Anda di depan atasan.

Anda pun jadi bertanya-tanya, mengapa hidup begitu berat? Mengapa hari-hari Anda seakan hanya berisi kabar buruk? Ujung-ujungnya, Anda jatuh ke dalam self-pity, lantas mengingat-ingat masa lalu dan menyimpulkan: Tuhan tidak baik. Semua yang Anda inginkan harus Anda raih dengan susah-payah dan rasa sakit.

Namun, benarkah demikian? Bagaimana seharusnya orang percaya menyikapi tantangan hidup yang terasa menyakitkan?

Rasa Sakit akan Berganti Sukacita

sakit - gkdi 1

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. – Mazmur 126:5

Pemazmur berkata bahwa apa yang kita tabur dengan air mata kelak akan kita tuai dengan sorak-sorai. Jadi, jika saat ini Anda banyak merasakan sakit, mencucurkan banyak air mata, janganlah Anda lekas patah hati, apalagi berkecil hati.

Salah satu kutipan favorit saya berbunyi, “Segala sesuatu dalam hidup hanyalah sementara. Jika semuanya berjalan baik, nikmatilah, karena itu takkan bertahan selamanya. Dan, jika hal-hal buruk terjadi, jangan khawatir, karena itu pun juga tidak akan bertahan selamanya.”

Kesusahan yang Anda alami saat ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini hanyalah sebuah permulaan. Tuhan belum selesai dengan Anda. Suatu hari nanti, jika Anda tetap bertekun, Anda akan menuai hasilnya dengan sorak-sorai, seperti janji-Nya.

Disiplin Tuhan, Hubungan Ayah dan Anak

sakit - gkdi 2

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” – Ibrani 12:5-6

Pencobaan atau tantangan yang kita hadapi mungkin ada di luar kuasa kita, tetapi cara kita meresponnya adalah pilihan kita sendiri. Mengapa pola pikir ini penting untuk kita miliki?

Ayat di atas menegaskan bahwa jika Tuhan tidak mendisiplinkan Anda, Anda bukanlah anak-Nya yang sah. Kalau Anda bukan anak-Nya yang sah, Anda tidak mewarisi apa pun. Hanya ketika Anda menjadi anak-Nya yang sah, Anda berhak mewarisi apa yang Tuhan miliki, yaitu kerajaan surga.

Sewaktu anak saya masih kecil, ia sempat menderita batuk, tetapi tetap ingin makan es krim dan permen. Tentulah saya melarangnya, meskipun anak saya menangis dan merengek-rengek. Kalau saya mengasihi anak saya, apakah saya akan memberikan apa pun yang diinginkannya karena merasa kasihan padanya? Tentu tidak, bukan?

Meskipun hati saya sakit melihatnya menangis, saya tidak akan memberikan apa yang ia minta. Bukan karena saya membenci anak saya, tetapi karena saya mengasihinya dan menginginkan yang terbaik untuknya.

Demikian pula halnya ketika hidup Anda terasa sakit; pencobaan datang silih berganti, tantangan demi tantangan mengadang tanpa henti. Semua itu terjadi bukan karena Tuhan menolak atau membenci Anda, melainkan merupakan bukti kasih-Nya kepada Anda. Dia ingin suatu hari nanti Anda berhak menerima janji-janji-Nya.

Didikan Tuhan Itu Sempurna

sakit - gkdi 3

Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. – Ibrani 12:9-10

Hal paling penting yang harus Anda miliki ketika Tuhan mendisiplinkan Anda adalah semangat Anda dalam menyikapinya. Dengan menolak atau mengeraskan hati, Anda akan kehilangan esensi didikan Tuhan untuk Anda.

Jika disiplin tak sempurna dari seorang ayah terhadap anaknya saja dapat memberi kebaikan, terlebih lagi disiplin dari Ayah kita di surga! Ayah kita di dunia mendisiplinkan anak-anak mereka agar kelak kita siap menghadapi dunia. Namun, Ayah kita di surga mendisiplinkan kita agar kelak kita siap memasuki kekekalan!

Kini, janganlah lagi Anda patah hati, putus asa, apalagi menyerah dengan keadaan Anda saat ini. Mungkin Tuhan sedang mendisiplinkan Anda, agar Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Yang lebih bergantung kepada-Nya, lebih beriman, lebih bersabar, dan lebih memakai kekuatan Tuhan daripada kekuatan Anda sendiri. Mari kita ucapkan kepada Bapa kita di surga:

Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata! – Mazmur 143:10

God bless!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: