Rukun atau rusuh, diberkati atau dikutuki, langgeng atau pecahnya sebuah keluarga ditentukan oleh kualitas pemimpin keluarga tersebut. Berlimpahnya harta, hebatnya pangkat, atau tingginya pendidikan bukan jaminan seseorang bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Sedikit atau banyaknya anggota juga bukan faktor sulit-tidaknya memimpin keluarga.

Sebagai contoh, saya kenal seorang pria yang punya sembilan anak. Hidupnya sebagai montir motor di masa muda terbilang susah. Hebatnya, kesembilan anaknya rukun satu sama lain, dan semuanya kini berhasil dalam pekerjaan mereka.

Bagaimana caranya menjadi pemimpin yang membangun keluarga dan membimbing setiap anggotanya untuk takut akan Tuhan?

Jika Anda tertarik dengan pertanyaan di atas, artinya Anda mau belajar menjadi pemimpin keluarga yang benar di mata Tuhan. Untuk itu, lakukan tiga hal berikut:

1. Kasihilah Istrimu (Efesus 5:22-33)

pemimpin - gkdi 1

Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. – Efesus 5:28-30

Mudah rasanya mengasihi istri selama tiga tahun pertama pernikahan. Namun, semakin lama mengenal istri, suami akan semakin tahu banyak kelemahannya. Misal, sewaktu pacaran, kita tidak tahu bahwa pasangan kurang menjaga kebersihan. Atau, berat badannya sekarang kurang dijaga; atau istri lebih repot mengurus anak daripada memedulikan kita. Hal-hal inilah yang kerap memicu konflik dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Apa pun perubahan yang terjadi pada istri Anda, firman Tuhan dengan tegas menyatakan: Anda sebagai suami harus mengasihinya seperti Anda mengasihi tubuh sendiri. Bahwa perintah tersebut diulang sampai tiga kali (ayat 25, 28, dan 33) menunjukkan betapa pentingnya itu untuk dilakukan. Kalau Anda suka memaki-maki istri dengan berbagai dalih—misalnya, ia lalai memenuhi kebutuhan jasmani/rohani suami—atau sering memukulinya, berarti Anda tidak mengasihi istri sesuai kehendak Tuhan.

Salah satu penyebab banyak pasangan bercerai adalah karena suami tidak mengasihi istri. Mengasihi istri adalah keharusan, bukan pilihan. Itu adalah komitmen yang Anda ambil ketika mengucap janji pernikahan di hadapan Tuhan. Kalau istri punya masalah, Andalah yang bertanggung jawab mencari solusinya, alih-alih Anda menyalahkan istri atau orang lain. Kasihilah istri Anda, tidak hanya saat semuanya baik-baik saja, tetapi juga dalam kondisi paling buruk.

Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. – Kolose 3:19

2. Jangan Sakiti Hati Anakmu (Kolose 3:18-4:6)

pemimpin - gkdi 2

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. – Kolose 3:21

Saat Tuhan memberikan keluarga Anda momongan, itu artinya Dia percaya Anda dan istri bisa menjadi orang tua. Tuhan tahu Anda akan mampu menafkahi, mendidik, merawat, dan menjaga anak Anda. Anak adalah berkat Allah yang luar biasa.

Sayangnya, tidak semua ayah mengerti betapa pentingnya peran mereka dalam pertumbuhan anak. Mereka berpikir, “Saya sudah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan anak—dan itu sudah cukup. Urusan jaga anak, menemani bikin PR, menghadiri acara tertentu, atau jalan-jalan bersama anak adalah tugas ibunya.”

Ini jelas pandangan yang keliru. Anak Anda butuh figur seorang ayah. Jadi, jangan merasa terganggu atau mengabaikan saat anak merengek ingin melakukan sesuatu bersama Anda, ayahnya. Peran ayah dalam keayahbundaan (parenting) sama pentingnya dengan peran ibu.

Sebagai ayah, kita menyakiti hati anak dengan ingkar janji, tidak mendengarkan curhatnya, atau melontarkan kata-kata kasar dan meremehkan. Kita juga menyakiti hati anak saat lebih asyik mengecek ponsel daripada mendampinginya belajar, ketika kita mengutamakan pekerjaan dan menolak menemaninya ke acara sekolah. Kita lupa bahwa uang bisa dicari, tetapi waktu bersama anak tidak akan pernah kembali.

Jika saat ini perilaku atau tutur kata anak Anda bermasalah, pimpin dan bimbing dia. Kalau anak harus didisiplinkan, berilah ia disiplin—dengan ketegasan, bukan kekerasan. Jangan sampai di masa tua nanti, setelah anak tumbuh besar, Anda menyesal karena tidak memimpin putra-putri Anda dalam kebenaran firman Tuhan.

Ajari anak Anda, berulang-ulang, untuk melakukan berbagai kebiasaan positif yang Anda lakukan. Jangan harap anak akan berlaku benar jika Anda sendiri menjalankan apa yang Anda ajarkan (punya integritas). Buatlah hati anak percaya bahwa Anda mengasihi dan memimpin dirinya untuk hidup benar. Semarah apa pun Anda dalam situasi tertentu yang tidak menyenangkan, kuasai diri dan jangan lampiaskan kemarahan kepada anak.

3. Hormatilah Orang Tuamu (Efesus 6:2-3)

pemimpin - gkdi 3

Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. – Efesus 6:2-3

Tanpa orang tua, Anda takkan lahir ke dunia. Jadi, hormatilah ayah dan ibu Anda, bagaimana pun watak dan kondisi mereka. Pemimpin keluarga yang rohani menghormati orang tuanya. Ingat, jika Tuhan berkenan memberi umur panjang, kita pun akan menua dan butuh banyak bantuan seperti halnya orang tua kita sekarang.

Dengan menghormati orang tua, kita bukan hanya menerima berkat kebahagiaan dan panjang usia, melainkan juga hormat dan kasih dari anak. Anak melihat teladan kita dalam memperlakukan kakek-nenek mereka. Kalau kita menghormati, melayani, sabar, dan telaten mengurus orang tua kita, niscaya perlakuan seperti itulah yang kelak kita terima dari anak.

Kasih dan hormat—itulah modal utama Anda untuk menjadi pemimpin keluarga yang rohani. Cintai istri Anda sebagaimana Kristus mengasihi jemaat-Nya. Sayangi anak Anda dengan tidak menyakiti hatinya dan didiklah dia dalam ajaran Tuhan. Dan, hormatilah orang tua Anda. Dengan demikian, Anda dapat membangun sebuah keluarga yang takut akan Tuhan, serta diberkati secara jasmani dan rohani. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Terbuka dan Dekat dengan Anak yang Beranjak Remaja

Video inspirasi: