Pernahkah Anda merasa waktu 24/7 tidak cukup untuk melakukan segala kesibukan Anda? Anda memiliki banyak kegiatan, deadline, dan tanggung jawab dalam hal pekerjaan. Namun, Anda juga mempunyai tanggung jawab sosial sebagai suami, istri, anak, atau orang tua. Belum lagi, Anda pun juga seorang pengikut Yesus, yang juga memerlukan waktu untuk saat teduh untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Dan sebagai seorang Kristen, kita tidak dianugerahi  waktu lebih dari 24 jam sehari.

Pernahkah Anda bertanya-tanya, “Bagaimana caranya saya bisa membagi waktu agar semuanya bisa berjalan dengan seimbang? Bagaimana caranya saya bisa tetap memprioritaskan Tuhan tanpa melalaikan setiap tanggung jawab saya?”

Mari kita temukan jawabannya dalam artikel berikut.

Ambil Waktu Khusus untuk Tuhan

saat teduh - gkdi 1

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. – Lukas 5:15-16

Ayat di atas adalah secuplik kejadian yang terjadi setelah Yesus menyembuhkan seorang yang menderita sakit kusta dan banyak orang sakit lainnya. Seiring dengan menyebarnya kabar orang yang sakit kusta sembuh, semakin banyaklah kerumunan orang yang datang kepada Yesus. Yesus benar-benar sibuk menyembuhkan dan mengajar orang banyak. Tetapi, ketika Ia semakin sibuk, semakin sering pula Ia mengambil waktu saat teduh yang berkualitas dengan Bapa.

.

Lukas mencatat bahwa Yesus seringkali menarik diri ke tempat yang sepi untuk berdoa. Ini adalah topik yang berulang kali tertulis di Buku Lukas karena hal ini merupakan kebiasaan Yesus.

Sebelum Yesus memulai ministry-nya, Dia pergi ke hutan belantara dimana ia berpuasa dan berdoa selama 40 hari (Lukas 4:1-2). Di Kapernaum, Dia menyembuhkan banyak orang dan mengusir setan sepanjang malam. Alkitab mencatat, “Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi” (Lukas 4:42). Yesus juga sedang sendirian di danau Genesaret, sebelum sejumlah besar orang datang kepadanya (Lukas 5:1). Ada 4 catatan tentang kebiasaan Yesus ini hanya di dalam 2 pasal. Dan masih ada banyak catatan tentang kebiasaan Yesus ini di dalam buku Lukas.

Apa yang Yesus lakukan ini bukanlah ritual rutin atau tata cara yang wajib dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada umumnya. Yesus bukan sedang mengikuti adat istiadat yang sudah ada terbentuk sejak lama. Hal ini adalah murni inisiatif Yesus.

Yesus bukan hanya pergi ke tempat yang tenang, seperti ke atap rumah atau halaman belakang. Yesus sengaja membuat usaha yang luar biasa dengan cara pergi ke tempat yang sunyi di luar kota, supaya Dia dapat punya waktu saat teduh dengan Tuhan. Hal ini bukan kejadian yang terjadi sesekali (one-time event) karena sesuatu yang tragis terjadi. Bukan juga karena Yesus sangat kewalahan sehingga Ia membutuhkan waktu khusus dengan Tuhan. Ini adalah satu hal yang Yesus lakukan dengan rutin.

Apakah Anda Terlalu Sibuk untuk Tuhan?

saat teduh - gkdi 2

Apakah Anda terlalu sibuk untuk Tuhan? Saya harus mengaku, ketika pekerjaan menumpuk dan deadline sudah menanti di depan mata, saya punya kecenderungan untuk mengabaikan Tuhan. Sebagai seorang Kristen, kita harus menjadi pasangan dan orang tua yang luar biasa, bertanggung jawab dengan pekerjaan kita, dan bersinar di dalam hal-hal yang kita lakukan. Kita juga memerlukan waktu untuk refreshing, seperti melakukan hobi kita, melakukan hal-hal yang kita suka, bermain games, jalan-jalan, dan juga liburan.

Namun, kita seringkali lebih mengejar hal-hal tersebut, sehingga Tuhan tidak lagi menjadi prioritas yang utama. Saat teduh menjadi suatu hal yang tidak terlalu kita perjuangkan. Waktu kita untuk Tuhan bergantung pada waktu yang tersisa. Tuhan harus menjadi prioritas utama kita, bukan yang terakhir. Bukan pula hal tambahan yang hanya mendapat perhatian sesempatnya saja.

Lalu, bagaimana caranya mengatasi permasalahan ini, jika hidup kita penuh dengan berbagai macam kesibukan, deadline, dan hal penting lainnya yang membutuhkan perhatian kita? Apakah lalu kita seharusnya menjadi karyawan yang tidak bertanggung jawab? Atau orang tua yang tidak peduli? Apakah lantas kita harus membuang kesempatan-kesempatan yang datang dan melalaikan tugas-tugas kita? Kita hanya punya 24 jam dalam sehari. Dan seorang pengikut Yesus tidak diberkati dengan waktu yang lebih banyak dalam satu harinya.

Bagaimana Menyeimbangkan Semuanya?

saat teduh - gkdi 3

Dahulu, saya sering bertanya-tanya, “Bagaimana saya dapat menyeimbangkan waktu saya yang sangat terbatas ini? Saya mau punya waktu saat teduh yang dalam dengan Tuhan, namun tanggung jawab saya pun tidak terbengkalai.” Sampai akhirnya, sebuah insight yang brilian hinggap di kepala saya. Ini adalah solusi yang terlampau sederhana, hingga membuat saya merasa, “Bagaimana mungkin saya tidak pernah terpikir akan hal ini? Seharusnya saya bisa menemukan solusi ini lebih cepat.”

Kita memang tidak punya waktu yang lebih, tetapi kita bisa berdoa untuk lebih efektif dan efisien dalam melakukan lebih banyak hal. 

Saya mulai berdoa untuk hikmat dan kejernihan pikiran, supaya bisa membuat rencana yang lebih baik, yang membutuhkan waktu lebih singkat untuk dijalankan. Dan meminta hikmat, supaya saya tidak melakukan banyak kesalahan yang dapat menyita waktu lebih banyak lagi. Serta berdoa meminta kepandaian dan ide-ide supaya bisa menyelesaikan masalah dengan lebih cepat. And guess what, it works!

Quiet Time in Quiet Places

saat teduh - gkdi 4

Selain doa sehari-hari dan saat teduh, apakah kita juga mempunyai waktu khusus dengan Tuhan dengan cara pergi ke sebuah tempat yang sepi untuk “spend time” atau menghabiskan waktu dengan Tuhan? Buatlah waktu khusus dan jelajahilah tempat tempat yang tenang dimana Anda bisa mendedikasikan beberapa jam atau hari hanya bersama dengan Dia.

Ambillah waktu untuk merefleksikan kembali hidup ini, mencatat, bernyanyi, menulis puisi, berdoa, mendengarkan lagu-lagu rohani, dan membaca Firman Tuhan… Buatlah waktu yang khusus dengan Tuhan dan lakukan hal ini secara teratur. Buatlah hubungan yang spesial dengan Dia, seorang yang begitu mencintai kita, yang telah rela memberikan nyawa-Nya agar kita bisa tetap hidup.

Disadur dari “Quiet Time in Quiet Places” pada website www.jesus365.church.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Kita dan Tuhan: Memahami Hubungan Tuan dan Hamba

Video inspirasi: