gkdi lagu

Hampir tidak ada orang yang suka dengan sesuatu yang tidak pasti. Misalnya, saat membuat suat perjanjian, mereka akan memastikan setiap poin di dalamnya jelas, serta ditandatangani di atas materai. Kalau tidak, perjanjian tersebut bisa saja merugikan salah satu pihak.  

Masalahnya, dalam hidup banyak sekali hal yang tidak pasti. Antara lain, pandemi COVID-19 yang sudah memasuki bulan kesekian. Pembuatan vaksin serta metode pengobatan masih terus diperbarui. Orang-orang mulai khawatir, kapan iklim bisnis bisa kembali kondusif? Sampai kapan anak-anak harus belajar secara daring? Bagaimana bisa mendapat pasangan hidup kalau tak pernah bertemu langsung? Dan, masih banyak kekhawatiran lain terkait situasi pandemi. 

Sebagai orang beriman, bagaimana cara kita menyikapi ketidakpastian hidup?

Ingat, Janji Tuhan Itu Pasti

Ketika sekeliling kita mulai mengeluhkan imbas pandemi, sebagai orang percaya, kita harus bisa melihat dari sisi yang berbeda. Kondisi serba yang tak pasti pasti ini justru adalah bukti, bahwa hanya di dalam Tuhanlah ada kepastian. Dunia tidak mampu menjanjikan kepastian seperti yang Yesus janjikan. Tuhan berjanji bahwa orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa.

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” – Yohanes 10:28

Tuhan tidak pernah berjanji akan memberikan kemudahan. Namun, Dia menjanjikan penyertaan-Nya. Masa sulit yang kita alami sekarang ini adalah kesempatan untuk terus pegang janji Tuhan dan semakin percaya bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita.

“Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” – Yesaya 43:1-2

Alih-alih terus bertanya kapan keadaan akan kembali normal, atau memelihara ketakutan terhadap risiko penyakit dan kematian, lebih baik gunakan waktu untuk berkarya. Gali dan cari tahu hal produktif apa yang bisa kita lakukan. Pandemi tidak selalu berarti kesusahan. Buktinya, banyak orang meraih untung dari lini bisnis yang justru melejit di tengah pandemi COVID-19.

Percayalah bahwa Tuhan punya kuasa yang lebih dari cukup untuk menjaga kita. Lakukan bagian kita untuk menaati protokol kesehatan, dan bekerjalah sebaik-baiknya untuk menghidupi keluarga kita. Selebihnya adalah hal-hal di luar kendali kita—serahkan semuanya kepada Tuhan.

Dengan memegang janji-janji Tuhan, kita tidak akan larut dalam kebingungan, kegelisahan, atau kekhawatiran yang berlebihan, tetapi mendapatkan pandangan baru yang lebih optimis. 

Imani, Segala Sesuatu Mendatangkan Kebaikan

Mungkin kita sering berdoa, “Tuhan, akhirilah pandemi ini. Lalukanlah masalah ini dari kami.” Ini tidak salah. Namun, ada doa yang sedikit lebih baik, yaitu: “Tuhan, mampukanlah kami melewati pandemi, dan ajarilah kami melakukan kehendak-Mu selama masa-masa ini.”

Mungkin Tuhan ingin mengerjakan suatu perkara besar dalam diri kita lewat pandemi ini. Dia ingin kita bertumbuh dalam iman, menggali potensi terbaik, dan mengerahkan kreativitas kita. Barangkali Tuhan ingin kita lebih dekat dengan keluarga yang selama ini terabaikan. Jadi, berikan diri Anda untuk mengikuti maksud dan rencana Tuhan.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. – Roma 8:28a

Kalau kita hanya berdoa agar pandemi berlalu, kita akan menjadi orang yang sama seperti saat keadaan masih normal. Kita tidak belajar atau mendapatkan sesuatu yang baru. Berbeda jika kita memberi diri untuk dibentuk oleh Tuhan lewat keadaan sulit. Saat pandemi berakhir, kita akan menjadi orang yang lebih beriman, kreatif, dan bijaksana, karena kita melaluinya dengan tuntunan Tuhan.

Orang lain boleh mengeluhkan penghasilan yang menurun, usaha mandeg, PHK di mana-mana, bahaya tertular, dan lain-lain. Namun, kita dapat “melihat” apa yang tidak terlihat: Tuhan sedang menunjukkan kuasa-Nya, karena Dialah sumber perlindungan sejati. Tuhan menunjukkan kebaikan-Nya, karena Anda dan saya masih diberikan kesempatan hidup hingga hari ini. 

Bahkan, saat orang-orang ketakutan akan bahaya kematian, sebagai orang percaya kita tetap harus melihat dari sisi yang berbeda. Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru, itu adalah awal dan pintu masuk menuju kehidupan kekal. Ini bukan berarti kita putus asa dan ingin segera mengakhiri hidup. Namun, kita memiliki iman bahwa dalam risiko terburuk sekalipun, kebaikan Tuhan tetap ada. 

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. – Filipi 1:21

Marilah tetap beriman, bahwa dalam keadaan serba tidak pasti ini, ada maksud baik Tuhan untuk kita. Jika demikian, kenapa harus khawatir berlebihan?

Masa pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian adalah kesempatan kita untuk melihat serta merasakan kasih dan kebaikan Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa memberikan  janji keselamatan yang pasti. Dan, Dia bekerja mendatangkan kebaikan untuk kita dalam kondisi apa pun. Mari jalani ketidakpastian ini dengan bersandar kepada Yang Pasti. Amin. 

Gereja GKDI memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di 35 kota. Jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat di dalamnya, hubungi melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: