gkdi laguPatah hati, apa pun alasannya, pastilah menyakitkan. Diputuskan atau dikhianati oleh orang yang Anda sayangi bisa meninggalkan luka mendalam, apalagi jika Anda berdua sudah lama menjalin hubungan. Orang yang selama ini memberikan cinta, melengkapi, dan mendukung Anda, tiba-tiba pergi atau melukai Anda. Lalu, Anda merasa telah kehilangan segalanya.

Kenapa patah hati terasa begitu menyakitkan? Menurut penelitian ilmiah, peningkatan aktivitas otak saat kita mengalami sakit, baik fisik maupun emosional, terjadi di area yang sama. Jadi, jelaslah bahwa rasa sakit akibat patah hati tidak bisa dipandang enteng. Apalagi, akibatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang, misalnya dalam bentuk trauma atau depresi.

Sedemikian besar dampak patah hati, pikiran maupun emosi seseorang bisa menjadi tidak stabil. Jika sudah begini, mudah bagi pikiran-pikiran negatif untuk mengganggu kestabilan hidup Anda, bahkan mendistorsi cara Anda memandang hubungan. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak berdaya menghadapinya atau tidak bisa bangkit kembali.

Untuk itu, kenali tiga pikiran negatif yang paling sering muncul akibat patah hati, serta cara mengatasinya:

Pikiran 1: Aku Tidak Berharga

patah hati - gkdi 1

Patah hati bisa membuat Anda kehilangan self-worth atau harga diri. Begitu banyak kenangan indah dan memori baik bersama si dia, lalu tiba-tiba semua menghilang. Diri sendiri pun jadi pihak yang pertama disalahkan.

Ini terjadi karena Anda merasa pasangan Anda orang yang sempurna, dan ia juga membuat Anda merasa sempurna. Ketika ia menghilang, Anda merasa Andalah penyebabnya. “Mungkin inilah yang pantas aku dapatkan,” pikir Anda. “Memang dia seharusnya bersama orang yang lebih cantik / tampan / pintar / kuat. Bukan bersamaku.”

Kenyataannya:

Anda tetaplah berharga. Meskipun si dia sudah tidak lagi bersama Anda, harga diri Anda tidak berkurang sedikit pun. Tuhan memandang Anda sebagai anak-Nya yang sangat berharga. Baik jomlo atau berpasangan, nilai Anda sama tinggi di mata-Nya. Tidak ada yang dapat mengurangi nilai Anda!

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. – Mazmur 139:13,14

Penulis mazmur ini menyadari bahwa penciptaan dirinya adalah mukjizat Tuhan. Dia menenun kita di dalam kandungan ibu kita, karena kita begitu spesial. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kita berharga di mata Tuhan, apa pun dan bagaimanapun kondisi kita. Entah kita single, punya pacar, atau menikah, itu tidak akan mengubah cara-Nya memandang kita.

Pikiran 2: Seharusnya Dulu Aku …

patah hati - gkdi 2

Rasa patah hati bisa memunculkan kesedihan mendalam. Anda merasa lemah dan tanpa harapan. Dalam kondisi ini, pikiran Anda terdorong untuk menciptakan skenario alternatif di mana Anda mampu mengendalikan keadaan. Ini sering terwujud dalam frasa-frasa semacam:

“Seharusnya aku lebih perhatian.”

“Seandainya dulu aku lebih berjuang.”

“Seharusnya aku membalas semua chat-nya.”

Begitu seterusnya, situasi demi situasi imajiner berulang dalam pikiran Anda, seakan-akan dengan memikirkannya, hasilnya akan berbeda.

Kenyataannya:

Apa yang sudah berlalu tidak bisa kembali lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Ini terdengar pahit dan keras, tetapi faktanya, si dia sudah menjadi masa lalu Anda. Tidak mudah memang untuk menerima kenyataan ini, bahwa Anda sendiri lagi. Namun, agar mampu melangkah ke depan, Anda harus berhenti melihat ke belakang.

Segala sesuatu ada waktunya. Pengkhotbah 3:1 mengatakan, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Mungkin saat ini Anda kehilangan, tetapi percayalah, suatu saat nanti Anda akan mendapat yang lebih baik.

Pikiran 3: Bagaimana Masa Depan Saya Nanti?

patah hati - gkdi 3

Menemukan jodoh bukanlah perkara instan. Membangun hubungan itu butuh proses. Ada yang dengan mudah menemukan pasangan. Ada yang harus berjuang lama untuk hingga cintanya berbalas. Banyak juga yang melewati hubungan demi hubungan yang keliru sebelum akhirnya mendapatkan the one.

Bukan tak mungkin, patah hati dapat memunculkan pikiran-pikiran seperti:

Gimana kalau enggak ada lagi yang mau sama aku?”

“Apa kata orang tentang diriku? Orang yang gagal membangun hubungan?”

“Kenapa hubunganku gagal terus? Apakah jangan-jangan aku ditakdirkan tidak menikah selamanya?”

Kenyataannya:

Jika Anda merasa seperti ini, ketahuilah bahwa Tuhan belum selesai dengan Anda. Tuhan punya banyak rencana indah yang sedang Dia siapkan untuk Anda, selama Anda percaya dan teguh. Selama Anda masih bisa melihat matahari pagi, selama itu pulalah harapan itu ada.

Peganglah apa yang tertulis dalam Amsal 23:18: “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Ingatlah juga Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Tata Kembali Hidup Anda: Letakkan Rasa Aman di dalam Tuhan

patah hati - gkdi 4

Patah hati dapat melahirkan rasa putus asa, yang harus segera ditepis dari otak Anda. Jangan berlama-lama mengasihani diri atau merasa dunia sudah berakhir, karena itu tidak akan membantu Anda. Bagaimana cara melepaskan diri dari pikiran-pikiran negatif?

Pertama-tama, fokuskan diri untuk membangun kembali hidup Anda setelah luka hati itu berlalu. Mulailah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat hubungan dengan-Nya. Jika kualitas hubungan Anda dengan Tuhan telah baik, Anda akan jauh lebih siap untuk memulai hubungan yang baru.

Kedua, bacalah firman-Nya dan pelajari ayat-ayat tentang betapa berharganya Anda di mata Tuhan.

Jika kita selami lebih dalam, pikiran-pikiran negatif tersebut sesungguhnya berasal dari rasa aman yang Anda letakkan di tempat yang salah, yaitu mantan Anda. Saat Anda meletakkan rasa aman di dalam Tuhan, pemikiran semacam itu tidak akan terlintas dalam benak Anda. Sebaliknya, Anda akan menyadari bahwa Anda sedang bertumbuh, belajar, dan melihat bahwa Tuhan bekerja lewat peristiwa ini demi kebaikan Anda.

Ketimbang sibuk memikirkan apa yang sudah berlalu, lebih baik Anda fokus membangun masa depan. Ambillah waktu untuk mengevaluasi penyebab kegagalan hubungan Anda. Introspeksi diri Anda: Apa yang harus saya ubah supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan? Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan pasangan yang baik?

Tenggelam dalam patah hati bukanlah pilihan. Live must go on! Tidak ada pilihan yang lebih baik selain bangkit dan dan mulai menata kembali hidup Anda. Mungkin awalnya tidak mudah, tetapi percayalah, bersama Tuhan, Anda pasti mampu melakukannya. Amin!

Referensi:
www.idntimes.com/science/discovery/sinta-wijayanti-d/yang-terjadi-pada-otak-ketika-patah-hati-c1c2/6

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: