Saat teduh seharusnya membuat Anda menikmati “pertemuan” yang indah dengan Tuhan. Nyatanya, ini tak selalu terjadi. Selain empat sikap yang diuraikan di halaman sebelumnya, tiga sikap berikutnya akan membantu Anda menemukan Tuhan di dalam saat teduh:

5. Konsisten dan Disiplin 

Memang dibutuhkan tekad yang kuat untuk mengubah kebiasaan malas dan menunda. Apalagi di era digital sekarang, ketika pertukaran informasi terjadi begitu cepat dan seolah tiada henti. Mengakses berbagai info kini ada dalam genggaman tangan, dan ini sangat menguntungkan. 

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang terlena, bahkan diperbudak oleh teknologi. Kecanduan menggunakan ponsel pintar, baik untuk bermain game, menonton video, aktif di media sosial, chatting, atau membaca berita berisiko menurunkan produktivitas seseorang. Dan, hal ini juga berpengaruh terhadap kehidupan spiritualnya. 

“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,” maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. – Amsal 24:33-34

Ayat ini tidak merujuk pada berlama-lama tidur atau berpangku tangan terus-menerus. Ungkapan “sebentar lagi” berarti menunda-nunda apa yang mestinya dilakukan. Hal-hal kecil, seperti mengecek ponsel sebentar, menonton video daring sebentar, memeriksa medsos sebentar, tanpa sadar telah banyak membuang waktu kita. 

Untuk memiliki saat teduh yang menguatkan, kebiasaan semacam ini harus Anda tinggalkan. Jika tidak, waktu pribadi Anda dengan Tuhan akan tersita untuk hal-hal yang kurang penting. Akibatnya, saat teduh dilakukan secara singkat, terburu-buru, atau malas-malasan dan jauh dari fokus. Bisa dipastikan hasilnya pun kurang maksimal.

Ketimbang diperbudak teknologi, lebih baik Anda menjadi tuan yang menguasai teknologi, yaitu dengan menggunakannya dengan waktu, cara, dan tujuan yang tepat. 

Membuka situs rohani dan membaca artikel rohani sebagai referensi saat teduh itu boleh-boleh saja. Namun, pastikan Anda tidak tergoda melakukan hal lain dengan ponsel atau tablet Anda. Kalau tidak yakin dengan keteguhan diri, lebih baik jauhkan gadget kala bersaat teduh.

Latihlah diri Anda menjadi seorang yang disiplin. Buat jadwal harian yang paling masuk akal, sesuai ritme hidup Anda. Jika Anda melakukannya secara konsisten, niscaya hidup Anda lebih teratur dan tertib—dan tentunya, saat teduh Anda lebih bermakna. 

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. – 2 Timotius 1:7 

6. Patuh 

Di Alkitab, banyak cerita tentang kepatuhan dan ketidakpatuhan, serta ganjarannya masing-masing. Misalnya, Musa tidak diperkenankan menginjak tanah Kanaan karena tidak patuh (Bilangan 20:12), dan Abraham menjadi bapak orang beriman (Roma 4:16-17) karena patuh pada perintah Tuhan, bahkan perintah yang paling sulit sekalipun (Ibrani 11:17).

Tuhan tidak memaksa manusia untuk patuh kepada-Nya, tetapi memberi kita free will atau kehendak bebas. Namun, mematuhi perintah-Nya adalah bentuk syukur kita sebagai umat yang telah ditebus. Tidak hanya membaca dan merenungkan firman, kita juga perlu melakukannya.  

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. – Yakobus 1:22

Ketika Tuhan menyampaikan sebuah perintah secara spesifik, akankah kita patuh, atau memberi berbagai alasan untuk membela diri?

Ketika Tuhan bilang, ampunilah orang yang menyakiti, balaslah kejahatan dengan kebaikan, apakah kita mau melakukannya? 

Ketika Tuhan bilang, jangan khawatir, bersukacitalah, apakah kita mau membuang kekhawatiran itu dan bersukacita meski keadaan sedang tidak baik?

Meski tidak mudah, tetaplah patuhi perintah Tuhan, karena hidup kita bukanlah untuk kesenangan belaka, melainkan untuk menyenangkan Dia.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku … – Galatia 2:20a

7. Hati yang Penuh Syukur 

Bersyukur dapat membuat segala sesuatu terasa lebih mudah dan ringan. Menyadari bahwa setiap helaan napas kita adalah anugerah dari-Nya akan mendorong kita untuk hidup benar dan tidak lagi menyia-nyiakan waktu.

Di tengah pandemi COVID-19, jutaan orang terjangkit virus dan ribuan nyawa melayang setiap hari. Tak peduli seberapa kaya dan seberapa ketat seseorang menjaga kesehatan, risiko tertular selalu ada. Sementara sebagian dari kita, masih sehat dan selamat. Bukankah ini merupakan sumber rasa syukur yang luar biasa?

Bersyukurlah untuk setiap hari yang Tuhan berikan. Jangan lewatkan satu hari pun tanpa berdoa dan membaca firman-Nya. Memiliki hati yang penuh syukur akan membuat saat teduh Anda menjadi sebuah kesenangan, bukan beban. 

Bersyukur karena Tuhan memilih Anda menjadi murid-Nya dari miliaran penduduk bumi. Sebab, tidak semua orang berkesempatan mendengar firman dan tidak semua orang yang mendengar mau membuka hati dan percaya. Bila Anda mendengar firman dan percaya pada firman itu, Anda adalah orang yang beruntung. 

Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” – Matius 13:11

Saat bangun pagi, dambakanlah persekutuan dengan-Nya lewat doa dan pembacaan firman. Rindukan sosok Tuhan, bukan hanya merindukan berkat-berkat-Nya. Nantikan Tuhan, dan bukan sekadar menantikan jawaban-jawaban doa Anda. Rasa syukur akan membuat Anda menikmati hari demi hari, apa pun kondisi Anda. Kesulitan tidak menghalangi Anda untuk bersaat teduh. Justru, kesulitan akan mendorong Anda untuk benar-benar mencari wajah-Nya. 

Jika kita ingin menemukan Tuhan melalui saat teduh, kita harus datang kepada-Nya dengan sikap yang benar. Apakah kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, menghormati-Nya, mau belajar, rendah hati, disiplin, patuh, dan memiliki hati yang penuh syukur? Jika ada yang hilang, segeralah tumbuhkan hal itu. Semoga saat teduh menjadi momen pertemuan dengan Tuhan yang akan mengubah hati dan hidup Anda setiap hari. Amin. 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

malas
Berantas Rasa Malas Hingga Tuntas!
Baca Alkitab atau Renungan Harian, ya?

Video inspirasi: