Devotionals
Rasa Syukur Istri Menyelamatkan Suami
Sebuah pelajaran tentang rasa syukur: “Pa, tetangga kita beli mobil baru. Kita kapan?”
“Lihat, tuh, perhiasan istrinya banyak. Kok, aku nggak pernah dibelikan perhiasan, sih?”
“Kemarin mereka liburan ke luar negeri. Masa kita cuma di sini-sini aja?”
Pertanyaan dan tuntutan istri kepada suami seperti contoh di atas bukan lagi sesuatu yang mengherankan. Dunia sedang mengalami fenomena sosial di mana orang berlomba-lomba memamerkan pencapaian mereka.
Namun, tahukah Anda bahwa istri yang seperti ini—yang mudah iri, selalu ingin menyamai, bahkan melebihi capaian orang lain—sebenarnya tanpa sadar sedang menjerumuskan suaminya? Suami yang tadinya berpikiran lurus, akhirnya tergoda berbuat curang demi mendapatkan uang lebih. Pasalnya, apa yang dia berikan tak lagi diterima istri dengan ucapan syukur, melainkan selalu dianggap kurang.
Lantas, kenapa kita harus bersyukur atas kondisi yang tampaknya tak sebagus keluarga lain? Dan, bagaimana cara menjadi istri yang penuh syukur?
Istri: Penolong atau Perongrong?
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." – Kejadian 2:18
Tuhan menciptakan wanita untuk menjadi penolong bagi pria, meski pada akhirnya, Hawa-lah yang mengajak Adam memakan buah pengetahuan (Kejadian 3). Pelanggaran itu membuat hidup Adam dan Hawa tak lagi nyaman karena mereka terusir dari Taman Eden. Hawa gagal memenuhi rancangan Tuhan untuk menjadi penolong yang baik bagi Adam.
Akan tetapi, bukan berarti kita bisa menjadikan Hawa sebagai alasan dibalik “kegagalan” menjadi penolong bagi suami. Tuhan memberikan free will kepada setiap manusia. Kita bisa memilih. Apakah akan taat atau melanggar perintah Tuhan? Apakah kita menolong suami dari jurang, atau justru merongrongnya hingga masuk jurang?
Rasa Cukup itu Menguntungkan
Dalam iklim dunia yang kompetitif, seseorang akan dihormati kalau memiliki hal-hal yang dianggap berharga. Punya rumah dan mobil mewah, menduduki jabatan bergengsi, bisa menyekolahkan anak di sekolah mahal, mengelola perusahaan dengan cabang di mana-mana. Intinya, semakin kaya seseorang, dia akan semakin diperhitungkan.
Ketika hal-hal di atas belum diperoleh, istri yang imannya tidak kuat akan menjadikan suaminya bulan-bulanan. Suami yang tertekan dalam persaingan dunia kerja masih harus menghadapi tuntutan istri di rumah. Ada uang abang sayang; tak ada uang abang melayang. Istri semacam ini senang kalau suaminya menyetor uang lebih banyak, tanpa bertanya dari mana asal-usulnya.
Tak heran kalau kasus-kasus korupsi sering dikaitkan dengan perilaku konsumtif dan gaya hidup hedonisme istri. Padahal, hidup mereka sudah sangat berkecukupan, tetapi keinginan daging menjerat mereka untuk terus meminta lebih.
Jadi, benarlah yang dikatakan Alkitab: ibadah itu akan menguntungkan kalau disertai rasa cukup. Sebaliknya, selalu merasa kurang justru akan merugikan diri kita sendiri.
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. – 1 Timotius 6:6
Manfaat Bersyukur
Istri yang penuh syukur akan membuat suami lega dan terpacu untuk berjuang lebih baik. Kalau suami tahu bahwa istri tidak akan menuntut lebih, dia bisa berpikir tenang dan bertindak benar. Dengan demikian, dia dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela. Bahkan ketika suami tergoda untuk curang, dia ingat bahwa istrinya pasti akan kecewa, sehingga urung melakukannya.
Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. – Amsal 31:12
Berterima kasihlah pada suami, kelola berkat (penghasilan) suami dengan baik, dan dukunglah dia dengan kata-kata serta sikap positif. Itu adalah beberapa hal baik yang bisa kita lakukan sebagai istri.
Rasa syukur membuat hidup terasa ringan dan mudah dijalani. Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, atau menggunakan standar kesejahteraan keluarga lain. Kalau mereka berlibur ke luar negeri, Anda juga bisa berbahagia menikmati liburan ke desa atau tempat-tempat wisata dalam negeri. Yang penting bukan foto-foto cantiknya atau status kerennya, melainkan kesempatan menikmati kebersamaan dengan orang-orang tercinta.
Tips Menjadi Istri yang Penuh Syukur
1. Ingat Tujuan Hidup Anda
“… supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.” – Kisah Para Rasul 17:27
Tuhan ingin kita mencari dan menemukan Dia, karena hanya di dalam Dia-lah kita menemukan kepuasan yang hakiki. Bukan lewat harta atau keindahan duniawi. Tuhan senang dekat dengan kita, karena kita sangat berharga bagi-Nya. Menyadari nilai diri kita di mata Tuhan akan membuat kita senantiasa bersyukur.
2. Pilih Komunitas Positif
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. – 1 Korintus 15:33
Jangan paksakan diri mengikuti gaya hidup yang sedang trendi jika memang belum mampu. Tak perlu menjadi sesuatu yang bukan diri Anda hanya agar dapat diterima, dikagumi, atau dihargai. Komunitas yang positif akan menerima Anda apa adanya. Orang-orang yang memiliki pola pikir positif akan mendorong Anda untuk menjalani hidup dengan rasa syukur.
3. Cari Kesibukan Produktif
Daripada bersungut-sungut, lebih baik turun tangan membantu suami mencari nafkah. Di era milenial ini, banyak cara halal untuk mendapatkan uang. Dengan produk / jasa yang cocok, serta media promosi yang tepat, kita bisa menjangkau banyak pelanggan. Atau, bergabunglah dalam kegiatan sosial, menjadi sukarelawan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Menyibukkan diri dengan hal yang produktif membuat kita tidak sempat bersungut-sungut. Sebaliknya, kita akan bersyukur karena masih punya kesempatan untuk bekerja dan memperoleh hal-hal yang bermanfaat.
4. Buat Daftar Syukur
Pelupa adalah salah satu sifat manusia. Kita sering lupa bahwa Tuhan sudah berkali-kali memberikan pertolongan dan berkat dalam hidup. Kita seperti orang Israel yang selalu khawatir dan bersungut-sungut, padahal sudah sering melihat mujizat Tuhan (Bilangan 14:27).
Jangan lupakan kebaikan Tuhan. Tulis dan tempelkan hal-hal yang Anda syukuri di dinding, di lemari, di cermin rias, atau tempat-tempat yang mudah dilihat. Dijamin Anda akan disegarkan kembali setiap kali membacanya. Hati menjadi tenang dan penuh syukur karena yakin bahwa Tuhan pasti menolong Anda melewati setiap tantangan dan kesulitan hidup.
Jika Anda masih sering sulit bersyukur, cemas, atau merasa hidup Anda tidak diberkati, cobalah terapkan tips berikut ini.
Istri yang bersyukur akan menyelamatkan suaminya dari jebakan dosa. Sebaliknya, istri yang menuntut akan menjerumuskan suaminya ke lubang maut. Semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda menjadi istri yang senantiasa penuh syukur. Amin!
*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official: WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official
Artikel terkait: Miliki 2 Kebiasaan Ini agar Hidup Anda Memuliakan Tuhan
Video inspirasi:ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya