Segera menepikan sepeda motor—itulah yang saya lakukan ketika melihat pelangi dalam perjalanan pulang suatu sore. Karena jarang melihat pelangi, saya sengaja berdiam sejenak di tepi jalan untuk menikmati keindahannya. Saat itulah, saya seperti diingatkan bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam situasi apa pun, termasuk di masa pandemi coronavirus

Seberapa sering kita khawatir dan tidak yakin akan pemeliharaan Tuhan? Kita berharap kebijakan PSBB1, atau lockdown di negara-negara lain, serta kekhawatiran akan wabah COVID-19 dapat segera berakhir. Namun, harapan ini bisa menjadi sebuah keinginan yang menyengsarakan karena kita terus membandingkan kehidupan new normal2 dengan masa lalu.

Apa yang bisa kita pelajari dari Nuh tentang janji pemeliharaan Tuhan kala situasi hidup sedang tak menentu?

Nuh, Lockdown, dan Pelangi

Pelangi adalah fenomena pembiasan optik ketika cahaya matahari melewati tetesan air di udara. Bagi orang Kristen, pelangi juga merupakan janji penyertaan Tuhan:

Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. – Kejadian 9:13-15

Alkitab mencatat kisah keluarga Nuh yang sempat menjalani “lockdown” di dalam bahtera. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya, dan ia hidup bergaul dengan Tuhan (Kejadian 6:9). Dan, ia tahu rasanya mengalami lockdown ratusan hari bersama keluarganya dan para hewan. Namun, di tengah masa-masa tak menentu itu, Nuh memberikan sejumlah teladan yang bisa kita ikuti:

1. Mendekat kepada Tuhan dan Keluarga

Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. – Kejadian 7:7

Alkitab tidak mencatat secara detail apa yang Nuh dan keluarganya lakukan selama di dalam bahtera. Kita boleh menduga bahwa mereka jadi lebih sering berkumpul, makan bersama, mengobrol, serta bergotong-royong memberi makan binatang. Setelah keluar dari bahtera dan melihat pelangi, barulah mereka memasuki era baru kehidupan di bumi.

Selama bekerja / belajar di rumah, kita bisa melakukan hal-hal positif bersama keluarga. Kita dapat merenungkan firman Tuhan dengan lebih dalam. Yang sudah menikah, dapat lebih banyak berdoa dengan pasangan atau dating di rumah. Yang punya anak, memiliki lebih banyak waktu bermain sama putra-putri Anda dan menemani mereka belajar.

Dalam kondisi normal, sebagai karyawan pemasaran saya biasanya berkeliling ke berbagai kota. Namun, semenjak pandemi COVID-19, saya tidak lagi dikirim ke luar kota sehingga punya lebih banyak waktu berkualitas bersama istri. Alhasil kami pun lebih sering dating dan berdoa bersama. Tentunya ini berdampak positif bagi hubungan pernikahan kami.

Pelangi itu indah karena memiliki berwarna-warni. Jadi, buatlah hidup Anda penuh warna seperti pelangi dengan lebih mendekat dengan Tuhan dan keluarga.

2. Percaya Tuhan Memelihara, dan Lakukan Firman-Nya

Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. – Kejadian 7:5

Kondisi Nuh kala Tuhan memanggilnya jelas tidak mudah. Sementara membangun bahtera, ia juga harus mengumpulkan bahan makanan untuk keluarganya dan hewan-hewan yang mereka tampung (Kejadian 6:21). Nuh, yang selama ini bebas beraktivitas, mesti beradaptasi dengan kehidupan di dalam kapal raksasa, dengan segala kebisingan dan aneka bau hewan. 

Anda mungkin masih bisa sesekali pergi keluar untuk belanja kebutuhan pokok atau berolahraga, tapi tidak demikian dengan Nuh. Di luar bahteranya, hanya ada lautan dan hujan deras. Ia tidak bisa ke mana-mana. Namun, perhatikan respon Nuh: ia tetap melakukan segala yang diperintahkan Tuhan karena percaya pada pemeliharaan-Nya

Jika kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan, kita akan setia dan melakukan perintah-Nya dalam situasi apa pun. Jika kita bisa memercayai Tuhan dalam situasi normal, dalam kondisi tidak normal pun, kita diharapkan tetap percaya. Ibarat pelangi seusai hujan, niscaya kita akan menerima keindahan hidup setelah melewati berbagai pergumulan

3. Tetap Sabar dan Bersyukur

“Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.” – Kejadian 8:16-17

Bayangkan Anda tinggal di sebuah bahtera yang mengapung di tengah air bah selama ratusan hari. Anda mungkin akan luar biasa jenuh. Nuh pun pasti merasakan hal serupa. Meski demikian, ia bersikap sabar. Ia menunggu air bah surut, baru keluar dari bahtera setelah Tuhan memerintahkannya keluar. 

Jika Nuh menjalani lockdown bersama puluhan ribu hewan selama satu tahun lebih tanpa mengeluh, bagaimana dengan kita? 

Kita yang bekerja / belajar di rumah jauh lebih beruntung dibanding para tenaga medis yang sedang berjuang di garis depan—mengorbankan waktu, energi, dan keselamatan mereka untuk menyembuhkan para pasien coronavirus. Mereka harus mengenakan pakaian dan alat pelindung berlapis-lapis selama berjam-jam, juga lembur berhari-hari. Risiko kerja kita jadi terlihat jauh lebih kecil ketimbang risiko yang mereka hadapi.

Jangan biarkan keadaan mencuri sukacita kita, tetapi biarlah sukacita kita mewarnai dunia seperti pelangi. Apa yang menurut Anda membosankan adalah impian para tenaga medis saat ini, yaitu bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga setiap hari. Jadi, bersyukurlah! Ada orang-orang yang begitu menginginkan gaya hidup Anda saat ini.

Hitunglah berkat-berkat Tuhan yang boleh Anda nikmati. Bersyukurlah Anda masih bisa berkumpul bersama keluarga. Bersyukurlah untuk kesehatan Anda, karena Anda masih bisa bekerja / belajar atau melakukan kegiatan sehari-hari di rumah. Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki dan masih bisa Anda lakukan hingga hari ini. 

4. Gunakan Waktu Sebaik-baiknya

Selagi menunggu pandemi berlalu, kita dianjurkan untuk tinggal di rumah, bukan berlibur dan tidak berbuat apa-apa. Jadi, ini adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi dan meng-upgrade diri Anda ke level yang lebih tinggi.

Manfaatkan masa stay at home untuk melakukan refleksi atas apa yang selama ini sudah kita lakukan. Apakah apa yang kita kerjakan selama ini—dalam pekerjaan, usaha, studi, pelayanan, dan lain-lain—sudah efektif dan efisien?

Kalau kita karyawan yang mengalami pengurangan gaji, jangan kita hanya mengeluh dan berdiam diri. Pakailah kesempatan ini untuk mencari usaha sampingan. Jika kita wiraausahawan yang pendapatannya menurun, gunakan masa ini untuk berdiskusi dengan pengusaha lain, membaca buku, atau mengikuti seminar online. Jika kita kehilangan pekerjaan, sambil mencari pekerjaan baru, tingkatkan keahlian melalui bacaan, workshop / kursus online, atau mulailah buka bisnis sendiri.

Intinya, ada banyak hal yang kita bisa lakukan selain mengasihani diri dan pasrah. Mintalah hikmat dari Tuhan tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih maju, serta mampu mencapai tingkatan emosional dan spiritual yang lebih baik lagi.

Tuhan telah berjanji akan selalu menyertai kita sampai akhir zaman, dan pelangi adalah bukti pengenapan janji-Nya. Sembari bekerja / belajar dari rumah, mari kita mendekatkan diri kepada Tuhan dan keluarga. Percayalah pada pemeliharaan-Nya, tekunlah melakukan firman, tetaplah sabar dan bersyukur, serta teruslah mengevaluasi diri. Amin!

1Pembatasan Sosial Berskala Besar
2www.kompas.com/sains/read/2020/05/26/163200023/apa-itu-new-normal-presiden-jokowi-sebut-hidup-berdamai-dengan-covid-19?page=all#page3

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: