Jadilah Pohon Anggur Tuhan

Seorang saudara saya suka berkebun anggur. Dia bercerita bagaimana tanaman yang satu ini membutuhkan ketelatenan besar dalam pemupukan dan perawatannya.

Tanah yang baik untuk budidaya anggur adalah yang mengandung pasir, lempung, zat hara, dan bertekstur gembur. Agar tumbuh baik, anggur sebaiknya ditanam di dataran rendah, mendapat banyak sinar matahari dan sedikit curah hujan. Ranting-rantingnya juga harus dipangkas secara berkala agar menghasilkan banyak buah. Wah, rinci sekali, ya, tekniknya?

Yesus menyebut diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar. Mengapa demikian?

Ternyata ada sejumlah hal tentang budidaya pohon anggur yang mirip dengan hidup rohani kita:

1. Pangkas Kebiasaan Buruk

pohon anggur - gkdi 1

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” – Yohanes 15:2

Setiap orang memiliki kebiasaan buruk yang sering menghambat kemajuan hidup mereka. Contoh sederhananya, malas.

Sewaktu kuliah, saya sempat menjadi mahasiswa yang malas sehingga nilai-nilai saya terjun bebas. Saya juga malas mencari kerja untuk membiayai kuliah. Namun, ketika saya mengizinkan Tuhan untuk membersihkan dan membuang sifat malas itu, perubahan positif pun terjadi.

Saya tidak lagi sulit mencari pekerjaan. Gajinya dapat saya gunakan untuk membiayai kuliah. Karena tahu susahnya mencari uang, saya tidak mau menyia-nyiakannya. Saya jadi rajin belajar, dan hasilnya, nilai-nilai saya semakin bagus.

Tuhan dapat membersihkan hal-hal buruk dalam diri kita melalui berbagai cara. Bisa lewat nasihat orang lain, peristiwa kegagalan, atau teguran seorang sahabat. Memang tidak enak ketika kita harus berhenti melakukan kebiasaan tertentu, atau membuang benda tertentu yang membuat kita jatuh dalam dosa. Namun, itu akan mendatangkan kebaikan dan pertumbuhan bagi diri sendiri.

Apakah dari tahun ke tahun Anda tetap bergumul dengan dosa yang sama, atau memiliki kebiasaan buruk yang tak pernah berubah? Cobalah renungkan, mungkinkah selama ini Anda menolak ketika Tuhan ingin memangkas kebiasaan buruk Anda?

Ketika kita enggan melepaskan kebiasaan buruk karena sudah merasa nyaman, kita sendirilah yang sebenarnya dirugikan. Dan, bukan hanya kita; orang-orang di sekeliling kita juga turut terkena imbasnya.

Dengan membiarkan Tuhan memangkas karakter-karakter buruk, kita takkan pernah rugi. Tunas-tunas baru akan tumbuh dalam diri kita, dan kita jugalah yang kelak menikmati panennya.

2. Bertumbuh di Pokok Anggur yang Benar

pohon anggur - gkdi 2

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” – Yohanes 15:4

Tatkala hidup rohani saya lemah, saya menolak melakukan firman Tuhan. Saya tidak mau beribadah, berdoa, atau saat teduh. Hasilnya, kondisi iman saya makin memburuk.

Namun, setelah saya merendahkan hati untuk mengaku dosa, untuk tinggal di dalam Tuhan dan menjalankan firman-Nya, saya merasakan perubahan. Saya dapat merespon situasi secara positif, melakukan tindakan positif, dan mendapatkan hasil yang positif pula.

Ranting-ranting anggur takkan menghasilkan buah, bahkan mati, kalau tidak melekat pada batang pohonnya. Ketika kita mengizinkan Tuhan mendiami hati kita, yaitu dengan membaca firman dan mempraktikkannya, hal-hal positif turut datang. Kita berubah, menghasilkan karakter baik yang dahulu mungkin tidak mampu kita tumbuhkan.

3. Muliakan Tuhan dengan Berbuah Banyak

pohon anggur - gkdi 3

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” – Yohanes 15:8

Dahulu saya tidak mau melayani, maunya hanya dilayani. Setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, saya bersedia terlibat dalam pelayanan. Saya menjadi usher, pengajar Sekolah Minggu, menengok orang sakit, atau menguatkan mereka yang sedang berduka.

Awalnya memang tidak mudah. Saya harus menanggalkan ego. Belajar cara melayani yang benar, belajar menghadapi anak-anak kecil, dan belajar memberikan apa yang menjadi kebutuhan mereka yang saya layani. Sekarang saya bersyukur pelayanan saya menghasilkan dampak positif, dan orang lain bisa merasakan kasih Kristus melalui apa yang saya kerjakan.

Saat menanam pohon, pastilah kita berharap pohon itu menghasilkan keuntungan bagi kita. Entah kayunya, buahnya, atau daunnya. Sebagai pemilik kita, Tuhan juga berharap kita memuliakan nama-Nya dengan berbuah banyak. Ada banyak jenis buah yang bisa kita hasilkan, seperti kasih, persahabatan, kesabaran, dan lain-lain (Galatia 5:22).

4. Kita Spesial di Mata-Nya

pohon anggur - gkdi 4

Pohon anggur adalah pohon yang spesial karena tidak bisa tumbuh di sembarang tempat dan tanpa perawatan yang detail. Kita pun spesial di mata Tuhan, karena Tuhan mau tinggal dalam diri kita dan memastikan segala kebutuhan kita dicukupkan.

Pertanyaannya, apakah kita percaya bahwa kita spesial?

Ada orang-orang yang merasa dirinya biasa saja dan tidak menghasilkan banyak buah. Mereka membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain. Mungkin kita mengeluh, “Teman saya yang dulunya tidak mampu kini hidup berkecukupan. Kenapa saya masih bergumul dalam hal keuangan?”

Ketahuilah, Anda itu spesial, jadi jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda tidak mampu menghasilkan buah yang dihasilkan orang lain, karena Anda menumbuhkan buah yang bentuknya berbeda.

Contohnya, karena suara saya fals, saya tidak cocok menjadi singer. Saya juga tidak bisa memainkan alat musik. Namun, Tuhan memberkati saya dengan talenta menulis, sehingga saya bisa menulis artikel ini. Saya menghasilkan banyak buah melalui tulisan saya.

Dengan tubuh rohani yang sehat, kita dapat menghasilkan banyak buah. Orang lain pun akan memuliakan Tuhan setelah menerima, merasakan, atau terbantu dengan apa yang kita kerjakan.

Tak ada istilah rugi, sia-sia, atau tidak ada dampaknya ketika kita menjadikan Yesus sebagai pokok anggur kita. Tinggallah di dalam-Nya, pangkas kebiasaan buruk, berikan diri untuk melayani, dan percayalah bahwa Anda istimewa di mata-Nya. Amin!

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok