Mengawali hari dengan saat teduh dapat membuat hidup kita lebih terjaga. Nasihat dan petunjuk dari firman Tuhan, itulah yang menuntun kita agar tidak salah melangkah, sebagaimana dikatakan Daud: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105).

Akan tetapi, tak dapat dipungkiri, ada masanya saat teduh terasa berat. Seakan kita tidak lagi punya kerinduan untuk berbicara dengan Tuhan dan mendengarkan isi hati-Nya. Alih-alih menjadi penyemangat, saat teduh malah jadi beban. Kalaupun dilakukan, itu semata-mata karena kita memandangnya sebagai rutinitas ketimbang kesukaan.

Saat ini terjadi, sikap apa yang perlu kita milikiTp dan tumbuhkan supaya bisa “menemukan” Tuhan dalam saat teduh? 

1. Mau Mencari Tuhan

Suatu ketika, suami saya dan putra kami yang berusia tujuh tahun bermain kejar-kejaran. Tentu saja, anak kami kewalahan mengejar ayahnya. Namun, ia tidak menyerah dan terus saja berlari dengan langkah-langkah kecilnya. Akhirnya ia berhasil menangkap ayahnya. Atau, lebih tepatnya, ayahnya memberi diri untuk ditangkap. 

Interaksi mereka menginspirasi saya tentang upaya kita mencari Tuhan. Bagaimana mungkin kita yang kecil ini bisa menemukan Tuhan yang Mahabesar? 

Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku … – Yeremia 29:12-14a

Tuhan berkenan ditemui ketika melihat hati anak-Nya yang sungguh-sungguh mau mencari-Nya. Dia akan memberi diri-Nya untuk ditemukan kalau kita datang dengan penuh kerinduan. Kita menikmati hubungan kita dengan-Nya, ingin melihat wajah-Nya, dan mengenal pribadi-Nya. Bukan sekadar demi memenuhi catatan saat teduh kita dengan wawasan baru, tetapi karena pertemuan kita dengan Tuhan menjadi momen yang sangat kita nikmati. 

Putra kami yang begitu menikmati waktu kebersamaan mereka, sehingga suami saya merasa senang dan membiarkan dirinya ditangkap. Itulah gambaran hubungan kita dengan Allah Bapa, yaitu hubungan anak yang selalu ingin dekat dan bermain bersama ayahnya.

Saat bangun pagi, apakah yang pertama kali Anda pikirkan? Mencari kesenangan sendiri, misalnya dengan mengecek akun media sosial? Atau, Anda benar-benar ingin mencari dan menemukan Tuhan lewat saat teduh?

2. Menghormati Tuhan

Sikap menghormati Tuhan akan membuat saat teduh menjadi kegiatan yang istimewa. Kita tidak melakukannya dengan asal-asalan karena kita sedang menjalin hubungan dengan Sosok yang luar biasa, yaitu Allah Pencipta dan Pemilik alam semesta.

Jika seorang yang sangat Anda hormati, katakanlah seorang pejabat, berkenan datang ke rumah Anda, apa yang akan Anda lakukan? Saya kira Anda akan mempersiapkan segala yang terbaik untuk orang tersebut. Anda membersihkan dan menata rumah, menyediakan hidangan lezat, dan menyambut kedatangannya dengan penampilan terbaik Anda. 

Sudah selayaknya sikap ini juga kita miliki ketika menyambut Tuhan dalam saat teduh. Alangkah baiknya kita menyediakan waktu, ruang, dan suasana terbaik untuk menikmati waktu kita bersama-Nya. Bangunlah lebih awal, cuci muka, gosok gigi, dan rapikan rambut. Jika perlu, memutar musik instrumental juga dapat membuat suasana saat teduh Anda lebih nyaman. 

Saat teduh terbaik bukanlah tentang kuantitas, tetapi kualitas yang Anda ciptakan.  Bagi sebagian orang, saat teduh tidak memungkinkan dilakukan di pagi hari, jadi mereka melakukannya pada jam istirahat siang atau sore hari sepulang kerja. Tentunya ini bukan masalah, selama Anda tetap memberikan waktu dan perhatian yang terbaik untuk Tuhan.

Sesuai istilahnya, ‘saat teduh’ berarti Anda menikmati waktu yang teduh bersama Tuhan. Jadi, hindari bersaat teduh sambil menonton televisi, bermain ponsel, atau mengobrol, karena merupakan sikap yang kurang menghormati Tuhan.

3. Mau Belajar

Kenapa sebutan untuk para pengikut Kristus adalah murid Yesus? Kata murid identik dengan kegiatan belajar. Seorang murid yang baik biasanya rajin mengulas pelajaran, mengerjakan tugas, bahkan mempelajari materi lanjutan yang belum dibahas di kelas. Kemauan belajar seperti ini seharusnya juga kita miliki selaku murid-murid Yesus. 

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” – Matius 5:6

Orang yang haus dan lapar akan Tuhan selalu mencari tahu apa yang Dia sampaikan lewat firman-Nya. Orang ini merenungkan firman dan menuangkan hasil perenungannya dalam catatan saat teduh. Jika ada yang tidak dimengerti, ia akan berusaha mencari jawabannya dengan bertanya kepada pembimbing atau pendeta, serta membaca buku rohani dan artikel di blog atau situs rohani.

Dengan rajin menggali firman Tuhan, niscaya pengetahuan dan keyakinan kita akan semakin kuat. Anda mungkin sudah puluhan tahun menjadi Kristen dan berkali-kali membaca Alkitab sampai selesai. Namun, jika Anda datang kepada Tuhan dengan rasa haus dan lapar, akan selalu ada hal baru yang Dia singkapkan bagi Anda. 

4. Rendah Hati

Berkali-kali dikatakan dalam Alkitab bahwa Tuhan senang kepada orang yang rendah hati.  Sebagaimana tertulis dalam Yakobus 4:6b: “… Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Kerendahan hati akan menentukan bagaimana firman bekerja di dalam diri seseorang. Meskipun dua orang mendengar firman yang sama, pengaruhnya akan berbeda, tergantung dari apakah mereka menerimanya dengan rendah hati atau tidak.

Sikap rendah hati tidak datang secara otomatis, tetapi perlu dilatih. Salah satu caranya adalah dengan mengakui kelemahan dan mengakui bahwa Anda membutuhkan Tuhan. Ketika Tuhan menyampaikan pesan-Nya, terimalah itu untuk diri sendiri—dan bukan untuk orang lain. Dalam saat teduh, Anda sesungguhnya sedang bercermin dan berusaha mengenal diri sepenuhnya melalui kacamata firman. 

Masih ada tiga sikap lagi yang bisa Anda terapkan agar bisa memiliki pertemuan yang indah dengan Tuhan dalam saat teduh. Yuk, lanjutkan ke halaman ini

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: