Rahasia Keberanian Ratu Ester

gkdi laguDi dalam Alkitab, ada banyak rahasia tentang iman yang bisa kita teladani, salah satunya tentang keberanian. Semua orang pernah mengalami masa-masa sulit yang memicu rasa takut atau khawatir. Tak terkecuali, ratu Persia bernama Ester. Namun, dengan keberanian yang ia miliki, Ester berhasil menyelamatkan bangsa Israel dari pemusnahan.

Apa rahasia Ester sehingga ia berani melangkah dan menaklukkan tantangan besar?

Siapakah Ester?

rahasia - gkdi 1

Ester, yang bernama Ibrani Hadasa, adalah anak angkat pamannya sendiri, yakni Mordekhai, pegawai di istana raja Persia (Ester 2:15). Mereka termasuk kaum Yahudi yang dibuang oleh Nebukadnezar, raja Babel. Setelah Babel dikalahkan Persia, bangsa Israel berada di bawah kekuasaan raja Persia.

Setelah melakukan banyak persiapan dan menjalani seleksi, Ester terpilih menggantikan ratu Persia yang terdahulu. Kehidupannya berubah drastis, dari orang biasa menjadi istri raja yang dihormati semua orang. Sayang, situasi baik terkadang tidak bertahan lama.

Ketika mendengar bahwa bangsanya terancam akan dimusnahkan, Ester tidak hanya duduk tenang di istana karena merasa posisinya sudah aman. Ia memilih untuk menguatkan hati, mengumpulkan keberanian, serta melakukan puasa bersama, sebelum akhirnya pergi menghadap raja untuk memohonkan keselamatan bagi bangsanya.

Keputusan Ester bukanlah hal yang mudah. Jika raja tidak berkenan pada kehadirannya, ia dapat dihukum mati! Namun, Ester tetap melangkah, tidak mundur meski ia ketakutan. Dan, Tuhan menyertainya, sehingga bangsa Israel pun selamat.

Apa yang membuat Ester memiliki hati yang begitu berani?

Rahasia 1: Ester Tidak Berfokus pada Masalah

rahasia - gkdi 2

“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” – Ester 4:16

Ketakutan bisa menjadi alasan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang Tuhan inginkan. Meskipun sebenarnya kita bisa melakukannya, rasa takut menghalangi kita untuk melangkah. Ester mengalami dilema antara ingin menyelamatkan diri sendiri atau menyelamatkan bangsanya. Ia harus memilih untuk mengendalikan rasa takutnya dan mengambil tindakan atau mencari aman dengan tidak berbuat apa-apa.

Saat ini terjadi, Ester memilih untuk memfokuskan diri pada hal-hal yang bisa ia lakukan, yaitu datang kepada Tuhan dan menguatkan imannya. Saat berpuasa bersama-sama bangsanya, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan berdoa agar Tuhan menyelamatkan dirinya dan bangsanya. Ester mengerti siapa yang berkuasa dan memegang kendali atas hidup mereka, dan bahwa ia tidak dapat mengatur hasil akhir sesuai keinginannya.

Apa yang kita lakukan saat menghadapi kondisi yang tidak ideal? Apakah kita cenderung ingin mengendalikan kondisi? Atau, kita berusaha mengendalikan hati dan pikiran kita supaya tetap sejalan dengan apa yang Tuhan inginkan melalui firman-Nya? Apakah kita memilih datang kepada Tuhan dan menguatkan iman kita?

Mari belajar berfokus pada proses, yaitu hal-hal yang dapat kita kendalikan, dan bukan kepada hasil. Kita tidak akan mendapat hasil apa pun kalau kita tidak bertindak dan menjalani prosesnya. Kalahkan ketakutan-ketakutan kita dengan melakukan apa yang bisa kita lakukan. Jangan pusingkan hasilnya, karena itu adalah bagian Tuhan. Serahkanlah semua itu kepada-Nya, agar kita bisa melangkah dengan berani dan merasakan penyertaan Tuhan.

Rahasia 2: Ester Tidak Berjalan Sendirian

rahasia - gkdi 3

Ratu Ester paham bahwa jika ia tidak mampu melalui tantangan ini dengan kekuatannya sendiri, ia butuh pertolongan Tuhan dan dukungan dari bangsanya. Karena itulah ia berdoa dan berpuasa. Pada akhirnya, Tuhan menyertai Ester. Dia membuat raja berbelas kasihan dengan mengulurkan tongkat emasnya, bahkan mengatakan, “Apa keinginanmu Ratu Ester. Sampai setengah kerjaan sekalipun akan diberikan kepadamu (Ester 5:2-3)?”

Tuhan membuat Ester bergerak pada timing yang tepat dengan mengajak Haman ke jamuan makan dua kali. Tuhan membuat raja tidak bisa tidur, dan entah kenapa ia ingin dibawakan catatan sejarah. Dari situ, raja mendapati perihal Mordekhai yang pernah menyelamatkannya dari percobaan pembunuhan, sehingga ia berkenan di hadapan raja (Ester 6).

Pada akhirnya, Tuhan jugalah yang membuat Haman disula pada tiang yang ia dirikan untuk membunuh Mordekhai (Ester 7:9). Semua peristiwa tersebut ada di luar kekuatan Ester. Ini adalah kerja tangan Tuhan yang membuat segala sesuatunya terjadi tepat pada waktunya.

Ester tidak merasa hebat atau sok kuat, sehingga mengambil semua tanggung jawab sendirian. Dalam perjuangannya, ia melibatkan kaum sebangsanya dengan cara meminta mereka berpuasa baginya.

Apakah kita termasuk orang yang cenderung berjuang dengan kekuatan sendiri, tanpa menyertakan Tuhan? Apakah kita sering merasa sungkan atau gengsi meminta bantuan orang lain? Merasa sulit membuka diri supaya orang lain dapat lebih membantu kita?

Terkadang sikap mandiri yang berlebihan atau tidak ingin menyusahkan dapat membuat kita enggan melibatkan orang lain dalam usaha kita. Jika kita memang membutuhkan pertolongan, kita perlu bersikap rendah hati dan mengungkapkan bahwa kita perlu dibantu.

Ingatlah untuk selalu mengandalkan Tuhan lewat doa untuk minta hikmat dan pertolongan. Bukalah juga pintu hati kita, supaya orang lain pun bisa masuk, membantu, dan berperang bersama kita.

Saat Anda takut, apa sumber keberanian Anda? Rahasia keberanian Ester adalah pilihannya untuk tidak berfokus kepada masalah atau hasil, tetapi kepada apa yang bisa ia lakukan. Ia juga tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama Tuhan, yang adalah Sumber Keberaniannya. Peran orang-orang sebangsanya atau komunitasnya adalah kekuatan bagi Ester untuk berani melangkah. Mari kita teladani semua itu agar kita pun dapat memiliki keberanian untuk mengatasi setiap masalah. Amin!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok