Ester adalah tokoh favorit saya dalam contohan iman dan perbuatan.

Bagi saya, kisah ini sama seperti dongeng romantis, novel percintaan yang laris, atau film khas Disney yang mencapai box office.

Kisah ini terjadi di Kota Susan, salah satu kota di Kerajaan Persia, dimana Raja Ahasyweros membuang Ratu Wasti karena menolak permintaannya. Ester adalah orang Yahudi yang nenek moyangnya dibawa ke pembuangan Israel bertahun-tahun lalu. Dia mempunyai seorang paman bernama Mordekai yang membesarkan dia dengan cinta kasih dan melindunginya dengan segenap nyawa.

Saya membayangkan seorang Ester, gadis cantik yang dipilih masuk ke istana Raja untuk bisa memenangkan kontes kecantikan. Seorang tokoh utama yang datang ke istana dengan perasaan tersanjung, bangga dan percaya diri.

Bukan hanya parasnya yang cantik namun juga karena perilakunya, Ester dikasihi oleh sang Raja lebih dari perempuan lain. Oleh karena itu Raja mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkatnya menjadi ratu menggantikan Ratu Wasti.

Kemudian ada seseorang yang bernama Haman, sang tokoh antagonis. Dia adalah pembesar Raja yang tidak suka akan orang Yahudi dan berniat untuk memusnahkan mereka.

Ester adalah seorang Yahudi yang taat dan rencana Haman membuat Ester sangat ketakutan. Dengan sekejap keadaan berubah dari romantis menjadi cerita yang mendebarkan. Mordekai yang mengetahui rencana jahat Haman ini berbicara kepada Ester melalui Hatah, seorang sida-sida Raja.

Terjadilah pembicaraan antara Ester dan Mordekai. Sang paman meminta agar Ester bisa menyelamatkan bangsanya dari dendam Haman dengan cara berbicara kepada sang Raja. Awalnya Ester menolak keras karena itu terlalu berbahaya dan dapat menghabiskan nyawanya. Namun Mordekai tetap mengingatkan Ester bahwa Tuhan selalu beserta dia, bahkan inilah rencana Tuhan dengan menjadikan dia seorang Ratu, yaitu untuk menyelamatkan bangsanya.

Walaupun takut Ester dengan patuh melakukan nasehat pamannya. Ester memulai ‘pertarungannya’ dengan terlebih dulu berdoa dan berpuasa. Dia juga meminta paman serta bangsanya untuk ikut mendoakannya. Ester mengatur strategi dan Tuhan memberikan kebijaksanaan kepadanya. Dengan keberanian dan kecerdikan Ester berhasil mendapatkan perhatian sang Raja, memintanya untuk menghadiri perjamuan dengan Haman, dan akhirnya berhasil membuat Raja sadar akan rencana jahat Haman.

Ester berhasil menyelamatkan bangsanya. Dia dan Mordekai menjadi Pahlawan, bahkan perayaan Purim dibuat untuk mengingat aksi heroik mereka. Ester menggunakan apa yang Tuhan berikan untuk mengubah keadaan. Ester berani untuk mengambil tanggung jawab yang diberikan.

Ester
Kkita bisa mengubahkan keadaan! Tuhan bisa melibatkan kita dalam banyak hal, untuk merubah hal-hal yang kita tidak kira.

Apa moral dari kisah ini?

Kisah ini mengajarkan saya bahwa iman kita menunjukan siapa kita sebenarnya. Mordekai mengingatkan Ester, walaupun dia seorang Ratu, dia tetap seorang Yahudi yang harus mengakui siapa dirinya dan menyelamatkan bangsanya.

Bagaimana dengan diri kita? Kadang kita berpikir bahwa kita hanyalah seorang pelajar, seorang pekerja, atau ibu rumah tangga, seorang kristen yang biasa-biasa saja, berada di titik aman dan tidak mau untuk mengambil resiko atau tanggung jawab lebih untuk memperbaiki keadaan. Terkadang kita tidak percaya akan kekuatan kita dan menunggu agar orang lain yang merubah keadaan.

Tuhan tidak menghendaki hal itu!

Hai wanita, kita bisa mengubahkan keadaan! Tuhan bisa melibatkan kita dalam banyak hal, untuk merubah hal-hal yang kita tidak kira. Tuhan mau kita untuk mengambil langkah, berdoa serta berpuasa. Kita dapat merubah kehidupan kita sendiri, kita bisa membantu hidup orang lain, bahkan mengubahkan nasib suatu bangsa seperti Ester.

Tuhan tidak memberkati usaha dan kerja keras seseorang karena dia sanggup, bertalenta, atau mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Tuhan memberkati seseorang ketika mereka mau untuk merubah sesuatu untuk kebesaran Tuhan.

Kita dapat merubah kehidupan kita sendiri, kita bisa membantu hidup orang lain, bahkan mengubahkan nasib suatu bangsa seperti Ester.

Untuk saya secara pribadi cerita ini mengingatkan saya akan titik balik kehidupan kekristenan saya. Saya ingat ketika kakak saya melihat kehidupan saya dan ingin mengubahkan karakter saya dengan kebenaran melalui Firman. Dia berdoa dan mengatur waktu yang tepat untuk berbicara dengan saya tentang bagaimana Tuhan bisa menjadi sangat personal dan nyata dalam kehidupan saya. Awalnya saya menolak dan menjalani hidup saya seperti biasa. Namun saya melihat kakak saya tidak pernah berhenti untuk mencoba mengasihi saya. Dia percaya saya mempunyai kekuatan dan keberanian untuk berubah lewat firman Tuhan. Dia tidak salah! Setelah mempelajari Alkitab dan melihat karakter-karakter yang perlu saya ubah, saya menjadi semangat untuk hidup bersama Tuhan. Sama seperti Ester yang menyelamatkan bangsanya, hidup saya terselamatkan karena seseorang yang mengambil langkah untuk mencoba mengubahkan hidup saya.

Ester adalah pahlawan iman saya dan saya bertekad untuk menjadi sama sepertinya. Bagaimana dengan Anda? Jadilah seseorang yang berani untuk melakukan misi Tuhan karena Tuhan pasti berserta Anda!

 

By Marda Silaen

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Berdoa di Tengah-tengah Pertempuran, Nehemia 1:1-2:9