Masih begitu melekat di hati kita, momen bersejarah Asian Games ke-18 tahun 2018 lalu. Acara pembukaan dan penutupannya yang spektakuler, serta prestasi para atlet yang berjuang mengharumkan nama Indonesia telah menyuntikkan semangat baru bagi bangsa kita.

Kalau kita bisa berbangga atas keberhasilan putra-putri tanah air, bayangkan betapa bangganya Tuhan jika kita mau menampilkan prestasi-prestasi hidup yang mengharumkan nama-Nya. Ini bisa kita lakukan lewat pendidikan, karier, bisnis, maupun kehidupan keluarga dan pergaulan sehari-hari.

Nah, agar dapat mengukir prestasi, kita perlu memiliki sejumlah karakter penunjang, yang bisa kita teladani dari beberapa tokoh Alkitab. Lima karakter tersebut adalah:

1. Keyakinan pada Tuhan dan Diri Sendiri – Daud

prestasi - gkdi 1

Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

– 1 Samuel 17:42, 45

Saat itu, secara fisik, dan dalam pandangan umum, Daud tidak layak ikut berperang, apalagi bertarung melawan manusia raksasa Goliat. Ia masih sangat muda dan tidak punya pengalaman di medan pertempuran. Namun, saat tidak ada orang yang percaya padanya, Daud tetap maju dan menaruh keyakinan yang besar kepada Tuhan.

Walt Disney dipecat dari pekerjaannya sebagai komikus surat kabar karena dianggap ‘kurang kreatif dan tidak punya ide bagus.’ Studio pertamanya bangkrut, dan permohonan pendanaannya ditolak ratusan kali oleh para investor. Namun, Disney tidak membiarkan penilaian orang lain memengaruhi keyakinannya pada diri sendiri. Ia terus berkarya, hingga mampu membangun salah satu studio animasi terbesar di dunia dan memenangkan puluhan Academy Awards.

Barangkali Anda pernah berada di posisi Daud atau Disney, ketika teman-teman atau orang lain di sekitar memandang rendah diri Anda. Namun, Anda harus tetap yakin pada Tuhan dan diri sendiri. Jika Anda fokus pada keyakinan untuk meraih sesuatu, apa pun hambatan dan tantangannya, tidak ada yang dapat menghalangi Anda.

2. Berani Bermimpi Besar – Nuh

prestasi - gkdi 2

Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. – Kejadian 6:14-16

Apakah Nuh pernah berpikir akan membangun bahtera superbesar untuk menyelamatkan banyak makhluk hidup dari air bah? Mungkin tidak. Namun, Nuh memberi ruang kepada Tuhan untuk mewujudkan sebuah mimpi yang sesuai dengan standar-Nya.

Bermimpi itu sendiri adalah sebuah keberanian. Jadi, jika untuk bermimpi besar saja Anda tidak berani, Anda akan sulit menghasilkan hal-hal yang luar biasa.

Jangan lupa libatkan Tuhan untuk ambil bagian dalam setiap prosesnya. Tak ada mimpi besar yang terwujud secara instan dan tanpa kerja keras. Butuh waktu bertahun-tahun dan kerja tim dari semua anggota keluarga Nuh untuk membangun bahtera. Namun, Tuhan menyertai mereka sehingga dapat menyelesaikan proyek itu tepat waktu.

Bagi Anda yang sedang putus asa atau bingung harus memulai dari mana, coba terapkan metode pencapaian resolusi ini. Jika Nuh yang berusia 600 tahun bisa mewujudkan impiannya, kita pun pasti bisa!

3. Siap Ambil Risiko untuk Hal Benar – Yonatan 

prestasi - gkdi 3

Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. 

Kata Saul kepada Yonatan: “Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat.” Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: “Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati.” Kata Saul: “Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati.” 

Tetapi rakyat berkata kepada Saul: “Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini.” Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

– 1 Samuel 14:27,43-45

Yonatan tidak mendengar perintah Saul bahwa orang yang makan sebelum pasukan Israel memenangkan pertempuran akan dikutuk (1 Samuel 14:24-46). Namun, setelah memakan madu di hutan, Yonatan berani menghadapi konsekuensinya, yaitu hukuman mati. Di luar dugaan, rakyat membelanya sehingga ia dibebaskan dari kutukan.

Kesiapan Yonatan menanggung risiko lebih besar daripada rasa takutnya untuk mengakui kesalahan—itulah yang membuatnya menjadi tokoh rohani yang inspiratif hingga hari ini. Yonatan tidak merengek, berbohong, atau berdalih macam-macam agar terhindar dari hukuman.

Untuk mencapai keberhasilan, kita harus siap menerima risiko dari setiap langkah yang kita ambil. Berdusta atau memanipulasi fakta tidak akan membawa kita kepada pencapaian prestasi yang sejati. Hanya dengan keberanian menanggung risiko atas perbuatan yang benar, kita dapat mempersembahkan prestasi terbaik untuk Tuhan.

4. Tekun dan Pantang Menyerah – Petrus

prestasi - gkdi 4

Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu. – Markus 14:72

Sekalipun pernah gagal karena menyangkal Yesus tiga kali, Petrus pantang menyerah. Di kemudian hari, ia menjadi salah satu rasul yang paling gigih menjalankan misi penginjilan. Berkat ketekunannya, Petrus menjadi pemimpin para rasul dan pondasi gereja Allah (Matius 16:18). 

Ketika mukjizatnya dipertanyakan, lihatlah betapa berbedanya respon Petrus:

Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.” – Kisah Para Rasul 4:8-10

Bagi Anda, yang sedang jatuh-bangun meraih cita-cita, teruslah berusaha. Thomas Alfa Edison berhasil merancang bola lampu setelah melakukan 10.000 percobaan. Meski menghadapi begitu banyak kegagalan, Edison tidak menyerah karena ia percaya bahwa ‘setiap cara yang gagal adalah satu langkah maju.’

Orang yang bertekun juga memiliki filosofi seperti semut (Amsal 6:6), yang bekerja mengumpulkan makanan setiap hari agar punya ”tabungan” perbekalan. Ingatlah bahwa kegagalan Anda hari ini merupakan tabungan bagi prestasi Anda di masa depan. Bentuknya bisa berupa pengalaman, keahlian, hikmat, atau ide baru yang akan menjadi pondasi keberhasilan Anda kelak.

5. Berani Berubah – Paulus

prestasi - gkdi 5

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. – Filipi 1:20-21

Paulus adalah teladan keberhasilan bagi orang yang mau berubah. Dari seorang yang sangat membenci Yesus dan membunuh para pengikut-Nya, ia menjadi salah satu rasul yang gigih mengabarkan Injil. Perubahan itu pastilah tidak mudah. Kini ia berada di pihak yang berlawanan dengan kaum Yahudi, yang berusaha membunuhnya (Kisah Para Rasul 9:22-23). Ia juga harus menghadapi kecurigaan dari para murid yang takut kepadanya (Kisah Para Rasul 9:26).

Mengubah diri memang tidak selalu enak rasanya. Pada dasarnya, manusia sulit untuk berubah dan meninggalkan zona nyaman. Menghindari perubahan merupakan reaksi biologis kita untuk bertahan hidup. Namun, untuk dapat mencapai hal-hal besar, kita harus berani melangkah di luar kebiasaan, meninggalkan karakter buruk, dan mencoba cara baru.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera tumbuhkan lima karakter di atas agar Anda dapat mengukir prestasi yang memuliakan nama Tuhan dan bermanfaat bagi sesama. Amin!

Referensi:
https://www.forbes.com/sites/susantardanico/2012/09/27/five-ways-to-make-peace-with-failure/#246fba5c3640
https://succeedfeed.com/walt-disney-was-fired-rejected-300-times/
https://www.inc.com/business-insider/21-successful-people-who-rebounded-after-getting-fired.html

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:  Teladan Para Raja yang Takut akan Allah

Video inspirasi: