gkdi lagu

Rumput tetangga selalu lebih hijau. Pepatah ini secara implisit tertulis dalam penggalan lirik salah satu lagu tema film animasi “The Little Mermaid”:

The seaweed is always greener
Rumput laut selalu lebih hijau

In somebody else’s lake
Di danau orang lain

Lagu ini ditujukan kepada Ariel, putri duyung yang punya impian hidup di darat. Ia menganggap kehidupan di daratan jauh lebih indah dibanding di bawah laut. 

Sering kali kita pun seperti Ariel, menganggap “rumput tetangga lebih hijau,” bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih indah daripada yang kita miliki. Akhirnya kita terjebak iri hati, tidak lagi bersyukur atas hidup kita, bahkan menginginkan hidup orang lain. 

Lalu, benarkah “rumput tetangga lebih hijau?” Bagaimana perspektif Tuhan tentang hal ini?

1. Banyak Hal dalam Hidup Orang Lain yang Tidak Kita Ketahui

Dalam hal-hal apa Anda merasa tidak sebaik orang lain? Bagaimana Anda tahu hidup Anda tidak sebaik mereka? Apakah melalui prestasi mereka yang Anda tahu persis? Atau, melalui kisah-kisah yang mereka pajang di media sosial?

Ketika Anda mulai membandingkan hidup Anda dengan hidup orang lain, ingatlah: Everybody has a chapter they don’t read out load. Setiap orang punya cerita yang tidak mereka gembar-gemborkan.

Saya pernah mem-posting sebuah foto yang menampilkan wajah saya yang tersenyum lebar kala berpetualang sendirian ke Bandung. Orang-orang memberi like dan berkomentar bahwa hidup saya tampak indah sekali. Padahal, waktu itu saya baru saja bertengkar via chat dengan adik saya. Kata-katanya membuat saya sedih, sehingga meski sedang di tempat rekreasi, saya mengambil waktu sebentar untuk menyendiri dan menangis.

Tentu saja, bagian ini tidak saya tulis di caption foto saya. Dengan kalimat yang fun dan terkesan tangguh, saya unggah foto wajah gembira itu—momen ketika saya memaksakan diri tersenyum usai menangis. Karena saya berpikir, apa pun yang terjadi, sayalah yang memegang kendali atas hidup saya.

Mengapa Anda iri atas hidup orang lain? Apakah Anda mengetahui semua kisah hidupnya sehingga menyimpulkan bahwa hidup Anda lebih buruk? Orang hanya menampilkan apa yang mereka mau tampilkan. Mereka mungkin tidak mengizinkan Anda melihat luka atau kekurangan mereka. Jadi, patokan dari luar ini bukanlah perbandingan yang adil. 

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. – Amsal 14:30  

2. Iri Hati dapat Merenggut Keselamatan Anda

Apakah iri hati adalah dosa? 

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu—seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. – Galatia 5:19-21

Hal pertama yang bisa kita simpulkan dari ayat di atas adalah, iri hati merupakan perbuatan daging dan sebuah dosa. Awalnya saya terkejut melihat iri hati disejajarkan dengan dosa-dosa lain yang sepertinya punya efek lebih berat. Namun, di hadapan Tuhan tidak ada dosa besar dan kecil. Iri hati setara posisinya dengan percabulan, kemabukan, dan percideraan.

Rasa iri bukanlah hal sepele. Terbukti, dari sekian banyak jenis dosa , iri hati termasuk dalam jajaran top-10 list ini, yang disebut dalam Sepuluh Perintah Allah.

“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” – Keluaran 20:17

Kedua, kita diajarkan bahwa orang-orang yang iri hati tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Rasa dengki menghambat kemajuan hidup dan berisiko membuat kita kehilangan keselamatan, jadi kita harus memandangnya dengan serius. 

Manusia mungkin tidak dapat melihat hati atau mendeteksi perasaan kita, tetapi Tuhan tahu. Saat kita mulai tidak bersyukur, mulai membanding-bandingkan, bahkan menginginkan hidup orang lain, di situlah kita sudah berdosa. 

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. – Yakobus 1:14-15

Dari hati, timbul berbagai keinginan yang jika dituruti akan menjadi dosa. Oleh karena itu, Tuhan ingin kita selalu menjaga hati kita. 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. – Amsal 4:23

3. Fokus pada Kelebihan Sendiri, bukan Kekurangan

Motivator dan milyuner W. Mitchell pernah mengalami kecelakaan motor yang membuat tubuhnya terbakar parah. Ia kehilangan semua jarinya dan hampir seluruh wajahnya. Bertahun-tahun Mitchell menjalani masa pemulihan, hingga akhirnya berhasil menerbangkan pesawat meski tak punya jari tangan. Namun, lagi-lagi, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.

Ketika dirawat di rumah sakit, Mitchell melihat bagaimana pasien-pasien di rumah sakit meratapi nasibnya. Ia pun merespon, “Kalian terus saja berfokus pada apa yang tidak bisa kalian lakukan. Namun, saya melihatnya begini: sebelum kecelakaan saya bisa melakukan sepuluh ribu hal, sekarang tinggal seribu hal. Jadi, saya akan fokuskan pikiran saya kepada seribu hal yang bisa saya lakukan.”

Orang yang memiliki dua talenta dalam Matius 25:14-30 tidak sibuk bertanya-tanya, “Mengapa saya hanya diberikan dua talenta saja? Mengapa orang itu diberikan lima talenta?” Alih-alih bersedih atau meratapi apa yang tidak dimilikinya, ia mengusahakan talenta yang telah diberikan oleh tuannya. 

Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Tak perlu sibuk memikirkan apa yang kita tidak punya. Misalnya, Anda punya kelebihan dalam bidang mengajar, tetapi Anda tidak pintar main gitar atau berolahraga. Anda tidak perlu meratap, “Kenapa, ya, saya tidak bisa main gitar? Kenapa saya tidak jago olahraga?” Fokuslah pada hal-hal yang Tuhan berikan kepada Anda, dan kembangkan sebaik mungkin. 

Sekalipun kelebihan Anda (menurut Anda) hanyalah keinginan untuk belajar dengan tekun, Anda tetap bisa mendapatkan hasil yang luar biasa. Anda bisa menjadi pribadi yang menginspirasi, dan menjadi terang bagi banyak orang. 

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. 

Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. – Roma 12:6-8

4. Rumput Anda akan Lebih Hijau jika Disiram

Saya ingin Anda mengenal satu pepatah lagi, yaitu the grass is greener where you water it. Rumput Anda akan lebih hijau jika Anda menyiraminya. 

Jangan-jangan, selama ini rumput tetangga Anda tampak lebih hijau karena ia rajin menyiraminya. Sedangkan Anda, sibuk melihat ke rumah-rumah lain dan bertanya-tanya, “Kok, rumput mereka bisa hijau begitu? Bagaimana caranya, ya?” 

Caranya sederhana saja: mulailah perhatikan rumput di halaman Anda sendiri, dan siramilah secara rutin. Percayalah, kelak daun-daunnya tidak akan kalah hijau. Saat itu, Anda pun bisa bernyanyi:

The seaweed is always greener
Rumput laut selalu lebih hijau

In somebody else’s lake
Di danau orang lain

You dream about going up there
Kau bermimpi untuk pergi ke sana

But that is a big mistake
Tapi itu adalah kesalahan besar

Just look at the world around you
Coba lihat dunia di sekitarmu

Right here on the ocean floor
Di sini, di dasar laut

Such wonderful things surround you
Banyak hal indah mengelilingimu

What more are you lookin’ for?
Apa lagi yang kau cari?

Manusia, dengan segala kelemahannya, bisa terjebak rasa iri kepada sesama. Kenyataannya, setiap orang punya hal-hal yang tidak mereka ceritakan kepada khalayak luas. Jadi, jagalah hati Anda, dan pandanglah dosa iri hati dengan serius. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang porsinya masing-masing. Fokuslah kepada kelebihan Anda sendiri, dan kembangkan hal itu semaksimal mungkin. Give no space for envy! Dengan begitu, Anda dapat bersinar sesuai dengan rancangan-Nya. Amin.

Referensi:
Management for A Great Life – Rahasia Sukses Kelola Diri, karya Adrian Kusnadi
https://en.wikipedia.org/wiki/W_Mitchell

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: