Written by Adimin Chang 12:00 am Biblical Talk, Character, Devotionals, Marriage, Parenting, Relationship, Self Development, Spiritual Life

Membangun Pernikahan yang Menginspirasi Anak Anda – Gereja GKDI

pernikahan 2-gereja-gkdi cover

Gereja gkdi lagu

Kualitas pernikahan kita akan tampak jelas pada anak. Ini karena mereka memperhatikan setiap detail yang kita lakukan, hari demi hari. Bagaimana ayah memperlakukan ibu, dan bagaimana ibu memperlakukan ayah. Bahkan, pertumbuhan anak akan ditentukan oleh kualitas pernikahan orangtuanya.

Kok bisa? Penelitian membuktikan bahwa perkembangan anak, baik fisik, mental, maupun intelektual, sangat dipengaruhi oleh kerukunan orang tuanya, lho. Jika pernikahan berjalan baik, anak mampu bertumbuh dan berkembang secara optimal. Sebaliknya, jika pernikahan berjalan buruk, perkembangan anak pun akan terganggu. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bertanya: bagaimana kualitas pernikahan kita hari ini? Sudahkah menjadi contoh bagi anak?

Pernikahan Buruk = Contoh Buruk

pernikahan 2-gereja-gkdi 1

Satu kejadian buruk mengingatkan saya akan hal ini.

Masih segar dalam ingatan, sebuah peristiwa sekitar 4 tahun yang lalu. Sebuah pertengkaran yang cukup hebat antara saya dan istri. Parahnya, hal itu terjadi di depan anak yang masih berusia 4 tahun waktu itu.

Sebagai suami, saya merasa sungguh kesal dengan sikap istri yang saya anggap menyakiti saya (yang ternyata tidak sengaja ia lakukan). Karena maksud hati yang tidak tersampaikan, amarah saya meledak luar biasa. Bagaikan bom atom yang meledak di Pearl Harbour.

Dengan amarah yang tidak terkontrol, saya melempar kipas angin besi ke lantai kamar. Kasur pun saya angkat dengan sekuat tenaga, tapi saya tak kuat. Kipas angin pecah dan hancur. Buruknya, saya melakukan itu di depan anak yang sedang bersama istri di kamar kami. Anak pun menangis ketakutan. 

Apa dampak peristiwa itu kepada anak saya? Sampai hari ini, anak masih ingat apa yang pernah saya lakukan malam itu. Selain itu, anak menjadi meniru sikap saya. Dia akan melempar barang-barang saat marah. Perlu usaha keras untuk memperbaiki tingkah lakunya.

Pernah saya menasihati anak agar dapat mengendalikan emosinya. Dia balik berkata, “Daripada Papa, marah-marah, lempar kipas angin.” Sejak saat itu, saya bertekad memperbaiki pernikahan kami. 

Bagaimana Membangun Pernikahan yang Menginspirasi Anak?

pernikahan 2-gereja-gkdi 2

Di antara banyaknya prinsip pernikahan, prinsip dalam Efesus 5:22-26 adalah yang terbaik. Suami harus mengasihi istri, dan istri tunduk pada suami. Itulah hal baik yang memang harus dilakukan, dan akan berdampak sangat baik bagi kualitas pernikahan kita. 

Namun, jika Anda sudah memiliki anak, prinsip di atas barulah permulaan. Agar pernikahan kita menjadi contoh baik pada anak, ada 3 hal yang perlu Anda lakukan sebagai suami dan istri.

1. Tidak Bertengkar di Depan Anak

pernikahan 2-gereja-gkdi 3

Saat marah, mudah sekali pikiran kita menjadi buram. Kita ingin segera mencurahkan emosi. Dengan cepat marah-marah, rasanya akan sangat melegakan diri sendiri. Parahnya, sering kali amarah membuat kita gelap mata. Ada anak yang menyaksikan pun, tetap kita  bertengkar dengan hebat. Hal ini akan membuat anak merasa takut, depresi, bahkan menyalahkan diri sendiri.

Amsal 29:11 berkata, Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. Jika kita marah-marah tanpa peduli akibatnya, kita sudah menjadi orang bebal.

Inginkah Anda membuat anak takut kepada Anda? Oleh karena itu, hindari bertengkar di hadapan anak. Jangan pernah menyelesaikan masalah jika masih terbakar amarah! Saat Anda tergoda untuk menyemburkan amarah, lebih baik Anda menyendiri dulu. Tenangkan diri, baru di lain waktu membicarakannya dengan pasangan.

2. Tunjukkan Saling Mengasihi di Depan Anak

pernikahan 2-gereja-gkdi 4

Sudah menjadi nasihat umum bahwa suami dan istri harus saling mengasihi. Apa dasar bagi suami dan istri untuk saling mengasihi? Rendah hati satu sama lain adalah salah satu dasarnya. 

Ada satu ayat yang membantu saya dalam hal ini. Dikatakan pada Efesus 4 : 2, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” 

Kita perlu peka akan kebutuhan pasangan. Sebagai suami, kita bisa membantu pekerjaan rumah istri dengan senang hati. Entah menyapu, mengepel, atau cuci piring. Sebagai istri, kita bisa melayani suami dengan gembira. Menyajikan segelas kopi kesukaan suami dengan senyum, akan membuat suami merasa dikasihi. Apalagi saat suami pulang kerja, “Ayah mau dibuatkan minuman apa, Es cappucino atau es jeruk?“ 

Bisa dibayangkan, perasaan suami ketika merasa dikasihi oleh istri. Bisa dibayangkan, perasaan istri ketika merasa dikasihi oleh suami.

Sesekali kita boleh menunjukkan kemesraan di depan anak. Tentunya dalam batasan yang wajar. Hal itu dapat berupa mencium kening istri, berpamitan dengan mesra, atau menggandeng tangan di saat berjalan-jalan dengan anak. Adanya kasih di antara suami dan istri membuat anak merasa aman.

3. Menjadi Contoh Dalam Mengasihi Tuhan

pernikahan 2-gereja-gkdi 5

Apa lagi hal yang bisa kita lakukan sebagai contoh bagi anak? Hidup yang mengasihi Tuhan adalah sangat penting untuk dilakukan. Coba bayangkan saat anak melihat orang tuanya rajin berdoa dan membaca Firman setiap hari. Apa yang akan anak rasakan? Mereka akan kagum akan kesungguhan kita mengasihi Bapa di surga. Itu akan menginspirasi anak untuk mengasihi Tuhan. 

Mengasihi Tuhan bisa juga dengan membantu mereka yang membutuhkan. Misalnya, memberi kepada orang-orang yang berkekurangan. Serta kepedulian kita pada orang di sekitar, baik kepada tetangga maupun teman gereja

Seperti tertulis di Ulangan 6: 5-7, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Sebagai orang tua, adalah penting bagi kita untuk terus mengajarkan kepada anak kita untuk mengasihi Tuhan.

Saya percaya bahwa ketika kita sebagai orang tua mengasihi Tuhan, keluarga kita pun akan dekat, hangat, dan harmonis. Anak merasa aman di dalam keluarganya dan di dalam Tuhan.

Dear Para Ayah dan Ibu, Mari Tunjukkan Kasih!

pernikahan 2-gereja-gkdi 6

Hanya di dalam Tuhan pernikahan yang baik bisa tercipta. Kita akan diperlengkapi dengan pengertian membangun pernikahan yang baik. Apakah hasil dari pernikahan yang baik? Salah satunya, kasih Anda kepada anak.

Anda rindu melihat anak-anak tumbuh dengan sempurna? Mari menjadi ayah dan ibu yang saling mengasihi! Anak akan melihat bahwa pernikahan kita adalah contoh bagi mereka kelak. 

https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/what-kids-learn-from-your-marriage/

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 70 times, 1 visits today)

Last modified: Jun 24

Close