Good News Jemaat Yogyakarta – Rutdiana Simbolon

Jalan Kembali Kepada-Nya

Rutdiana Marito Simbolon adalah seorang perempuan yang berusia 23 tahun dan ia mengambil keputusan dibaptis pada tanggal 21 Mei 2017.

Rut, nama panggilannya, adalah seorang mahasiswi tingkat akhir fakultas Teknik Urban Planner atau Perencanaan Wilayah dan Kota, di salah satu universitas negeri kota Yogyakarta. Rut adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan kedua kakaknya yang juga perempuan sudah dewasa. Ayah Rut adalah seorang Polisi di kesatuan Polda Kalimantan Timur dan ibunya adalah guru bahasa Inggirs di salah satu SMA negeri Balikpapan. Latar belakang keluarga ini membuat Rut menjadi seseorang yang cukup disiplin dan memiliki ekspektasi tinggi dalam hidupnya.

Sebelum mengenal Tuhan, Rut memiliki banyak pergumulan. Pergumulan terbesarnya adalah kepercayaannya terhadap Tuhan. Rut tidak menganggap bahwa Tuhan itu penting. Rut melakukan apa yang menurut dia benar dan dia adalah seseorang yang self righteous.

Suatu ketika, Rut harus mengambil cuti dari perkuliahannya karena ia harus merawat ibunya yang terkena penyakit liver. Beban ini membuat Rut merasa bosan dan lelah akan hidupnya. Rut memutuskan untuk mencari teman dan komunitas Kristen. Banyak cara yang dia lakukan termasuk ikut bergabung dalam komunitas kristen di grup BBM (BlackBerry Massenger). Dalam grup itu Rut bertemu dengan Sarah Kezia (pemimpin jemaat Bandung), dan mereka pun menjalin hubungan. Sister Sarah menghubungi Rut dan ia dikenalkan kepada pemimpin jemaat Yogyakarta yaitu Mike. Akhirnya, setelah cuti kuliahnya berakhir, Rut kembali ke Yogya dan bertemu dengan Mike untuk bible study.

Rut memulai bible study nya sekitar bulan Juli 2015. Namun pada bulan Oktober ia memutuskan untuk berhenti karena beberapa sebab. Tuhan tidak tinggal diam. Pada bulan Januari 2017 seorang sister bernama Ana menghubunginya kembali. Ia akhirnya memutuskan untuk belajar ulang bersama Ana, dan banyak hal yang terbantu dari hidupnya. Rut mengalami beberapa pergumulan saat kembali belajar alkitab, seperti tantangan dalam menyelesaikan skripsi dan masalah keluarga.

Pada awalnya Rut mudah sekali untuk menyerah. Rut tidak mau untuk terlihat lemah, oleh sebab itu ia enggan untuk melibatkan jemaat untuk membantunya. Hal ini menunjukan bahwa kesombongan juga besar dalam diri Rut.

Titik balik dalam hidup Rut dialaminya ketika ia sadar bahwa tidak ada jalan lain untuk mendapatkan kedamaian, pengampunan, tujuan hidup dan keselamatan, selan dengan bertobat dan hidup sebagai murid Yesus. Dia harus mempercayai firman 100% dan memprioritaskan Tuhan dalam hidupnya. Ketika Rut memakai pemikirannya sendiri ia tidak merasakan kedamaian. Hal ini dia sadari ketika ia belajar pelajaran dosa.

Saat ini Rut dekat dan terbuka dengan sister-sister di jemaat. Ia menceritakan mereka tentang pergumulannya, dan menerima masukan-masukan yang diberikan mereka. Teman-teman Rut juga melihat perubahannya. Rut menjadi lebih cerita dan semangat dalam hidupnya, terutama dalam mengerjakan tugas akhirnya yang sebentar lagi akan rampung.

Rut merasakan sukacita yang mendalam setelah memberi diri dibaptis. Dengan kedamaian di hatinya ini, Rut semakin percaya akan Tuhan. Dia merasakan kasih yang nyata dalam tubuh Kristus, seperti yang ditunjukan oleh pembimbing dan sister yang selalu menjaga dirinya dan terlebih kerohaniannya.

Dari rasa syukur ini, sekarang Rut memberikan diri untuk melayani sebagai Usher dalam ibadah, dan berkeinginan untuk membantu Kerajaan Kanak-Kanak (KKK) pada bulan Agustus ini.