Persahabatan adalah salah satu bagian terindah dalam hidup. Alkitab mencatat banyak kisah persahabatan, baik antara Tuhan dan manusia, maupun sesama manusia. Di antaranya adalah persahabatan Rut dan Naomi, Daud dan Yonatan, serta Yesus dengan para murid-Nya.

Dari kisah mereka, kita tahu betapa Tuhan menyukai hubungan persahabatan. Orang-orang ini telah melewati berbagai ujian yang membuktikan ketulusan mereka sebagai sahabat bagi satu sama lain.

Inilah tiga kisah yang mengajarkan kita prinsip-prinsip persahabatan sejati yang berkenan di mata Tuhan:

1. Rut dan Naomi (Rut 1-2)

persahabatan - gkdi 1

Ada kalanya, peristiwa kehilangan dalam hidup dapat menjadi peluang kita untuk menemukan harta karun baru, yaitu sahabat. Ia ada di dekat kita dan tetap setia mendampingi saat kita tidak lagi punya apa-apa.

Akibat bencana kelaparan, Naomi sekeluarga mengungsi dari Betlehem ke wilayah Moab. Di sana, kehidupan mereka tidak membaik. Suami Naomi meninggal, dan disusul kemudian, kedua putranya. Naomi lalu memutuskan pulang ke Betlehem karena bencana kelaparan telah usai. Ia mempersilakan kedua menantunya, Orpa dan Rut, untuk pergi dan melanjutkan hidup mereka masing-masing. Orpa memilih pergi, sedangkan Rut berkeras mengikuti Naomi.

Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” – Rut 1:16

Persahabatan Sejati Dimulai dengan Kerelaan Hati

Sahabat sejati tidak meninggalkan kita saat kita sedang jatuh. Ia mengajak kita menyongsong bersama hal-hal yang masih jauh di depan. Adalah keputusan Rut sendiri untuk tetap bersahabat dengan Naomi. Ia sudah mengalami masa-masa sulit bersama Naomi, dan akan bersamanya menghadapi masa depan yang belum pasti. Meski Naomi menawarkan ia kebebasan, Rut memilih bagian yang lebih indah, yaitu persahabatan.

Kebebasan memilih ini juga ditawarkan Tuhan kepada kita dalam bentuk free will (kehendak bebas). Tuhan ingin kita menjalin hubungan dengan-Nya bukan dengan paksaan. Kita bebas memutuskan untuk menerima atau menolak hubungan tersebut.

Persahabatan Sejati Berbuah Indah

Kesetiaan Rut pada Naomi dibuktikan dengan bagaimana ia memercayai dan mematuhi bimbingan mertuanya itu. Di kemudian hari, Naomi membantu merancangkan waktu dan tempat yang tepat bagi Rut untuk bertemu Boas, penebus1 mereka (Rut 3:1-4). Kesetiaan Rut membawanya menjadi istri Boas. Mereka kemudian dikaruniai seorang putra bernama Obed, yang kelak menjadi kakek Daud, bagian dari silsilah Yesus.

Seorang sahabat menghargai bimbingan temannya. Arahan dari sahabat ini penting karena kita tidak selalu bisa melihat sesuatu dari segala sisi. Ada hal-hal yang lebih diketahui oleh sahabat kita. Dan, yang terpenting, sahabat yang baik akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, Juru Selamat kita.

2. Daud dan Yonatan

persahabatan - gkdi 2

Persahabatan Sejati Lebih Erat daripada Keluarga

Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati, janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi, janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud.” – 1 Samuel 20:14-16

Sewaktu mengikat perjanjian dengan Daud (1 Samuel 20), Yonatan adalah putra mahkota Israel. Kendati demikian, Yonatan percaya Daud adalah raja pilihan Tuhan yang akan menggantikan Saul, ayahnya. Alih-alih mempertahankan kedudukannya sebagai putra mahkota dan memihak keluarganya, ia memilih persahabatannya dengan Daud. Yonatan lebih memilih rancangan Tuhan ketimbang rancangan manusia.

Persahabatan yang harus Anda pertahankan adalah persahabatan dengan seseorang yang hidupnya memprioritaskan Tuhan. Seorang sahabat yang lebih mengutamakan hal spiritual daripada material akan senantiasa melakukan hal yang benar untuk Anda.

Persahabatan Sejati Menghargai Janji

Berkatalah Daud: “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan.”

Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: “Engkaukah Ziba?” Jawabnya: “Hamba tuanku.” Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” Lalu berkatalah Ziba kepada raja: “Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.” 

–  2 Samuel 9:1-3

Di kemudian hari, setelah menjadi raja, Daud menepati janjinya dengan Yonatan meskipun sahabatnya itu sudah tiada. Daud berusaha mencari Mefiboset, putra Yonatan, dan membawanya ke Yerusalem agar hidupnya terpelihara (2 Samuel 9:7-11).

Sahabat sejati adalah teman yang menepati janji, dan menepati janji adalah karakter ilahi. Selepas kejatuhan Adam dan Hawa, Tuhan berjanji menyelamatkan manusia dari dosa, dan Dia menepati-Nya dengan mengutus Yesus ke dunia. Jadilah seorang sahabat yang tidak hanya menuntut janji teman, tetapi juga teguh pada janji Anda sendiri.

3. Yesus dan Murid-Murid-Nya

persahabatan - gkdi 3

Persahabatan Sejati Adalah Harta Berharga

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 

– Yohanes 15:12-15

Yesus rela memberikan nyawa-Nya bagi para murid-Nya, yang Dia sebut sebagai sahabat. Padahal, hidup seorang manusia tak ternilai harganya. Dalam hal ini, hidup juga bisa diartikan sebagai waktu yang kita habiskan di dunia.

Seorang sahabat sejati rela memberikan waktunya bagi Anda. Mereka hadir di saat-saat penting dalam hidup Anda. Bersyukurlah atas orang-orang yang Tuhan berikan kepada Anda sebagai sahabat. Hargai waktu yang mereka berikan untuk mengasihi Anda.

Yesus juga meminta kita untuk saling mengasihi. Persahabatan antara sesama murid Yesus merupakan hal yang berharga di mata Tuhan. Jadi, kasihilah saudara-saudari seiman Anda, karena mereka adalah sahabat Tuhan dan sahabat Anda.

Persahabatan adalah pilihan. Kita bebas memilih bersahabat dengan siapa saja, entah itu sahabat yang baik atau buruk. Yang pasti, sahabat yang baik bisa membimbing hidup rohani kita, mengutamakan Tuhan, dan punya karakter ilahi. Ketika tiba saatnya memilih sahabat, pilihlah persahabatan sejati di dalam Tuhan.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Kikis Diskriminasi: Bangun Pergaulan agar Sesama Beroleh Selamat

Video inspirasi: