gkdi laguLemah rohani adalah kondisi ketika kita tidak terlalu bersemangat secara rohani. Jika sebelumnya kita rajin baca firman dan berdoa setiap pagi, belakangan kita mulai malas melakukannya. Dari yang tadinya semangat menginjil, sekarang merasa itu seperti beban. Kebalikannya, saat sedang sehat rohani, kita begitu bersemangat membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Seperti apa gejala lemah rohani dan bagaimana cara mengatasinya?

Apakah Saya Lemah Secara Rohani?

rohani - gkdi 1

Berikut ciri-ciri orang yang sedang lemah secara rohani:

  • Menghindari pertemuan ibadah
  • Tidak rutin atau tidak lagi melakukan saat teduh dan berdoa
  • Menolak dibantu
  • Tidak mau menerima masukan
  • Menghindari komunikasi dengan pembimbing atau komunitas rohani
  • Kompromi dengan dosa
  • Berusaha terlihat kuat dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya butuh bantuan
  • Punya pikiran negatif terhadap gereja atau orang-orang di dalam jemaat
  • Tidak ingin ditanya-tanya keadaannya
  • Menyembunyikan masalah dan enggan membereskannya
  • Ada perasaan malu atau insecure untuk dekat dengan orang-orang yang sehat secara rohani
  • Menyimpan rasa sakit hati kepada Tuhan karena doa yang tak terjawab, hidup yang berat atau tidak sesuai harapan, dan lain-lain.

Mengalami lemah rohani adalah hal yang wajar. Sebagai manusia, ada kalanya kita kuat, dan ada kalanya tidak. Jadi, menjadi lemah bukanlah sesuatu yang memalukan atau aib. Yang tidak boleh kita pertahankan adalah menjadi lemah dalam waktu lama atau berkepanjangan.

Ketika ini terjadi, kita bukan hanya akan kehilangan semangat, tetapi juga hubungan dengan Tuhan, bahkan keselamatan. Ada banyak janji Tuhan yang bisa Dia berikan jika kita tetap setia. Apakah kita rela kehilangan janji-Nya yang luar biasa dengan membiarkan diri kita terus lemah secara rohani?

Oleh karena itu, sewaktu kita merasa lemah, berusahalah untuk bangkit dengan cepat. Bagaimana caranya?

Cara Atasi Kondisi Lemah Rohani

1. Minta Bantuan Orang yang Tepat

rohani - gkdi 2

Saat sedang lemah rohani, kita membutuhkan bantuan orang lain. Namun, mintalah bantuan kepada pihak yang tepat, yaitu orang-orang yang lebih kuat, yang dapat membantu Anda. Hindari mendatangi orang untuk sekadar curhat atau mencari pembenaran atas kelemahan Anda.

Seumpama Anda sakit sampai perlu diopname, tentunya Anda akan meminta bantuan dokter, perawat, atau orang yang bisa membantu merawat Anda. Mungkin Anda ingin bisa melakukan semuanya sendiri supaya tidak perlu merepotkan orang lain. Namun, dalam kondisi tidak sehat, Anda akan rendah hati menerima pertolongan orang lain, bukan?

Kebanyakan orang, saat sedang lemah, merasa gengsi meminta bantuan. Saya pribadi pernah berada di posisi ini. Meskipun sangat butuh bantuan, saya enggan memintanya. Saya lebih memilih terlihat kuat dan baik-baik saja. Sayangnya, hal ini tidak menolong saya.

Memang, butuh keberanian untuk datang meminta pertolongan orang lain. Namun, terus-menerus berada dalam keadaan lemah juga tidak enak. Jadi, jangan malu dan jangan sungkan. Tidak ada manusia yang tidak pernah lemah.

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak. – Amsal 12:15 

Jika Anda memerlukan bantuan komunitas rohani atau mentor, Anda bisa menghubungi kami (informasi tercantum di akhir artikel) untuk dihubungkan dengan komunitas terdekat di kota Anda.

2. Mengaku Dosa dan Bereskan Masalah dari Akarnya

rohani - gkdi 3

Biasanya, orang tidak menjadi lemah rohani tanpa sebab. Bisa jadi ini bermula dari rasa tidak suka atau konflik dengan seseorang yang belum Anda bereskan. Mungkin ada dosa yang Anda sembunyikan. Hal-hal semacam ini harus dibawa ke dalam terang dengan cara mengaku dosa. Tentunya, tidak ke sembarang orang, tetapi ke orang yang dapat kita percaya dan dapat membantu kita.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. – Yakobus 5:16a

Untuk mengatasi kondisi lemah rohani, kita perlu mengaku dosa dan membereskan sumber masalahnya. Jika ada konflik, selesaikan dengan yang bersangkutan. Jika ada dosa, akui dan tinggalkan dosa tersebut. Tahap ini dapat diibaratkan sebagai pengobatan atau operasi pada orang sakit. Hal ini memang tidak enak dan tidak mudah, tetapi setelahnya kita akan menjadi lega dan sembuh.

3. Tetap Saat Teduh dan Berdoa

rohani - gkdi 4

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” – Matius 26:41

Tuhan tahu bahwa roh kita ingin taat, tetapi daging kita lemah. Oleh karena itu, menjelang penyaliban-Nya, Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk berdoa, karena doa memberikan kekuatan.

Doa adalah bagian dari usaha kita untuk berjaga-jaga agar tidak menjadi lemah dan jatuh ke dalam pencobaan. 1 Tesalonika 5:17 berkata, “Tetaplah berdoa.” Jika dalam keadaan kuat, kita harus selalu berdoa, apalagi saat lemah rohani—kita perlu lebih banyak lagi berdoa.

Meskipun susah dan enggan, atau ada rasa malu untuk melakukan saat teduh dan berdoa kembali setelah sekian lama, Tuhan ingin kita datang kepada-Nya, alih-alih menjauh. Kata-kata seperti ‘saya tidak cukup baik, saya tidak layak, saya sudah terlalu jauh dari Tuhan, saya orang berdosa’ dan semacamnya adalah tipuan iblis. Tuhan selalu membuka tangan-Nya untuk merangkul kita kembali.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. – Matius 11:28 

Tetaplah berdoa dan melakukan saat teduh, karena dari sanalah Anda akan mendapatkan pengharapan, kelegaan, dan kekuatan sejati.

4. Tetap Hadir di Pertemuan Ibadah

rohani - gkdi 5

Berbagai asumsi, seperti rasa malu, tidak layak, takut ditanya, takut akan pendapat orang lain, biasanya membuat orang yang sedang lemah secara rohani menjauhkan diri dari pertemuan ibadah. Mereka enggan bergabung dan menikmati persekutuan, baik dalam grup kecil maupun dalam ibadah minggu.

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. – Ibrani 10:25 

Saat sedang lemah rohani, menghadiri pertemuan ibadah justru akan sangat membantu Anda. Lewat situlah, Tuhan berbicara dan membantu Anda untuk bangkit kembali. Jika kita menghindarinya, kita sendirilah yang akan rugi. Apa pun yang terjadi, baik dalam keadaan kuat maupun lemah, marilah kita terus datang ke pertemuan-pertemuan ibadah, karena itu baik bagi kita.

Lemah rohani adalah kondisi yang wajar dan bisa dialami semua orang, serta tidak mustahil diatasi. Mintalah bantuan dari orang yang tepat, akuilah dosa-dosa Anda, dan bereskan masalah sampai ke akarnya. Jangan tinggalkan saat teduh, doa, dan pertemuan ibadah Anda. Ingatlah, ada hidup yang bekepenuhan, janji, hadiah, dan keselamatan yang Tuhan siapkan bagi kita. Jadi, lawanlah kelemahan itu dan jadilah kuat di dalam Tuhan! Semangat!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: