Ingin Lepas dari Pornografi? Terapkan 4 Cara Berikut!

gkdi laguSaya berkenalan dengan pornografi di usia 13 tahun. Pertama kali mengakses ‘film biru’, saya merasa begitu terpuaskan. Selama bertahun-tahun, saya menyembunyikan kebiasaan ini tanpa seorang pun yang tahu. Sebagai remaja yang masih dikuasai gejolak hormon, saya rajin berburu kesenangan semu itu tanpa peduli apa efeknya bagi saya.

Memang, kenikmatan yang saya peroleh itu luar biasa, tetapi tidak pernah cukup. Saya selalu ingin lebih dan lebih. Akibatnya, saya bukan hanya merasa malu terhadap diri sendiri, tetapi juga orang lain, terutama lawan jenis.

Sekarang, berkat pertolongan Tuhan, saya sudah terbebas dari pornografi. Namun, saya takkan lupa betapa dosa percabulan ini pernah begitu merusak diri saya.

Apakah hal serupa terjadi dengan Anda? Apakah Anda sedang berusaha keluar dari kecanduan pornografi yang membuat Anda lagi-lagi terjatuh ke dalam dosa yang sama? Bagaimana caranya terbebas dari hal ini?

Bahaya Pornografi

pornografi - gkdi 1

Di era informasi saat ini, konten-konten berbau seksual begitu mudah diakses oleh siapa pun. Data menunjukkan bahwa 50% anak-anak umur 11-13 tahun di Inggris sudah pernah menonton pornografi. Di Indonesia sendiri, setiap harinya terdapat rata-rata 25 ribu aktivitas di internet terkait pornografi anak, sebuah angka yang sungguh memprihatinkan.

Lantas, mengapa pornografi begitu memikat? Menurut penelitian, menonton film porno bisa memicu pelepasan hormon dopamin (memberi sensasi menyenangkan, puas, atau teler), sekaligus rasa rileks (yang serupa efek opium). Akibatnya, otak terlatih untuk mengenali kesenangan dari pornografi, sehingga penontonnya akan selalu membutuhkan lebih dan lebih.

Inilah mengapa pornografi, yaitu dosa percabulan, sulit sekali dihindari dan dilepaskan. Padahal, pornografi memiliki bahaya jangka panjang. Berdasarkan riset British Board of Film Classification (BBFC) tahun 2019, menonton pornografi bisa menurunkan respek terhadap lawan jenis. Di samping itu, kecanduan film porno juga mengakibatkan rusaknya hubungan, perceraian, bahkan kehilangan pekerjaan. Mengerikan, bukan?

Sekilas, hidup dengan menikmati pornografi terlihat menyenangkan. Namun, jika Anda mencari tahu lebih dalam, ada begitu banyak risiko yang ditimbulkan, seperti gangguan mental, mood, emosi, fungsi penurunan daya ingat dan fungsi otak, hingga depresi dan masalah dalam hubungan.

Pornografi dan Keintiman Palsu

pornografi - gkdi 2

Kendati orang tahu bahayanya, mengapa pornografi masih begitu dicari? Apa yang ia tawarkan, sehingga orang begitu ingin mendapatkannya?

Jawabannya: keintiman. Lebih daripada sekadar makhluk sosial, saya percaya Tuhan menciptakan kita untuk bisa dekat dengan satu sama lain, terutama dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Kejadian 2:18 mengatakan, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Dengan kata lain, ada koneksi kuat yang terjadi ketika seorang menjadi begitu intim dengan orang yang lain.

Namun, kebutuhan akan keintiman bukanlah alasan kita untuk melihat dan melakukan hal-hal berbau pornografi. Tuhan menciptakan keintiman untuk mereka yang telah mengikat janji dalam hubungan pernikahan. Ketika hal ini disalahgunakan dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak siap, alih-alih menjadi berkat, keintiman malah menjadi kutuk.

Bayangkan jika anak Anda yang berumur lima tahun meminta dibelikan mobil. Tentu Anda tidak akan memberikannya, karena Anda tahu hal ini akan membahayakan keselamatannya. Begitu juga dengan keintiman, yang dikhususkan bagi mereka yang siap membangun komitmen dengan pasangannya hingga maut memisahkan.

Kenyataannya, banyak orang yang ingin menikmati keintiman itu secara instan, tanpa penolakan, tanpa risiko, dan tanpa sebuah ikatan pernikahan. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan akan keintiman yang tidak terpenuhi bisa menggiring Anda kepada perasaan frustrasi.

Di sinilah pornografi begitu menggoda: ia menawarkan keintiman palsu sesuai fantasi penontonnya. Ia begitu seru, mencengangkan, tanpa ada risiko penolakan sama sekali. Sayang, itu semua adalah kenikmatan semu yang menjebak Anda dalam lingkaran setan, di mana Anda terus mengejar yang lebih baru dan asyik, tanpa ada habisnya.

Bagaimana agar Saya Bebas?

Kecanduan pornografi membuat kita kesulitan melihat lawan jenis sebagai manusia yang segambar dan serupa dengan Allah, bukan sebagai objek seksual. Pornografi juga dapat menyita fokus kita kepada Tuhan, bahkan menjadi allah lain yang membuat kita kehilangan keselamatan.

Singkatnya, pornografi tidak lebih dari tipuan iblis. Iblis selalu berusaha membohongi Anda, dengan menjanjikan kenikmatan jika Anda mengikutinya. Namun, pada akhirnya, Anda menjadi korban dari dusta tersebut.

Jika Anda membaca tulisan ini dan menyadari Anda kecanduan pornografi, mungkin Anda bertanya-tanya: apakah saya bisa bebas? Ada kabar baik bagi Anda: Ya, Anda bisa! Memang tidak mudah, tetapi selama Anda mau percaya dan mengambil langkah, Anda bisa memulainya hari ini juga.

Awali dengan langkah-langkah sederhana berikut:

1. Sadari Rencana Tuhan atas Diri Anda

pornografi - gkdi 3

Percayakah Anda, bahwa Tuhan menciptakan Anda begitu mulia adanya?

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. – Kejadian 1:27

Ya, Allah menciptakan Anda dan saya sesuai gambar-Nya. Luar biasa! Sekarang, jika Anda menyadari betapa luar biasanya Anda, sudikah Anda membiarkan diri Anda dikotori, bahkan sedikit saja?

Inilah salah satu poin penting yang perlu Anda renungkan. Allah rindu Anda memiliki hidup yang kudus. Di 1 Tesalonika 4:7 tertulis, “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” Karena ini adalah perintah Tuhan, berarti ini adalah hal yang mungkin dilakukan, bukan seuatu yang mustahil.

Mari jadikan rencana Tuhan atas diri Anda sebagai suatu keyakinan. Kekudusan adalah cetak biru (blueprint) yang Tuhan tetapkan bagi hidup Anda—bukan kecemaran atau percabulan.

2. Kenali Area Mana yang Membuat Anda Jatuh

pornografi - gkdi 4

Setelah mengamini rencana Tuhan, langkah berikutnya adalah mengenali area mana yang membuat Anda sering jatuh dalam dosa. “Roh memang penurut, tetapi daging lemah,” demikian yang tertulis dalam Matius 26:41. Selama Anda masih ada di dalam tubuh jasmani, selama itu pulalah Anda harus berjuang mengalahkan kedagingan.

Ambil waktu untuk memetakan titik lemah Anda. Hal-hal apa yang sering menjatuhkan Anda? Mungkin saat Anda tidak ada kerjaan, sedang sendirian di rumah, atau tidur terlalu larut sehingga pikiran Anda mudah melantur. Atau, ketika Anda menonton film yang memuat adegan-adegan “menjurus” atau merangsang. Saya pribadi mudah jatuh jika tidak melakukan saat teduh hari itu.

Di mana pun titik kelemahan Anda, ambillah langkah tegas untuk menghindari tayangan atau apa pun yang mengarahkan Anda kepada pikiran cabul.

Bangunlah hubungan dekat dengan Tuhan melalui saat teduh dan doa. Minta orang lain, misalnya pembimbing Anda, untuk membantu Anda keluar dari pergumulan ini. Di saat Anda mulai merasakan godaan, alihkan pikiran Anda dengan menyibukkan diri. Misalnya, menyapu, memasak, atau menelepon anggota keluarga atau orang-orang yang dapat membantu Anda.

3. Stop Akses ke Pornografi

pornografi - gkdi 5

Sekarang, saatnya Anda mengambil langkah yang paling drastis. Tak cukup hanya cukup dengan mengarahkan atau mengalihkan pikiran, Anda juga perlu memastikan Anda tidak jatuh lagi ke dosa yang sama. Caranya?

Ingatlah Roma 6:12: Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dengan kata lain, Anda harus menjauhkan diri dari apa pun yang dapat mengundang dosa itu kembali.

Apa yang mudah menggoda Anda? Majalah? Film? Game? Buku? Apa pun itu, buanglah jauh-jauh agar Anda tidak tergoda lagi untuk mengakses konten pornografi.

Bagaimana dengan akses internet dan gawai Anda? Mungkin terlalu berat jika Anda harus memutus koneksi internet atau menjual komputer / ponsel Anda. Namun, Anda bisa berhenti mengakses konten yang menggoda. Contohnya, unfollow akun tertentu di Instagram, berhenti berlangganan (unsubscribe) konten YouTube, serta memblok kontak atau keluar dari grup yang selalu share video berbau pornografi.

Tak kalah penting, carilah teman atau pembimbing rohani yang dapat menjadi partner Anda dalam melawan dosa ini.

Apa pun caranya, tutup semua akses atau kesempatan untuk melihat pornografi. Jangan lupa bahwa Anda perlu bantuan Allah, seperti tertulis dalam Yakobus 4:7, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”

4. Cari Komunitas atau Mentor Rohani

pornografi - gkdi 6

Sebagai kelanjutan langkah nomor tiga, Anda perlu bantuan untuk tetap hidup kudus. Tuhan tidak menciptakan Anda untuk hidup sendirian, apalagi dalam hidup rohani. Memiliki komunitas dan mentor rohani yang tepat dapat menginspirasi Anda untuk hidup kudus, juga membantu Anda bangkit kembali jika Anda jatuh.

Galatia 6:2 menyatakan: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Inilah manfaat memiliki komunitas yang benar, di mana Anda dapat membagi beban atau kesulitan Anda dengan orang lain. Selain itu, Anda juga dapat belajar bagaimana agar dapat terus hidup di jalan Tuhan.

Jika Anda rindu untuk menemukan komunitas rohani, Anda dapat menghubungi nomor WhatsApp 0821 2285 8686. Atau, jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang Tuhan dan firman-Nya, klik di sini untuk mendaftar.

Kebebasan Ada di Tangan Anda

pornografi - gkdi 7

Kabar baiknya, lepas dari jerat pornografi itu sangat mungkin dilakukan. Semuanya kembali kepada keputusan Anda. Jangan tunda lagi—segeralah mengambil langkah pertama Anda hari ini untuk hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Songsonglah hidup baru, dan dapatkan semua janji dan berkat yang Tuhan siapkan bagi kita yang mau hidup sesuai kehendak-Nya. Amin!

Referensi:

enough.org/stats-youth-and-porn
www.desiringgod.org/articles/pornography-the-new-narcotic
grottonetwork.com/navigate-life/health-and-wellness/steps-to-help-quit-porn/
www.escapingthe.com/post/authentic-intimacy
tirto.id/tiap-hari-ada-25-ribu-aktivitas-pornografi-anak-di-indonesia-cmQP
www.psychguides.com/behavioral-disorders/porn-addiction/
www.therecoveryvillage.com/process-addiction/porn-addiction/related/pornography-statistics/
www.addictioncenter.com/community/signs-of-porn-addiction/
www.psycom.net/porn-addiction

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok