gkdi laguTahun lalu, ketika melakukan saat teduh dengan kitab Yosua, saya menemukan banyak pelajaran berharga, khususnya dari kisah runtuhnya tembok Yerikho. Dari situ, saya belajar empat hal penting yang bisa diterapkan di masa kapan pun, dan dalam keadaan apa pun, sepanjang hidup kita.

Pelajaran dari Tuhan untuk Bangsa Israel

pelajaran - gkdi 1

Setelah Musa wafat, Yosua memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan, tanah yang Tuhan janjikan kepada Abraham untuk diberikan kepada keturunannya. Paling sering, mereka menduduki wilayah yang sudah didiami bangsa lain ini melalui peperangan. Namun, tercatat pula sebuah metode unik, yaitu meruntuhkan tembok kota dengan cara dikelilingi selama tujuh hari.

“Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. 

“Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

– Yosua 6:3-5

Tembok Yerikho memiliki ketebalan 1,5-2 meter, dengan tinggi 3,7-5,2 meter. Dibutuhkan kurang lebih satu jam untuk mengelilingi dinding yang membentengi kota seluas 40.000 m2 ini. Tuhan meminta bangsa Israel mengelilingi tembok ini selama tujuh hari, dan Dia berjanji akan memberikan mereka kemenangan pada hari terakhir.

Perjuangan mereka selama tujuh hari itu memberi kita pelajaran tentang:

1. Iman

pelajaran - gkdi 2

Yerikho adalah wilayah pertama yang ditaklukkan bangsa Israel setelah menyeberangi sungai Yordan. Meskipun tidak terlalu besar, kota ini adalah benteng yang penting dan tangguh. Jika demikian, mengapa Yerikho harus direbut dengan cara mengelilingi tembok?

Perintah Tuhan terdengar seperti strategi perang yang aneh dan mungkin memicu keraguan. “Apa mungkin tembok setebal itu bisa runtuh dengan cara dikelilingi selama berhari-hari?”

But the Lord said to Joshua, “I have given you Jericho, its king, and all its strong warriors. –  Joshua 6:2 (NLT)

Dalam versi Inggris, dikatakan bahwa Tuhan sudah memberikan Yerikho kepada bangsa Israel, bahkan sebelum mereka mulai mengelilingi tembok. Artinya, yang Tuhan minta dari mereka adalah iman untuk percaya bahwa Dia bisa melakukannya dengan cara yang kelihatan sepele. Inilah cara Tuhan mengajarkan bangsa Israel tentang iman. Melalui kemenangan atas Yerikho, mereka beroleh keyakinan bahwa mereka akan mampu mengalahkan bangsa-bangsa lain.

Terkadang, Tuhan hanya ingin tahu sebesar apa iman kita. Dia tidak meminta kita melakukan hal-hal mustahil. Namun, Dia ingin kita beriman, dalam hal kecil maupun besar. Tuhan bisa melakukan apa saja, meruntuhkan tembok, membelah lautan, bahkan memindahkan gunung. Pertanyaannya, apakah Anda juga percaya bahwa Dia dapat mengubah Anda atau membantu Anda keluar dari masalah?

“Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” – Lukas 18:8

2. Ketaatan

pelajaran - gkdi 3

Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! –maka kamu harus bersorak.” – Yosua 6:10

Butuh iman untuk mengelilingi tembok Yerikho selama tujuh hari. Namun, dibutuhkan ketaatan untuk melakukannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Melalui peristiwa ini, kita mendapatkan pelajaran tentang pentingnya menjadi orang yang taat. Sekalipun perintah Tuhan terasa berat, tidak masuk akal, atau tak sesuai keinginan kita, berusahalah untuk menaatinya. Dengan ketaatan, barulah kita dapat bertumbuh dan mencapai kemenangan-kemenangan dalam hidup.

3. Keberanian

pelajaran - gkdi 4

Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai. – Yosua 6:21

Untuk mengklaim kemenangan yang Tuhan berikan, bangsa Israel harus memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Selama mengelilingi tembok Yerikho, mereka mungkin dicemooh, diserang, atau dibunuh oleh bangsa lain atau warga Yerikho. Keberanianlah yang memampukan mereka untuk maju berperang, untuk taat, dan melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

Generasi Israel masa itu bukanlah bangsa yang terlatih berperang. Sebelumnya, mereka menjadi budak di Mesir selama ratusan tahun, sebelum kemudian mengembara di padang gurun selama empat dekade. Mereka yang masuk ke tanah Kanaan adalah generasi selanjutnya, yang harus membangun keberanian untuk melenyapkan penduduk Yerikho yang tangguh.

Bethany Hamilton, peselancar Amerika Serikat yang kehilangan sebelah lengannya akibat serangan hiu dan kembali berselancar sebulan kemudian, berkata, “Courage doesn’t mean you don’t get afraid. Courage means you don’t let fear stop you.” Keberanian bukan berarti kita tidak bisa merasa takut. Keberanian berarti tidak membiarkan ketakutan menghentikan kita.

Baik untuk mengikut Tuhan, memulai pekerjaan baru, membangun hubungan, ataupun untuk mengklaim janji-Nya, semuanya butuh keberanian. Tuhan tidak pernah bilang hidup akan jadi mudah ketika mengikuti Dia. Namun, Dia berjanji untuk menyertai kita.

4. Ketekunan

pelajaran - gkdi 5

Seperti bangsa Israel bertekun mengelilingi tembok Yerikho selama tujuh hari, kita pun membutuhkan ketekunan untuk mengerjakan hampir setiap hal dalam hidup. Kita bukan hanya bertekun melakukan saat teduh dan doa setiap hari, sampai akhir hidup kita, melainkan juga dalam hal-hal lain. Misalnya, membantu orang lain mengenal Tuhan, berolahraga, membaca buku, bekerja, mengasihi sesama, bersabar, dan lain-lain.

Mungkin kita bertanya-tanya, “Apakah hal-hal kecil yang saya lakukan secara rutin ini akan berdampak?” Tentu saja. Jangan mengharapkan hal-hal instan dalam hidup. Bahkan, untuk memasak mie instan sekalipun Anda butuh beberapa menit, bukan?

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. – Ibrani 10:36 

Jangan berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajar. Ini adalah salah satu kutipan yang memotivasi saya untuk terus belajar lewat berbagai media, termasuk pula dari firman Tuhan. Jadi, memetik pelajaran dari peristiwa tembok Yerikho, marilah kita terus beriman, melakukan bagian kita dengan taat, berani, dan tekun. Amin!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: