gkdi laguKita sering mendengar anjuran untuk berserah kepada Tuhan, tetapi pada praktiknya, sebagian orang masih sulit membedakan antara pasrah dan berserah. Apa beda keduanya, dan bagaimana cara menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan?

Beda Pasrah dan Berserah

pasrah - gkdi 1

Berserah tidak sama dengan pasrah. Berserah berarti Anda melepaskan semua yang menjadi milik atau berada dalam kendali Anda, serta mengakui adanya kekuatan dan kekuasaan yang lebih besar, yaitu Tuhan. Meski demikian, Anda tetap memberikan perjuangan, yang dibarengi rasa damai, dan terkadang juga, dengan perasaan lega.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. – Filipi 2:5-7

Dalam setiap pertandingannya, juara tinju dunia Muhammad Ali menampilkan gaya bertahan dari serangan lawan. Meski dihujani pukulan demi pukulan, ia tidak menyerah. Ia menunggu waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan. Ketika kesempatan itu datang, satu pukulan telak darinya akan merobohkan lawan, dan Ali pun keluar sebagai pemenang.

Sebaliknya, ketika lawan Ali menerima pukulan demi pukulan yang membuatnya oleng dan kehilangan keseimbangan, ia akan mengangkat tangan ke atas sebagai tanda menyerah. Wasit melerai, dan pertandingan pun berakhir.

Yang Ali lakukan adalah terus berjuang menghadapi gempuran, sedangkan lawannya pasrah pada keadaan.

Nah, apa yang Tuhan harapkan dari kita sebagai orang-orang beriman?

Cara Berserah Sepenuhnya

Untuk memahami konsep berserah, mari kita lihat teladan dua tokoh Alkitab berikut ini.

1. Abraham: Percaya Tuhan Tahu yang Terbaik

pasrah - gkdi 2

Anda pasti tidak asing lagi dengan sosok Abraham yang dijuluki bapa orang beriman. Namun, Abraham tidak hanya terkenal karena imannya saja, tetapi juga karena sikap berserah level tinggi yang dimilikinya.

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” – Kejadian 22:2 

Selain tampak tidak masuk akal dan tak beralasan, perintah Tuhan kepada Abraham berlawanan dengan karakter-Nya yang pengasih: Dia menyuruh Abraham membunuh anaknya sendiri!

Abraham bisa saja jadi bingung luar biasa, stres, lalu marah kepada Tuhan. Bukankah Tuhan berjanji akan memberikan ia keturunan sebanyak pasir di laut? Bagaimana mungkin hal itu terwujud kalau ia kehilangan anak tunggal yang ia dapatkan di usia lanjut? Nyatanya, Abraham tidak membantah sedikit pun, tetapi melakukan tepat seperti yang Tuhan perintahkan. Bagaimana bisa?

Yang memampukan Abraham untuk taat adalah karena ia berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk dirinya dan anaknya.

Bagaimana dengan Anda hari ini? Ketika kenyataan hidup bertolak belakang dengan impian dan harapan Anda, masihkah Anda percaya dan bersandar pada Tuhan? Atau, Anda mulai pasrah, kehilangan iman, bahkan tak mau berusaha lagi?

Sikap pasrah akan membuat Anda merasa gagal, frustrasi, dan tak lagi punya pengharapan. Pasrah juga menutup peluang bagi tangan Tuhan untuk menolong Anda dan menunjukkan rancangan-Nya yang terbaik untuk Anda.

Apakah masalah Anda saat ini tampak terlalu besar? Ketika Anda mulai terdorong untuk menyerah, ingatlah: seperti janji yang Tuhan genapi bagi Abraham, ada rencana-Nya yang indah di balik semua ini.

2. Daud: Melakukan yang Terbaik, Tak Peduli Apa Hasilnya

pasrah - gkdi 3

Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. – 2 Samuel 12:15 

Akibat dosa Daud, yaitu sengaja merencanakan kematian Uria untuk mendapatkan Betsyeba (2 Samuel 11:1-15), Tuhan berfirman kepadanya bahwa anak yang dilahir Betsyeba akan mati.

Mendengar itu, Daud tidak menyerah, tetapi berusaha meluluhkan hati Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya. Ia berpuasa dengan tekun, hingga pada hari ke tujuh, mendapat kabar bahwa anaknya telah meninggal (2 Samuel 12:18).

Apakah Daud pahit ketika mengetahui bahwa Tuhan tidak menjawab permohonannya? Tidak. Sejak awal Daud telah berserah kepada Tuhan, apa pun yang akan terjadi. Ia melakukan apa yang bisa ia lakukan sebaik-baiknya, tetapi tetap menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Di tengah pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, bagaimana cara Anda menghadapi pergumulan hidup? Mungkin usaha Anda mulai lesu, pendapatan Anda menurun, Anda kehilangan pekerjaan, atau bahkan kehilangan orang-orang yang Anda cintai akibat pandemi.

Apakah ini membuat Anda marah kepada Tuhan? Lantas Anda memilih pasrah, putus asa,  dan menyerah pada keadaan? Ataukah Anda memilih bersikap seperti Daud, yaitu percaya bahwa rancangan Tuhan selalu yang terbaik untuk anak-anak-Nya?

Apa pun yang Anda hadapi saat ini, serahkanlah segala harapan dan perjuangan Anda kepada Tuhan, supaya Anda mendapatkan janji-janji-Nya. Amin!

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya. – Mazmur 146:5 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: